Defenisi Puasa dan Dalil-dalilnya

Rabu, 15 April 2020 - 19:04 WIB
loading...
Defenisi Puasa dan Dalil-dalilnya
Dai yang juga pengajar Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Ajib. Foto/Dok RFI
A A A
Dai yang juga pengajar Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Ajib menjelaskan kaidah fiqih tentang puasa dalam bukunya "Fiqih Puasa Mazhab Syafi'i".

Adapun definisi puasa secara bahasa disebut dengan "Ash-Shoum" yang maknanya adalah menahan. Sedangkan secara istilah syar'i menurut Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Kitab Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab, puasa adalah menahan diri secara khusus dari hal yang khusus yang dikerjakan di waktu yang khusus oleh orang tertentu.

Dalil Tentang Puasa
Menurut Ustaz Ajib yang juga lulusan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta Konsentrasi Ilmu Syariah menyebutkan banyak sekali dalil-dalil yang berkaitan dengan masalah puasa. Di dalam Al-Qur'an Al-Karim, Allah Ta'ala berfirman mengenai puasa Ramadhan: "Wahai orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaiman telah diwajibkan kepada umat sebelummu agar kamu bertaqwa." (QS Al-Baqarah: ayat 183)

Di dalam hadis juga disebutkan mengenai keutamaan puasa Ramadhan: "Islam dibangun atas lima, syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan salat, menunaikan zakat, pergi haji dan puasa Ramadhan. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis lain yang menyebutkan tentang keutamaan puasa di antaranya, dari Thalhah bin Ubaidillah RA bahwa seseorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, "Ya Rasulullah SAW, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?" Beliau menjawab, "Puasa Ramadhan". "Apakah ada lagi selain itu?". Beliau menjawab, "Tidak, kecuali puasa sunnah". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ada juga hadis lain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda: "Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Selain itu, ada hadis lain yang menyebutkan mengenai keutamaan puasa Nabi Dawud 'alaihissalam. Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Salat (sunnah) yang paling dicintai oleh Allah adalah salat (seperti) Nabi Dawud. Dan puasa (sunnah) yang paling dicintai Allah adalah puasa (seperti) Nabi Dawud. Beliau tidur separuh malam, lalu salat sepertiganya dan tidur seperenamnya lagi. Beliau puasa sehari dan berbuka sehari. (HR. Al-Bukhari)

Kemudian hadis lain menyebutkan tentang puasa Asyura. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: ketika Rasulullah SAW tiba di Kota Madinah dan melihat orang-orang Yahudi sedang melaksanakan puasa Assyura, beliau pun bertanya, "Apa ini?". Mereka menjawab: "Ini hari baik, hari di mana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka lalu Musa shaum pada hari itu. Maka Rasulullah SAW menjawab: "Aku lebih berhak terhadap Musa dari kalian, maka beliau shaum pada hari itu dan memerintahkan untuk melaksanakan shaum tersebut". (HR. Al-Bukhari)

Juga ada hadis lain menyebutkan puasa Arafah. Dari Abi Qatadah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura' menghapuskan dosa tahun sebelumnya". (HR Jamaah kecuali Al-Bukhari dan Tirmizy)

Ada lagi hadis lain yang menyebutkan puasa Syawwal. Dari Ayyub Al-Anshari RA, dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: "Orang yang puasa Ramadhan lalu dilanjutkan dengan puasa 6 hari dari bulan Syawwal, maka seperti orang yang berpuasa setahun". (HR. Muslim).

Selanjutnya hadis lain menyebutkan puasa Ayyamul Bidh. Dari Abu Zar Al-Ghifari RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Aba Dzarr, bila kamu hendak puasa tiga hari dalam sebulan, maka puasalah pada tanggal 13, 14 dan 15. (HR. An-Nasai, At-Tirmizy dan Ibnu Hibban).

Terakhir hadis tentang kebiasaan Nabi SAW berpuasa di bulan Sya'ban, sebagaimana yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA ia berkata: "Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya'ban". (HR Muslim).
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengapa Zulhijjah Termasuk...
Mengapa Zulhijjah Termasuk Bulan Haram? Begini Penjelasannya
Siapakah Mumayyiz? Sah...
Siapakah Mumayyiz? Sah Atau Tidak Puasa Mereka? Simak Penjelasannya di Sini!
Apa Tujuan dari Puasa...
Apa Tujuan dari Puasa Ramadan? Begini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Inilah Orang-orang yang...
Inilah Orang-orang yang Mendapat Rukhsah Tidak Puasa di Bulan Ramadan
Puasa Itu, Rahasia antara...
Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!
Sidang Isbat Jadi Penentu...
Sidang Isbat Jadi Penentu Awal Puasa 1447 H, Begini Penjelasan Kemenag
Rekomendasi
Eropa Dilanda Kemarau...
Eropa Dilanda Kemarau Terburuk dalam Sejarah
NASA Sebut Oksigen di...
NASA Sebut Oksigen di Bumi Akan Habis Lebih Cepat dari yang Diperkirakan
Hujan Asteroid 800 Juta...
Hujan Asteroid 800 Juta Tahun Lalu Sebabkan Musim Dingin Parah di Bumi
Artikel Terkini
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Infografis
Tiga Fase Naiknya Harga...
Tiga Fase Naiknya Harga Pangan Selama Puasa dan Lebaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved