Kisah Sedih Siti Hajar Ditinggal Nabi Ibrahim di Lahan Tandus Tak Berpenghuni

Rabu, 30 Maret 2022 - 05:15 WIB
loading...
Kisah Sedih Siti Hajar...
Setelah bangunan tinggi, ada batu yang dipijak Ibrahim. Batu inilah yang disebut Maqam Ibrahim. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan anaknya yang masih menyusu, Ismail , di padang tandus. Pada era Rasulullah , tempat yang menjadi rumah Siti Hajar itu adalah dekat Baitullah. Pada bagian atas sumur Zamzam dan Masjidil Haram . Siti Hajar dibawa Nabi Ibrahim ke sana, di lokasi itu ada pohon Dauhah. Di sisi pohon itulah Siti Hajar tinggal bersama bayi Ismail.

Pada saat itu di Mekkah belum ada ditnggali manusia. Wilayah itu tandus. Tak ada mata air. Nabi Ibrahim meninggalkan mereka berdua dengan hanya berbekal tempat makanan yang berisi kurma dan gentong berisi air.

Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Mengajarkan Agama Tauhid

Tatkala Nabi Ibrahim berniat pergi, Siti Hajar mengikutinya sambil berkata, “Hai Ibrahim, hendak ke mana? Engkau meninggalkan kami di lembah yang tiada teman atau apa pun?”

Siti Hajar memberondongnya dengan pertanyaan seperti itu berkali-kali. Namun, Ibrahim bergeming. Memandang Siti Hajar pun tidak. Dia cuek.

“Apakah Allah telah menyuruhmu berbuat demikian?” Siti Hajar bertanya.

“Benar,” jawab Ibrahim.

“Jika demikian, maka Dia tidak akan menelantarkan kami,” ujar Siti Hajar.

Kemudian, Siti Hajar pun kembali ke tempat semula. Ibrahim melanjutkan langkahnya hingga sampai di Tsaniah.

Nabi Ibrahim pun menghadapkan wajahnya ke Baitullah seraya mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak memiliki pepohonan, yaitu di sisi Rumah-Mu yang suci. Mudah-mudahan mereka berterima kasih.”

Baca juga: Nabi Ibrahim Menyuruh Nabi Isma'il Ceraikan Istrinya, Ini Sebabnya

Waktu pun berjalan terus. Satu ketika Siti Hajar menyusui Ismail. Air susu telah mengering. Sementara gentong tempat persediaan air sudah kosong. Siti Hajar kehausan, demikian pula Ismail.

Si kecil itu berguling-guling kehausan. Sementara Siti Hajar tidak tega melihat anaknya yang demikian. Maka beranjaklah ia ke bukit Shafa, tempat yang paling dekat darinya. Dia berdiri di puncaknya sambil mengarahkan pandangannya ke lembah dengan harapan melihat seseorang. Namun, dia tidak melihat seorangpun.

Kemudian, dia turun dari Shafa. Ketika dia tiba di lembah, dia menyingsingkan kainnya lalu berjalan seperti orang tergesa-gesa hingga melintasi lembah tersebut. Kemudian dia menuju Marwah. Sesampai di Marwah ia pun berdiri di puncaknya dengan harapan dapat melihat seseorang. Tetapi di situ dia pun tidak melihat siapa-siapa. Sepi.

Dia melakukan perbuatan demikian sebanyak tujuh kali. Ibnu Abbas berkata bahwa Nabi SAW bersabda, "Oleh karena itulah maka manusia bersa’i antara keduanya” Ketika Siti Hajar hampir tiba di Marwah, dia mendengar sebuah suara. Dia berkata, 'Diam!' Maksudnya menenteramkan diri sendiri. Lalu dia mendengar lagi suara. Dia berkata, “Engkau telah memperdengarkan suara. Apakah kamu dapat menolong?”

Tiba-tiba dia melihat malaikat. Malaikat itu menggali tanah dengan tumitnya atau dengan sayapnya sehingga muncullah air. Maka dia mulai membendung air dengan tangannya. Dia menciduk air ke tempatnya, kemudian air pun terus menyembur setelah diciduk.

Baca juga: Setan Selalu Gagal Mengadu-domba Keluarga Nabi Ibrahim

Ibnu Abbas berkata bahwa Nabi SAW bersabda. "Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Ibu Ismail. Jika dia membiarkan Zamzam, atau jika dia tidak menciduk airnya, niscaya Zamzam menjadi mata air yang mengalir.”

Kemudian Siti Hajar minum lalu menyusui anaknya. Malaikat berkata kepadanya, “Kamu jangan khawatir akan disia-siakan karena di sana ada Baitullah yang akan dibangun kembali oleh anak ini dan bapaknya. Dan bahwa Allah tidak akan menelantarkan penduduknya”.

Keadaan Baitullah itu lebih tinggi dari permukaan tanah. Ia seperti tonjolan tanah yang diterpa banjir sehingga mengikis bagian kiri dan kanannya.

Meninggikan Fondasi
Begitulah, ketika Nabi Ismail telah dewasa dan sudah menikah, sementara Siti Hajar sudah wafat, Nabi Ibrahim datang dan mengajak Ismail meninggikan fondasi Baitullah.

Nabi Ismail yang mengangkut batu, sementara Nabi Ibrahim memasangnya. Setelah bangunan tinggi, ada batu yang dipijak Ibrahim. Batu inilah yang disebut Maqam Ibrahim.

Sementara Ibrahim memasang batu dan Ismail menyodorkannya, keduanya berdoa, “Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi maha Mengetahui”.

Baca juga: Dahsyatnya Tawakkal Nabi Ibrahim, Api pun Menjadi Dingin

Ibnu Abbas berkata, "Maka keduanya terus menuntaskan pembangunan sekeliling Ka’bah sambil berkata, ‘ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud".

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.

Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) fondasi-fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." ( QS Al-Baqarah , 125-128).

Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Di Balik Perintah dan...
Di Balik Perintah dan Makna Ibadah Haji : Pelajaran dari Perjalanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya
Mengetuk Pintu Berkah:...
Mengetuk Pintu Berkah: 5 Amalan Sunnah Sebelum Menuju Baitullah
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Masjidil Haram: Mengapa...
Masjidil Haram: Mengapa Disebut Haram dan Apa Kedudukannya?
Perbedaan Nabi dan Rasul,...
Perbedaan Nabi dan Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Air Kanal di Kota Argentina...
Air Kanal di Kota Argentina Berubah Warna Menjadi Merah Darah
Bergoyang selama 8,5...
Bergoyang selama 8,5 Tahun, Ilmuwan Klaim Inti Bumi Tidak Sejajar
Picu Anomali Cuaca,...
Picu Anomali Cuaca, Titik Lemah Magnet Bumi di Atlantik Selatan Semakin Besar
Artikel Terkini
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved