Kenapa Malas Berdoa?

loading...
Kenapa Malas Berdoa?
Rasulullah telah mengingatkan umatnya untuk tidak lupa berdoa. Terutama di waktu-waktu istajabah. Sebab bagaimanapun manusia adalah makhluk lemah di hadapan sang pencipta. Foto ilustrasi/ist
Muslimah,doa merupakan amalan yang tidak terikat waktu. Bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja sesuai dengan adab-adab yang ditetapkan syariat. Bagi seorang muslim, tentu saja berdoa yang paling efektif biasanya dilakukan setelah melaksanakan salat, ketika seorang hamda tengah berkomunikasi dengan Rabbnya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, telah mengingatkan umatnya untuk tidak lupa berdoa. Terutama di waktu-waktu istajabah. Sebab bagaimanapun manusia adalah makhluk lemah di hadapan sang pencipta. Di saat kesulitan dan kesusahan menimpa, hanya Allah yang bisa menolongnya.

(Baca juga :Memamerkan Kecantikan Bentuk Kemunduran?)

Saking pentingnya doa sampai disebutkan bahwa doa merupakan senjata bagi orang beriman. Walau begitu, rasa malas berdoa kerap menimpa sebagian umat Islam. Bahkan setelah selesai salat wajib pun enggan untuk berdoa kepada Allah. Padahal malas berdoa disebut sebut sebagai manusia yang paling lemah. Perhatikan hadis berikut:



Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Manusia paling lemah adalah mereka yang paling malas berdoa (kepada Allah). Dan manusia paling pelit adalah manusia yang pelit memberi salam”. (HR. Thabrani, Ibnu Hibban, dll).

(Baca juga :Memahami Tawassul yang Disyariatkan)

Dinukil dari kitab 'Tashihi al Du'a', yang ditulis Bakar Abu Zaib menyebutkan, sangat rugi sekali orang yang malas berdoa. Sebab ia telah menutup jalannya sendiri menuju karunia dan rahmat Allah.



Orang yang malas berdoa sejatinya menjadi orang yang sangat lemah. Ia tidak menyadari bahwa hidup tidak selamanya berjalan sesuaiharapan. Ada kalanya cobaan dan ujian datang merintang. Manusia yang malas berdoa juga menegaskan dirinya sebagai manusia yang sombong. Menganggap bahwa sukses dirinya adalah murni jerih payahnya sendiri.
halaman ke-1 dari 5
cover top ayah
اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

(QS. At-Taubah:67)
cover bottom ayah
preload video