Upaya Meraih Kekayaan: Jangan Anggap Sepele Doa dan Tawakal

loading...
Ia berkata, “Aku tidak mampu membayar diriku agar aku terbebas dari perbudakkan. Karena itu tolonglah aku!”

Ali bin Abi Thalib berkata, “Maukah engkau aku ajarkan kepadamu suatu kalimat yang Rasulullah SAW ajarkan kepadaku? Sekiranya engkau mempunyai utang walau sebesar gunung Shir, Allah Azza wa Jalla akan menunaikannya untukmu!”

Beliau berkata, “Katakanlah (doa berikut):

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu daripada apa haram. Dan berilah aku kecukupan dengan anugerah-Mu sehingga tidak memerlukan selain Engkau. (Shahîh Sunan At-Turmudzi, no. 2822)

Tawakal
Adnan ath-Tharsyah juga mengatakan manusia akan kuat dan terhormat kala ia tidak mengadukan kesusahannya dan menyerahkan urusannya kepada sesamanya. Ia akan menjadi mulia ketika ia adukan keperihannya dan menyerahkan urusannya kepada Allah Taala; Dzat Yang Maha Kuasa mendatangkan manfaat dan menampik madharat. (Baca juga: Perintah Tawakkal dalam Ayat-Ayat Al-Qur'an )

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَزَلَتْ بِهِ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِالنَّاسِ لَمْ تُسَدَّ فَاقَتُهُ وَمَنْ نَزَلَتْ بِهِ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِاللَّهِ فَيُوشِكُ اللَّهُ لَهُ بِرِزْقٍ عَاجِلٍ أَوْ آجِلٍ

Barangsiapa ditimpa kefakiran, lalu ia adukan kepada manusia, maka kebutuhannya tidak akan dipenuhi. Dan barangsiapa yang dikenai kefakiran lalu ia adukan kepada Allâh Azza wa Jalla (dan ia serahkan kepada-Nya), maka Allâh Azza wa Jalla akan menyegerakan untuknya rezeki yang disegerakan, atau rezeki yang ditunda nantinya. (Shahîh Sunan At-Tirmidzi, no. 1895)

Ia serahkan segala keperluan dan keluhannya kepada Allah SWT. Ia bersimpuh berdoa penuh hiba kepada Allah SWT untuk memenuhi segala kebutuhan semua makhluk-Nya. (Baca juga: Inilah Buah dan Keutamaan Sikap Tawakkal )

Ia bertawakal kepada Allah, mengharap agar Dia berkenan memenuhi kebutuhannya. Allah akan menyegerakan kecukupan, dengan memberinya rezeki dalam waktu dekat, ataupun rezeki yang ditunda untuk suatu saat kelak. Ini semua tidaklah mengherankan, karena Allah Dzat satu-satunya yang memberi rezeki.

Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah Taala, maka Allah akan memberinya kecukupan dari-Nya. Allah Taala berfirman:
halaman ke-3
cover top ayah
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنۡ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحۡيًا اَوۡ مِنۡ وَّرَآىٴِ حِجَابٍ اَوۡ يُرۡسِلَ رَسُوۡلًا فَيُوۡحِىَ بِاِذۡنِهٖ مَا يَشَآءُ‌ؕ اِنَّهٗ عَلِىٌّ حَكِيۡمٌ
Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.

(QS. Asy-Syura:51)
cover bottom ayah
preload video