Mengenal Pelopor Angkatan Laut Islam Muawiyah bin Abu Sofyan

Jum'at, 13 Desember 2024 - 14:28 WIB
loading...
Mengenal Pelopor Angkatan...
Muawiyah bin Abu Sufyan adalah pelopor armada laut Islam. Ilustrasi: AI
A A A
Daulah Umayyah atau Umawiyah yang didirikan Muawiyah bin Abu Sufyan sampai kini dikenang sebagai dinasti mujahid di zona laut, selain tentu saja darat. Pada masa kekuasaan pengganti Khulafaurasyidin ini, angkatan laut dibangun sangat kuat. Muawiyah pun berjuluk pelopor angkatan laut Islam.

Selama kekuasaan dinasti ini (661-750 M atau 41-132 H), Daulah Umayyah menjadikan angkatan laut sebagai kekuatan besar yang mampu melakukan jihad di wilayah laut di berbagai lokasi dan dalam waktu yang bersamaan.

Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi dalam bukunya berjudul "Khairuddin Barbarossa: Pahlawan Islam Penguasa Lautan" memaparkan sejarah angkatan laut Islam bermula seiring dengan penaklukan wilayah Syam dan Mesir dengan garis pantainya yang luas.

Muawiyah bin Abu Sufyan dinilai sebagai pendiri angkatan laut Islam, sejak ia menjadi gubernur Syam pada era pemerintahan Khalifah Umar bin Al-Khathab dan Utsman bin Affan .

Saat menjadi khalifah, Muawiyah mengembangkan angkatan laut dengan mendirikan beberapa pabrik pembuatan kapal di kota Iskandariya dan Akka. Untuk mendukung upayanya itu, ia memanfaatkan tenaga-tenaga trampil yang memahami seluk-beluk dunia maritim.

Baca juga: Kisah Pembangunan Armada Laut di Era Khalifah Ustman bin Affan

Strategi maritim yang handal menjadikan Umayyah berhasil menaklukkan beberapa kota di wilayah Laut Mediterania seperti: Cyprus, Arwad, dan Rhodes.

Kota-kota ini kelak menjadi benteng pertahanan maritim Islam dalam menghadapi ancaman angkatan laut Byzantium, bahkan kelak menjadi kota utama yang balik mengancam pertahanan Byzantium.

Bermula dari kota ini, angkatan laut Islam beberapa kali melancarkan serangan ke Byzantium.

Di zaman Khulafaurrasyidin, angkatan laut Islam menahan serangan Byzantium atas Iskandariya tahun 25 H dan dalam Perang Dzatu Shawari tahun 34 H.

Blokade Konstantinopel

Sedangkan pemerintahan Daulah Umayyah berhasil menorehkan prestasi yang belum pernah diraih sebelumnya, yaitu beberapa kali melakukan blokade atas kota Konstantinopel dari tahun 54-60 H dari tahun 98-99 H.

Blokade tersebut dilakukan dengan tujuan menaklukkan kota tersebut. Blokade ini merupakan lompatan besar yang dilakukan oleh angkatan laut Islam.

Baca juga: Ini Akibat Umar bin Khattab Menolak Usul Muawiyah Memperkuat Angkatan Laut

Manuver besar Daulah Umayyah tidak hanya dilakukan di belahan bumi timur. Angkatan laut Islam didukung oleh angkatan daratnya bahkan melakukan perang besar melawan penjajah Byzantium yang didukung oleh kabilah-kabilah Barbar di negeri Maghribi dan Afrika Utara.

Beberapa kali angkatan laut Islam berusaha menaklukkan Pulau Sicilia pada tahun 46 H. Upaya ini menjadi bukti kemajuan angkatan laut Islam di wilayah Maghribi.

Angkatan Laut Mesir

Angkatan laut Mesir adalah pioner yang memimpin ekspedisi laut di Afrika Utara. Angkatan laut Mesir inilah yang menyerang Sicilia pada tahun 46 H. Angkatan laut Mesir-lah yang melakukan peperangan di lautan di bawah pimpinan Ugbah bin Nafi pada tahun 49 H. Angkatan laut Mesir pula yang melakukan perang melawan Byzantium di wilayah di bawah pimpinan Hissan bin An-Nu'man.

Pada tahun 79 H, angkatan laut Mesir mendapatkan kemenangan gemilang atas Byzantium di wilayah perairan Cartagena.

Di masa pemerintahan Marwan bin Abdul Malik, angkatan laut Mesir turut serta dalam menyerang Pulau Sardania.

Angkatan laut Mesir terus berpartisipasi dalam perang laut, sampai kemudian Hissan bin An-Nu'man membangun pabrik pembuatan kapal di Tunisia pada tahun 89 H. Itu dilakukan setelah Mesir mendapatkan tekanan berat dari angkatan laut Byzantium di pantai-pantai Mesir sendiri.

