Memamerkan Kecantikan Bentuk Kemunduran?

loading...
Memamerkan Kecantikan Bentuk Kemunduran?
Menurut Al-Ghomidi, memamerkan kecantikan adalah termasuk perbuatan jahiliyah orang-orang tempo dulu, zaman tak berperadaban. Foto ilustrasi/ist
Dalam Islam, salah satu bentuk penghormatan yang paling agung terhadap perempuan adalah apa yang diwajibkan oleh Allah kepadanya agar mengenakan hijab. Dengan hijab syar’i, seorang perempuan muslimah justru akan menambah dirinya semakin sopan, anggun, bersih dan suci.

Hijab akan menghalanginya dari gangguan orang-orang yang sakit hatinya, menjaganya dari serangan manusia berperilaku serigala yang selalu mengintai di sekitarnya untuk mendapatkan sesuatu yang paling berharga darinya.

(Baca juga :Inilah Hak-hak Istri Atas Suami)

Sayang, sebagian dari kaum perempuan ini yang justru meremehkan syariat Allah ini (memakai hijab).Abdul Lathif bin Hajis al-Ghomidi dalam kitab, “Mukhalafaat Nisaiyyah”, 100 Mukhalafah Taqa’u fiha al-Katsir Minan Nisa-i bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah”, apa yang diremehkan kaum perempuan ini berarti telah melakukan dosa besarberkaitan dengan hak dirinya maupun hak masyarakat di sekitarnya.



Sebab, jika syariat ini tidak ada, pasti hawa nafsu akan semakin bergejolak, kerusakan akan semakin tersebar dan akan banyak lelaki yang terjerumus ke dalam kerusakan.

(Baca juga :Mengganti Salat Usai Haid, Bagaimana Aturannya?)

Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat (yaitu) suatu kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi, di mana dengan cemeti tersebut, dia memukuli manusia; dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok, dan kepala mereka seperti punuk onta yang berlenggak lenggok. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium baunya. Padahal baunya dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian (Shahih Muslim (III/1339) (2128)



Menurut Al-Ghomidi, memamerkan kecantikan (tabarruj) adalah termasuk perbuatan jahiliyah orang-orang tempo dulu, termasuk bentuk kemunduran dan kembali ke zaman tak berperadaban. Mengapa engkau kembali lagi ke zaman kegelapan, wahai orang yang telah diterangi jalannya oleh Allah dengan cahaya syariat Islam !
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
قُلۡ يٰعِبَادِىَ الَّذِيۡنَ اَسۡرَفُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوۡا مِنۡ رَّحۡمَةِ اللّٰهِ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ جَمِيۡعًا‌ ؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ
Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(QS. Az-Zumar:53)
cover bottom ayah
preload video