Memahami Tawassul yang Disyariatkan

loading...
Memahami Tawassul yang Disyariatkan
Masuk dalam perkara tawassul adalah amalan-amalan hati seperti rasa harap, rasa takut, sabar, bersyukur, tawakal, ini semua adalah amalan-amalan yang kalau kita kerjakan bisa mendekatkan diri kepada Allah. Foto ilustrasi/ist
Berdoa adalah permasalahan yang berkaitan dengan akidah dan ibadah secara bersamaan. Kita diperintahkan kepada Allah dan tidak menyimpangkan doa tersebut kepada selain Allah Subhanahu wa ta’ala. Termasuk yang berkaitan dengan akidah adalah bertawassul didalam doa.

(Baca juga :Inilah Hak-hak Istri Atas Suami)

Tawassul sendiri adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya, beribadah kepada-Nya, mengikuti petunjuk Rasul-Nya dan mengamalkan seluruh amalan yang dicintai dan di ridhai-Nya. Lebih jelasnya adalah kita melakukan suatu ibadah dengan maksud mendapatkan keridhaan Allah dan surga-Nya

(Baca juga :Mengganti Salat Usai Haid, Bagaimana Aturannya?)



Ustadz Ahmad Zainuddin Lc jelaskan, seorang muslim perlu mempelajari tentang pemahaman tawassul yang benar, karena sangatbermanfaat . Terutama bahwa sebagian orang kadang terjadi didalam diri mereka berbagai hal-hal yang tercampur dengan kebatilan. "Sehinggal akhirnya menyebabkan kekeliruan, kesalhan penyimpangan dengan kata tawassul ini,"ungkap dai dari Islamic Cultural Center Dammam, Arab Saudi ini. Berikut penjelasan lengkapnya:

(Baca juga :Hadiah Pahala Jariyah dari Anak yang Saleh)

Tawassul disebutkan di dalam AlQur'an dalam dua tempat. Di antaranya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:



يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
قُلۡ اِنۡ كَانَ لِلرَّحۡمٰنِ وَلَدٌ ۖ فَاَنَا اَوَّلُ الۡعٰبِدِيۡنَ
Katakanlah (Muhammad), “Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).

(QS. Az-Zukhruf:81)
cover bottom ayah
preload video