Baca juga: Kisah Terbelahnya Orientasi Fiqih di Era Muawiyah

Byzantium melakukan manuver itu dengan tujuan membendung agar jangan sampai angkatan laut Mesir menguasai pantai-pantai di wilayah Maghribi.

Hissan bin An-Nu'man memanfaatkan keterampilan tangan-tangan orang Mesir dalam mengembangkan pabrik pembuatan kapal, dan Khalifah Abdul Malik bin Marwan memberi orang-orang Mesir itu kebebasan dari kewajiban membayar pajak. Itu dilakukan demi mendorong mereka agar mau pindah ke Tunisia dan bekerja di pabrik pembuatan kapal yang berada di sana.

Daulah Umayyah memiliki beberapa kapal besar yang beroperasi di beberapa wilayah berbeda. Armada Syam dan Mesir beroperasi di bagian timur Laut Mediterania. Armada Tunisia beroperasi di bagian tengah Laut Mediterania.

Tahun 58 H Daulah Umayyah melakukan manuver besar-besaran di Laut Tunisa. Tujuan manuver ini adalah membuka pulau-pulau di wilayah Laut Mediterania bagian barat, terutama pulau-pulau di Sicilia. Pulau-pulau ini menjadi target strategis Daulah Umayyah demi menghalangi kemajuan AL Byzantium.

Saat itu muncul nama-nama besar dalam barisan Islam, antara lain Musa bin Nusair didukung oleh para perwiranya seperti Ayyasy bin Ukhail, Abdul Malik bin Fathin, Abdullah bin Musa, Abdullah bin Murrah, dan Muhammad bin Aus bin Tsabit Al Ansari. Mereka berhasil mengalahkan angkatan laut Byzantium.

Serangkaian jihad tersebut mengantarkan umat Islam untuk menaklukkan pulau Sardania, Andalusia, dan Mayurigah.

Baca juga: Muawiyah Masuk Islam pada Peristiwa Umrah Qadha'?

Manuver-manuver laut ini terus berlanjut sampai hilangnya kekuasaan Daulah Umayyah pada bulan Rabiul Awal 132 H. Sejak itu, kekuatan angkatan laut Islam mengalami stagnasi selama kurang lebih setengah abad.

Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi mengatakan angkatan laut Islam mencapai puncaknya di masa dinasti Umayyah meski usia dinasti ini relatif lebih singkat.

Daulah Umayyah dikenang sebagai dinasti mujahid di zona darat dan laut. Angkatan Darat Daulah Umayyah melakukan perluasan wilayah hingga bumi belahan timur yang mencakup seluruh wilayah Khurasan, bahkan mencapai batas wilayah China dan India.

Angkatan laut Daulah Umayyah menaklukkan hampir semua pulau di wilayah Laut Mediterania di sisi timur dan baratnya: menembus Lautan Qairani dan Laut Adriatik, serta menaklukkan bumi Andalusia, menyerbu sebagian besar wilayah terdalam Prancis.

Daulah Umayyah berhasil menjadikan sebagai kekuatan besar yang mampu melakukan jihad di wilayah laut di berbagai lokasi dan dalam waktu yang bersamaan.

Ini dikenal dengan perang berstrategi ganda, jihad di darat dan laut dalam waktu bersamaan dengan jangkauan wilayah yang sangat luas. Strategi ini hanya dilakukan oleh Daulah Umayyah dan Daulah Utsmaniyah.

Baca juga: Kisah Muawiyah: Khalifah yang Mempergunakan Jasa Body-Guard
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Uwais Al-Qarni, Pemuda Miskin yang Terkenal di Langit
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Karamah Salman Al Farisi
Salman Al Farisi : Sahabat...
Salman Al Farisi : Sahabat Nabi SAW, Ahli Perang dari Iran
Kisah Alqamah, Sahabat...
Kisah Alqamah, Sahabat Nabi yang Mendahulukan istri daripada Ibunya
Siapa yang Menulis Al...
Siapa yang Menulis Al Quran Pertama Kali? Ini Nama-Namanya
Kisah Abdurrahman bin...
Kisah Abdurrahman bin Auf: Sahabat Bertangan Emas yang Kaya Raya dan Dermawan
Rekomendasi
Lukisan Rembrandt Lebih...
Lukisan Rembrandt Lebih Mematikan dari Mona Lisa, Ini Penyebabnya
4 Fenomena Gaib yang...
4 Fenomena Gaib yang Belum Bisa Dijelaskan secara Sains, Nomor Terakhir Sangat Populer
Patahan Bumi Raksasa...
Patahan Bumi Raksasa Tersembunyi Ditemukan di Titik Rawan Gempa
Artikel Terkini
Bacaan Niat Puasa Asyura...
Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved