Kisah Tabiin Thawus bin Kaisan

Kisah Dzakhwan bin Kaisan Lepas dari Jebakan Rezim

loading...
Kisah Dzakhwan bin Kaisan Lepas dari Jebakan Rezim
Ilustrasi/Ist
AMIR atau gubernur di Yaman, Muhammad bin Yusuf ats-Tsaqafi, ingin membalas perlakuan Thawus bin Kaisan yang keras seperti batu dengan segala cara. Ia mewarisi banyak sifat jahat saudaranya, Hajjaj bin Yusuf, namun tak sedikit pun kebaikan Hajjaj yang diambilnya. (Baca juga: Dzakhwan bin Kaisan: Si Burung Merak yang Tak Terbeli)

Dia menyiapkan perbendaharaan hartanya lalu mengutus seorang kepercayaannya membawa satu pundi-pundi berisi 700 dinar emas kepada Dzakhwan bin Kaisan yang mendapat julukan Thawus (burung merak) itu.

“Berikan bingkisan ini kepada Thawus dan usahakan supaya dia menerimanya. Bila engkau berhasil, aku sediakan untukmu hadiah yang berharga,” ujar Muhammad bin Yusuf ats-Tsaqafi. (Baca juga: Tabiin yang Sahid di Tangan Penguasa Kufah Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi)

Utusan itupun berangkat dengan membawa hadiah tersebut ke tempat kediaman Thawus di sebuah desa di dekat Shan’a yang disebut dengan al-Janad. Di rumah Thawus, setelah berbincang-bincang sejenak, utusan itu berkata, “Wahai Abu Abdirrahman, ini ada nafkah dari amir untuk Anda.”

“Maaf, saya tidak memerlukan itu,” jawab Thawus menolak pundi-pundi itu. (Baca juga: Kisah Tabiin Cerdas Iyas Bin Mu’awiyah Al-Muzanni)

Utusan itu mencoba merayu dengan segala cara namun dia tetap menolaknya, berdalih dengan segala argumen diapun tetap menampiknya.

Akhirnya tak ada jalan lain lagi utusan itu selain mencari kesempatan lengahnya. Secara diam-diam dia taruh pundi-pundi itu di salah satu sudut rumah Thawus. Setelah itu diapun kembali dan melapor kepada amir “Wahai amir, Thawus telah menerima pundi-pundi itu.” (Baca juga: Nasehat Mahal dan Menyentuh dari Tabiin Syaikh Ar-Rabi bin Khutsaim)

Betapa senangnya amir mendengar berita itu, namun dia tak berkomentar sedikit pun.



Beberapa hari kemudian dia mengutus dua orang dan diikuti pula oleh utusan yang membawakan hadiah untuk Thawus tempo hari. Amir memerintahkan agar keduanya mengatakan kepada Thawus: “Utusan Thawus dahulu keliru menyerahkan harta itu kepada Anda. Sebenarnya harta itu untuk orang lain. Sekarang kami datang untuk menariknya kembali dan menyampaikannya kepada orang yang benar.” (Baca juga: Kisah Mengharukan Detik-Detik Jelang Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz)

Thawus menjawab, “Aku tidak menerima apa-apa dari amir, apanya yang harus aku kembalikan?”

Kedua pengawal itu bersikeras: “Anda telah menerimanya.”

Thawus menoleh kepada utusan gubernur dan bertanya, “Benarkah aku telah menerima sesuatu darimu?”



Utusan itu gemetar karena takut lalu menjawab: “Tidak, tetapi saya menaruh uang itu di lubang dinding tanpa sepengetahuan Anda.”
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
وَّاِنَّ الدِّيۡنَ لوَاقِعٌ
Sesungguhnya, hari pembalasan pasti terjadi.

(QS. Az-Zariyat:6)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video