Bolehkah Istri Menolak Berhubungan Badan karena Alasan Corona?
Jum'at, 11 September 2020 - 23:53 WIB
loading...
Keharaman berhubungan badan antara suami istri hanya berlaku bila kekhawatiran itu berasalan kuat, dengan dasar kepastian dari dokter bahwa suami istri bisa saling menulari. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Pandemi Corona ternyata tidak hanya berdampak pada ekonomi dan kesehatan warga. Ancaman Covid-19 ini juga telah mewabah ke wilayah intim hubungan suami istri .
Ada yang bertanya tentang istri yang menolak ajakan suaminya berdekatan atau bersetubuh dengan alasan sosial distancing mewaspadai Corona. Bagaimana menurut fiqih Islam? Apakah istri berdosa karena hal itu? Atau ada rukhsoh? (Baca juga: Inilah Manfaat Wudhu untuk Mencegah Virus Corona )
Berikut penjelasan Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA (pengasuh Rumah Fiqih Indonesia) sebagaimana dilansir dari konsultasi rumahfiqih.com. Pada dasarnya kewajiban istri adalah melayani kebutuhan seksual suami. Bahkan para ulama di dalam Mazhab Asy-Syafi'i mengatakan itulah satu-satunya kewajiban istri kepada suami.
(Baca Juga: 11 Provinsi Tercatat Penambahan di Atas 100 Kasus Corona, Jakarta Tertinggi )
Di dalam kitab hadits bertabur penjelasan Nabi SAW tentang hal itu.
إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
Bila seorang wanita melewati malamnya dengan menolak tidur dengan suaminya, maka Malaikat melaknatnya sampai shubuh. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
إِذَا دَعَا الرَّجُل امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
Bila suami mengajak istrinya berjima' tetapi istrinya menolak untuk melakukannya, maka malaikat melaknatnya hingga shubuh (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun, perlu diketahui bahwa kewajiban ini juga bukan hanya semata kewajiban istri, tetapi suami pun juga punya kewajiban yang sama.
وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
Ada yang bertanya tentang istri yang menolak ajakan suaminya berdekatan atau bersetubuh dengan alasan sosial distancing mewaspadai Corona. Bagaimana menurut fiqih Islam? Apakah istri berdosa karena hal itu? Atau ada rukhsoh? (Baca juga: Inilah Manfaat Wudhu untuk Mencegah Virus Corona )
Berikut penjelasan Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA (pengasuh Rumah Fiqih Indonesia) sebagaimana dilansir dari konsultasi rumahfiqih.com. Pada dasarnya kewajiban istri adalah melayani kebutuhan seksual suami. Bahkan para ulama di dalam Mazhab Asy-Syafi'i mengatakan itulah satu-satunya kewajiban istri kepada suami.
(Baca Juga: 11 Provinsi Tercatat Penambahan di Atas 100 Kasus Corona, Jakarta Tertinggi )
Di dalam kitab hadits bertabur penjelasan Nabi SAW tentang hal itu.
إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
Bila seorang wanita melewati malamnya dengan menolak tidur dengan suaminya, maka Malaikat melaknatnya sampai shubuh. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
إِذَا دَعَا الرَّجُل امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
Bila suami mengajak istrinya berjima' tetapi istrinya menolak untuk melakukannya, maka malaikat melaknatnya hingga shubuh (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun, perlu diketahui bahwa kewajiban ini juga bukan hanya semata kewajiban istri, tetapi suami pun juga punya kewajiban yang sama.
وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
Lihat Juga :