Sifat Malu Adalah Kunci dari Semua Kebaikan

Rabu, 16 September 2020 - 05:52 WIB
loading...
Sifat Malu Adalah Kunci...
Sifat malu, adalah akhlak yang membuat seorang hamba bersemangat untuk mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan, meninggalkan hal-hal yang tidak pantas dan tidak patut. Foto ilustrasi/ist
A A A
Di antara akhlak mulia yang wajib dimiliki oleh seorang mukmin yaitu sifat malu , baik itu malu kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Karena malu itu adalah kunci dari semua kebaikan .

Ibnul Qayyim di dalam kitab 'Miftah Daris Sa’adah' menggolongkan malu ini kedalam sifat yang utama lagi luhur yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang memilikinya. Dan malu sendiri merupakan ciri khas manusia. Sehingga kita dibedakan dengan hewan ataupun makhluk hidup lainnya dengan malu itu. Karena kita manusia memiliki rasa malu, sementara makhluk-makhluk lainnya tidak memiliki sifat itu. Dan kita dianggap tidak memiliki kebaikan jika tidak memiliki akhlak yang mulia ini.

Dalam ceramahnya Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary, menyampaikan, tanpa malu, niscaya tidak ada tamu yang dimuliakan, janji yang ditepati, amanah yang ditunaikan, kebutuhan orang lain yang dipenuhi, keteladanan yang diikuti, perbuatan keji yang ditinggalkan, aurat yang ditutupi dari pandangan mata.

(Baca juga : Hati-hati Dalam Membelanjakan Harta )

"Itulah yang mengistimewakan manusia dengan makhluk-makhluk lainnya. Malu inilah yang mendorong kita untuk menunaikan kewajiban , memenuhi hak-hak orang lain, menyambung tali silaturahim dan kita berbakti kepada orang tua kita, menghormati yang tua, menyayangi yang muda, semua itu karena kita memiliki rasa malu,"ungkap dai yang menulis buku "Mencetak Generasi Rabbani" itu, dalam ceramah online-nya di laman radiorodja Jakarta, Senin (4/9) kemarin. Berikut paparan lengkapnya;

Malu, adalah akhlak yang membuat seorang hamba bersemangat untuk mengerjakan kebaikan dan meninggalkan keburukan, meninggalkan hal-hal yang tidak pantas dan tidak patut. Dengan inilah kita menjadi makhluk yang paling utama dan mulia di muka bumi dan berbeda dengan yang lainnya.

(Baca juga : Hemat dalam Hidup, Ternyata Sifat Istri Berkarakter Surgawi )

Malu ini merupakan salah satu bagian dari iman . Seorang mukmin harus memiliki sifat ini. Dan Nabi kita Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah teladan yang tertinggi dalam memiliki rasa malu. Beliau adalah hamba yang sangat pemalu, bahkan malu Beliau melebihi gadis yang sedang dipingit yang selalu berada di dalam kamarnya.

Apabila Rasulullah melihat sesuatu yang tidak disukai, maka para sahabat dapat melihat dan mengetahui itu dari raut wajah beliau. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa seorang wanita pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam tentang cara bersuci dari haid, maka Nabi pun mengajarkannya, Nabi menyuruhnya untuk membubuhkan wewangian ke kapas lalu digunakan untuk membersihkan atau bersuci. Wanita itu bertanya: “Bagaimana cara membersihkan dengan kapas tersebut?” Nabi berkata: “Subhanallah, bersucilah kamu dengannya,” beliau berkata demikian seraya menutup wajah dengan tangan. Melihat keadaan itu ‘Aisyah segera menarik wanita tadi ke dekatnya karena memahami apa yang ingin beliau sampaikan maka ‘Aisyah menjelaskan: “Berikanlah bekas darah haidmu dengan kapas itu.”

(Baca juga : Pentingnya Muslimah Terus Meng-Upgrade Ilmu )

Ini kita dapat saksikan bagaimana malu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Dan malu Rasulullah terlihat jelas dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Saat itu Beliau berkali-kali menghadap Allah untuk meminta keringanan perihal kewajiban salat yang ditetapkan atas umat beliau. Sebagaimana anjuran Nabi Musa, beliau meminta kepada Allah agar jumlah shalat itu dikurangi dari 50 kali menjadi 5 kali. Setelah ditetapkan 5 waktu, Nabi Musa masih menyuruh Nabi untuk meminta keringanan, akan tetapi Nabi menolaknya dan berkata: “Aku sudah berkali-kali meminta keringanan kepada Rabbku hingga aku malu. Sekarang aku rela dan menerima ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jadilah 5 waktu sehari semalam kewajiban salat atas kaum muslimin.

Demikian Nabi kita Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, beliau adalah seorang yang memiliki rasa malu yang sangat tinggi dan kita wajib untuk meneladani dan meniru beliau.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Perintah Berbhakti kepada...
Perintah Berbhakti kepada Orang Tua, Ibadah Ringan Sesuai Fitrah Manusia
7 Etika Bekerja dalam...
7 Etika Bekerja dalam Islam, Simak di Sini!
12 Adab dan Akhlak Seorang...
12 Adab dan Akhlak Seorang Muslimah yang Penting Diketahui
Belajar Menjadi Pemaaf,...
Belajar Menjadi Pemaaf, Sifat dan Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW
Tanggapan Cerdas Ustaz...
Tanggapan Cerdas Ustaz Felix Siauw Terkait Kasus Gus Miftah dan Penjual Es, Stop Menjual Kesedihan
Sifat-Sifat Terpuji...
Sifat-Sifat Terpuji Seorang Pemimpin Menurut Al-Quran
Rekomendasi
7 Hal yang Membuat Nabi...
7 Hal yang Membuat Nabi Muhammad Menjadi Manusia Paling Berpengaruh di Dunia
Kalimantan Jadi Habitatnya,...
Kalimantan Jadi Habitatnya, Ilmuwan Ungkap Penyebab Ular Raksasa Jarang Terlihat Manusia
Tanda-tanda Kiamat Paling...
Tanda-tanda Kiamat Paling Nyata Muncul di Samudera Arktik
Artikel Terkini
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved