Kisah Abu Sufyan, Pentolan Bani Umayyah yang Getol Menyebar Fitnah
Kamis, 07 November 2024 - 18:28 WIB
loading...
Sejak Nabi masih di Makkah sampai kemudian hijrah ke Madinah ia tetap selalu memusuhinya. Ilustrasi: AI
A
A
A
Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah adalah pemuka Banu Umayyah yang memusuhi Nabi Muhammad. Sejak Nabi masih di Makkah sampai kemudian hijrah ke Madinah ia tetap selalu memusuhinya.
Dialah yang memimpin kafir Quraisy dalam Perang Uhud . Setelah Quraisy mendapat kemenangan dia yang berteriak: "Hari ini sebagai pembalasan Perang Badar . Sampai jumpa lagi tahun depan!"
Dia juga lagi yang memimpin Ahzab dalam Perang Khandaq . Sebelum Uhud dan sesudah Khandaq dia yang menghasut orang untuk memusuhi Nabi Muhammad dan berusaha membunuhnya.
Baca juga: Makam Badar, Memaknai Perjuangan Syuhada Perang Badar
Sesudah Nabi berangkat hendak membebaskan Makkah, Abu Sufyan juga keluar dan melihat bahwa tak mungkin pihak Makkah dapat melawan Muslimin, dia meminta perlindungan kepada Abbas bin Abdul-Muttalib, dan sesudah Abbas memberi perlindungan dibawanya ia kepada kemenakannya itu.
Ketika itu Rasulullah menanya kepada Abu Sufyan: "Belum waktunyakah Anda mengetahui bahwa saya Rasulullah?"
Abu Sufyan menjawab: "Demi ibu-bapaku! Sungguh bijaksana Anda, sungguh pemurah. Tetapi mengenai soal ini, masih ada sesuatu dalam hati saya."
Sesudah jawaban itu, ia melihat bahwa ia akan mati kalau tidak masuk Islam. Karenanya ia masuk Islam untuk menyelamatkan diri dari maut, bukan karena beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sesudah pembebasan itu penduduk Makkah semua menerima Islam, termasuk Banu Umayyah, yang jumlah kabilah dan anggotanya terbanyak.
Memperebutkan pengaruh
Setelah Abu Sufyan dan Banu Umayyah masuk Islam fanatisme kesukuan masih tetap merasuk dalam hatinya walaupun untuk mengungkap isi hatinya itu kekuatan Rasulullah dan kekuatan Islam sudah membuatnya lumpuh.
Dialah yang memimpin kafir Quraisy dalam Perang Uhud . Setelah Quraisy mendapat kemenangan dia yang berteriak: "Hari ini sebagai pembalasan Perang Badar . Sampai jumpa lagi tahun depan!"
Dia juga lagi yang memimpin Ahzab dalam Perang Khandaq . Sebelum Uhud dan sesudah Khandaq dia yang menghasut orang untuk memusuhi Nabi Muhammad dan berusaha membunuhnya.
Baca juga: Makam Badar, Memaknai Perjuangan Syuhada Perang Badar
Sesudah Nabi berangkat hendak membebaskan Makkah, Abu Sufyan juga keluar dan melihat bahwa tak mungkin pihak Makkah dapat melawan Muslimin, dia meminta perlindungan kepada Abbas bin Abdul-Muttalib, dan sesudah Abbas memberi perlindungan dibawanya ia kepada kemenakannya itu.
Ketika itu Rasulullah menanya kepada Abu Sufyan: "Belum waktunyakah Anda mengetahui bahwa saya Rasulullah?"
Abu Sufyan menjawab: "Demi ibu-bapaku! Sungguh bijaksana Anda, sungguh pemurah. Tetapi mengenai soal ini, masih ada sesuatu dalam hati saya."
Sesudah jawaban itu, ia melihat bahwa ia akan mati kalau tidak masuk Islam. Karenanya ia masuk Islam untuk menyelamatkan diri dari maut, bukan karena beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sesudah pembebasan itu penduduk Makkah semua menerima Islam, termasuk Banu Umayyah, yang jumlah kabilah dan anggotanya terbanyak.
Memperebutkan pengaruh
Setelah Abu Sufyan dan Banu Umayyah masuk Islam fanatisme kesukuan masih tetap merasuk dalam hatinya walaupun untuk mengungkap isi hatinya itu kekuatan Rasulullah dan kekuatan Islam sudah membuatnya lumpuh.
Lihat Juga :