Defenisi Puasa dan Dalil-dalilnya

loading...
Defenisi Puasa dan Dalil-dalilnya
Dai yang juga pengajar Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Ajib. Foto/Dok RFI
Dai yang juga pengajar Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Ajib menjelaskan kaidah fiqih tentang puasa dalam bukunya "Fiqih Puasa Mazhab Syafi'i".

Adapun definisi puasa secara bahasa disebut dengan "Ash-Shoum" yang maknanya adalah menahan. Sedangkan secara istilah syar'i menurut Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Kitab Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab, puasa adalah menahan diri secara khusus dari hal yang khusus yang dikerjakan di waktu yang khusus oleh orang tertentu.

Dalil Tentang Puasa
Menurut Ustaz Ajib yang juga lulusan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta Konsentrasi Ilmu Syariah menyebutkan banyak sekali dalil-dalil yang berkaitan dengan masalah puasa. Di dalam Al-Qur'an Al-Karim, Allah Ta'ala berfirman mengenai puasa Ramadhan: "Wahai orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaiman telah diwajibkan kepada umat sebelummu agar kamu bertaqwa." (QS Al-Baqarah: ayat 183)

Di dalam hadis juga disebutkan mengenai keutamaan puasa Ramadhan: "Islam dibangun atas lima, syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan salat, menunaikan zakat, pergi haji dan puasa Ramadhan. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis lain yang menyebutkan tentang keutamaan puasa di antaranya, dari Thalhah bin Ubaidillah RA bahwa seseorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, "Ya Rasulullah SAW, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?" Beliau menjawab, "Puasa Ramadhan". "Apakah ada lagi selain itu?". Beliau menjawab, "Tidak, kecuali puasa sunnah". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ada juga hadis lain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Selain itu, ada hadis lain yang menyebutkan mengenai keutamaan puasa Nabi Dawud 'alaihissalam. Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Salat (sunnah) yang paling dicintai oleh Allah adalah salat (seperti) Nabi Dawud. Dan puasa (sunnah) yang paling dicintai Allah adalah puasa (seperti) Nabi Dawud. Beliau tidur separuh malam, lalu salat sepertiganya dan tidur seperenamnya lagi. Beliau puasa sehari dan berbuka sehari. (HR. Al-Bukhari)

Kemudian hadis lain menyebutkan tentang puasa Asyura. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: ketika Rasulullah SAW tiba di Kota Madinah dan melihat orang-orang Yahudi sedang melaksanakan puasa Assyura, beliau pun bertanya, "Apa ini?". Mereka menjawab: "Ini hari baik, hari di mana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka lalu Musa shaum pada hari itu. Maka Rasulullah SAW menjawab: "Aku lebih berhak terhadap Musa dari kalian, maka beliau shaum pada hari itu dan memerintahkan untuk melaksanakan shaum tersebut". (HR. Al-Bukhari)

Juga ada hadis lain menyebutkan puasa Arafah. Dari Abi Qatadah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura' menghapuskan dosa tahun sebelumnya". (HR Jamaah kecuali Al-Bukhari dan Tirmizy)

Ada lagi hadis lain yang menyebutkan puasa Syawwal. Dari Ayyub Al-Anshari RA, dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: "Orang yang puasa Ramadhan lalu dilanjutkan dengan puasa 6 hari dari bulan Syawwal, maka seperti orang yang berpuasa setahun". (HR. Muslim).

Selanjutnya hadis lain menyebutkan puasa Ayyamul Bidh. Dari Abu Zar Al-Ghifari RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Aba Dzarr, bila kamu hendak puasa tiga hari dalam sebulan, maka puasalah pada tanggal 13, 14 dan 15. (HR. An-Nasai, At-Tirmizy dan Ibnu Hibban).

Terakhir hadis tentang kebiasaan Nabi SAW berpuasa di bulan Sya'ban, sebagaimana yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA ia berkata: "Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya'ban". (HR Muslim).
(rhs)
cover top ayah
وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

(QS. Al-A’raf:96)
cover bottom ayah
preload video