Perang Irak di Era Khalifah Umar bin Khatab Bukan Perang Agama

Senin, 28 September 2020 - 06:24 WIB
loading...
A A A
“Saya rasa soalnya memang sudah jelas, tak perlu diragukan lagi. Segala pertimbangan yang membangkitkan perang di Irak sama dengan di Syam. Bahwa perang itu untuk menyebarkan Islam tak pernah terlintas, baik dalam pikiran Abu Bakar ataupun Umar. Pikiran yang ada pada mereka hanya supaya dakwah Islam bebas tanpa ada rintangan apa pun,” lanjut Haekal. (Baca juga: Perang Irak di Era Khalifah Umar bin Khattab, Jalankan Wasiat Abu Bakar )

Jadi jelas, bahwa ajakan kepada Islam dengan kekuatan senjata tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, dan tidak pula dibenarkan oleh Qur'an.

Rasulullah dan para penggantinya selalu ingat firman Allah: Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan pesan yang baik; dan berbantahlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik. (Qur'an, 16: 125). Dan firman-Nya lagi: Tolaklah (kejahatan) dengan yang lebih baik; maka akan ternyata permusuhan yang ada antara Anda dengan dia akan menjadi seperti teman dekat. (QS Qur'an, 41: 34).

Menurut Haekal, Islam tersebar sejalan dengan meluasnya daerah-daerah yang dibebaskan, sebab penduduk daerah-daerah itu melihat dasar-dasar agama yang benar ini, maka mereka sangat mengagumi, sangat menghormatinya, lalu mereka pun menganutnya, kadang dengan pembuktian dan pemikiran, kadang dengan melihat orang-orang yang datang dengan segala cara yang menakjubkan dalam usaha pembebasan dan cara menjalankan kekuasaan. Kalau dengan alasan itu dapat dibenarkan mengaitkan tersebarnya Islam dengan perluasan daerah-daerah yang dibebaskan itu, maka tidaklah benar untuk mengatakan bahwa tujuan pembebasan itu untuk menyebarkan Islam dengan kekuatan pedang. (Baca juga: Ini Alasan Mengapa Umar bin Khattab Tak Biarkan Agama Lain Tumbuh di Jazirah Arab )

Arab-Persia
Menurut Haekal, inilah beberapa indikasi terjadinya Perang Buwaib. Juga ini merupakan suatu indikasi bahwa permusuhan Arab-Persia itu sudah sampai di puncaknya dan sudah menghilangkan segala harapan akan ada perdamaian atau perletakan senjata. Perang Buwaib itu terjadi sesudah Pertempuran Jembatan yang membuat pasukan Muslimin mengalami kekalahan telak. Kebalikannya kejadian di Buwaib telah menghapus dampak kekalahan itu dan mengangkat martabat pasukan Muslimin; dalam hati pihak Persia timbul rasa takut, dan semangat mereka sangat menurun. (Baca juga: Spekulasi Mengapa Umar bin Khattab Habisi Karir Militer Khalid bin Walid )

Sungguhpun begitu, setelah Pertempuran Jembatan itu tidak terpikir oleh pasukan Muslimin akan menyerah atau mengajak damai.

Demikian juga setelah Perang Buwaib tidak terpikir oleh pasukan Persia akan menyerah atau mengajak damai. Jadi tak ada jalan lain perang harus berlanjut sehingga salah satu pihak ada yang menyerah tanpa syarat. Itu sebabnya tatkala trauma Perang Buwaib hilang dari pihak Persia, kembali mereka beipikir-pikir tentang nasib apa yang akan menimpa mereka jika masih terus dalam peipecahan, masih terbagi-bagi. (Baca juga: Tak Mudah bagi Umar bin Khattab untuk Jalankan Wasiat Khalifah Abu Bakar )

Terbayang oleh mereka bahwa pasukan Arab itu akan memasuki ibu kota kerajaan mereka, akan merobohkan semua benteng pertahanan mereka dan putra-putra Kisra akan tunduk di bawah kekuasaan musuh. Kecuali jika terjadi suatu mukjizat, mereka mau bersatu menghadapi kaum penyerang dan mengusirnya dari bumi mereka.

Tetapi bagaimana mereka akan bersatu sementara Rustum dan Fairuzan saling berebut kekuasaan, para pembesar dan para petinggi terbagi-bagi, yang satu mendukung satu kelompok, yang lain menjadi pendukung kelompok yang lain. Oleh karena itu para pemuka Persia menemui kedua pihak dengan mengingatkan akibat perselisihan itu akan menjerumuskan Persia ke dalam kehancuran. (Baca juga: Sulit Menyakinkan Umat Islam, Begini Pengakuan Umar bin Khattab )

"Sesudah Bagdad, Sabat dan Tikrit, kini hanya tinggal Mada'in!" Mereka mengancam keduanya dengan mengatakan: "Kalian bersatu atau kami sendirilah yang akan bertindak, sebelum kita disoraki orang!"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Asal-usul Nama Iran:...
Asal-usul Nama Iran: Mengapa Identitas Persia Ditinggalkan?
Raja Yazdigird Terasing...
Raja Yazdigird Terasing : Runtuhnya Kekuasaan Persia di Tangan Khalifah Utsman bin Affan
Jejak Hormuz dan Khalid...
Jejak Hormuz dan Khalid bin Walid: Dari Duel Maut hingga Gerbang Penaklukan Persia
Kisah Putri Buran, Ratu...
Kisah Putri Buran, Ratu Persia yang Menjadi Ratunya Para Ratu di Zaman Nabi SAW
Mengenal Asal-usul Bangsa...
Mengenal Asal-usul Bangsa Iran, Kerajaan Persia yang Ditumbangkan Ayatollah Khameini
Rekomendasi
Ilmuwan Teliti Sistem...
Ilmuwan Teliti Sistem Mekanis Rahang Semut yang Sangat Cepat
Es Samudra Arktik Akan...
Es Samudra Arktik Akan Mencair 7 Tahun Lagi, Lebih Cepat dari Perkiraan
Isyarat Aneh Muncul...
Isyarat Aneh Muncul dari Langit, Ada Apa dengan Alam Semesta?
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Di Era Mohammed bin...
Di Era Mohammed bin Salman, Warga Arab Saudi Rayakan Halloween
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved