Begini Kisah Nabi Ibrahim dalam Taurat yang Dikoreksi Hadis Nabi

Selasa, 06 Oktober 2020 - 11:39 WIB
loading...
A A A
Pada pagi harinya Ibrahim bersiap-siap. Dia membawa roti dan kantong air lalu memberikannya kepada Hajar dengan meletakkan keduanya di pundak Hajar yang menggendong anak dan memerintahkannya pergi. Hajar pergi dan tersesat di daratan sumur tujuh. Ketika air yang di kantong telah habis, Hajar meninggalkan anaknya di bawah sebuah pohon. Hajar menjauh dan duduk membelakanginya sejauh lemparan busur. (Baca juga: Kisah Heraklius Lepas Kota Nabi Ibrahim, Mukjizat Khalid bin Walid )

Dia berkata, "Aku tidak mau melihat kematian anak." Hajar duduk membelakanginya dan menangis dengan keras. Lalu Allah mendengar suara anaknya dan Malaikat Allah memanggil Hajar dari langit. Dia berkata kepadanya, "Ada apa denganmu, wahai Hajar? Jangan takut, karena Allah telah mendengar suara anakmu seperti adanya. Bangkitlah, bawalah anakmu, kuatkan tanganmu padanya, karena aku akan menjadikannya umat yang besar."

Dan Allah membuka kedua mata Hajar maka dia melihat sumur air. Dia mendekatinya dan memenuhi kantongnya dengan air dan memberi minum anaknya. Allah bersama anak itu, hingga dia menjadi besar dan tinggal di daratan. Dia tumbuh menjadi seorang pemanah. Dia tinggal di daratan Faran dan ibunya menikahkannya dengan seorang wanita dari Mesir." (Baca juga: Hagia Sopia, Situs 15 Abad yang Sensitif bagi Dua Agama )

Sesuai Hadis
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor menyatakan ada beberapa poin dalam kisah ini yang benar karena sesuai dengan pemberitaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dalam hadis. Di antaranya, bahwa Sarah memberikan hamba sahayanya Hajar kepada Ibrahim dengan harapan agar Ibrahim bisa memperoleh anak darinya dan Hajar hamil setelah Ibrahim menikahinya.

Baca juga: Elektabilitas Tak Genap 5%, Bagaimana Peluang Gatot dan Moeldoko di 2024?

Juga bahwa Hajar menjadi percaya diri ketika dia hamil, sementara majikannya menjadi turun pamornya di matanya; bahwa Sarah marah terhadap Hajar yang kemudian minggat dari hadapannya; bahwa Sarah meminta Ibrahim untuk mengusir Hajar dan putranya, sehingga Ibrahim mengeluarkan Hajar ke daratan dengan dibekali sedikit makanan dan kantong air; bahwa Hajar bersedih ketika airnya habis; dan bahwa Malaikat Tuhan turun dan menenangkannya serta memberitahukan tempat air kepadanya.

Namun tidaklah benar apa yang disebutkan dalam kisah Taurat bahwa Ibrahim memberi Hajar sekantong air dan makanan dan memintanya membawanya, dan bahwa Hajar pergi tak tentu arah di daratan tersebut.

Baca juga: Presidential Threshold Dihapus, Gatot Nurmantyo dan Moeldoko Bisa Nyapres

Yang benar adalah seperti yang tercantum di dalam hadis, bahwa Ibrahim membawa sekantong air dan tempat bekal berisi kurma dan dia meninggalkan Hajar beserta anaknya di sebuah lembah tandus di Baitullah Al-Haram.

Apa yang disebutkan di dalam hadis tentang keadaan Hajar, habisnya air, sa'i Hajar di antara Shafa dan Marwah, datangnya Jibril yang memancarkan air, dan perincian-perincian lain tidaklah disinggung dalam Taurat. Apa yang disebutkan dalam Taurat tidaklah secermat dan sejelas seperti dalam hadis.

Baca juga: Ngebet Nyapres tapi Ogah Bikin Parpol, Gatot Maksimal Cuma Jadi Menteri

Tidak benar kalau Sarah menyuruh Ibrahim mengusir Ismail ketika dia melihatnya bergurau, dan bahwa Sarah menolak Ismail menjadi ahli waris bersama Ishaq anaknya. Karena, pada saat Ismail dibawa oleh bapaknya ke Makkah, ia masih seorang bayi yang menyusu dan belum sampai pada umur yang memungkinkan untuk bergurau. Adapun Ishaq, dia pada saat itu belum dilahirkan.

Apa yang disebutkan dalam Taurat bahwa Ibrahim menggauli Hajar setelah sepuluh tahun dari tinggalnya di bumi Kan'an; bahwa minggatnya Hajar dari Sarah adalah ke mata air di jalan Syur, dan Malaikat meminta agar Hajar kembali kepada Sarah dan patuh kepadanya; dan bahwa Ibrahim pada waktu Ismail lahir berumur 86 tahun; semua itu Allah lebih mengetahui kebenarannya.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Di Balik Perintah dan...
Di Balik Perintah dan Makna Ibadah Haji : Pelajaran dari Perjalanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya
Siti Sarah, Pemilik...
Siti Sarah, Pemilik Separuh Kecantikan dan Keindahan Dunia
Hari Raya Iduladha :...
Hari Raya Iduladha : Tapak Tilas Bersejarah Nabi Ibrahim AS
Mengenal Sejarah Kurban,...
Mengenal Sejarah Kurban, Dimulai dari Nabi Adam AS Disempurnakan oleh Nabi Ibrahim AS
10 Keteladanan Nabi...
10 Keteladanan Nabi Ibrahim, Apa Saja?
Mukjizat Nabi Ibrahim...
Mukjizat Nabi Ibrahim dan Kisahnya yang Luar Biasa
Rekomendasi
Bima Sakti kini Berada...
Bima Sakti kini Berada di dalam Sebuah Kekosongan Kosmik Raksasa
Lukisan Rembrandt Lebih...
Lukisan Rembrandt Lebih Mematikan dari Mona Lisa, Ini Penyebabnya
Warga Melihat Fenomena...
Warga Melihat Fenomena Semburan Air Tak Biasa Terjadi di Laut
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved