Hukum Salat 'Id di Rumah dan Cara Mengerjakannya
Kamis, 07 Mei 2020 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
Dia boleh memilih, jika mau dia bisa salat sendiri, jika mau dia bisa salat berjamaah. Abu Abdillah (Imam Ahmad) ditanya, di mana shalatnya? Beliau menjawab: "Jika dia mau di mushalla (lapangan), kalau dia mau dimana saja." (Al-Mughni, 2/290)
Dalam Al-Lajnah Ad Daimah:
صلاة العيدين فرض كفاية؛ إذا قام بها من يكفي سقط الإثم عن الباقين .
Salat Id itu fardhu kifayah, jika ada yang melaksanakan sebagian, maka sebagian lain tidak berdosa.
ومن فاتته وأحب قضاءها استحب له ذلك، فيصليها على صفتها من دون خطبة بعدها، وبهذا قال الإمام مالك والشافعي وأحمد والنخعي وغيرهم من أهل العلم
Bagi yang tidak melaksanakan dan dia mau mengqadhanya, maka itu sunnah baginya. Maka, salatlah seperti tata cara shalat Id, tanpa khutbah setelahnya. Inilah pendapat Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad, An Nakha'i, dan ulama lainnya. (Al-Lajnah ad-Daimah, 8/306)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu 'Anhu:
أَنَّهُ كَانَ إذَا لَمْ يَشْهَدْ الْعِيدَ مَعَ الْإِمَامِ بِالْبَصْرَةِ جَمَعَ أَهْلَهُ وَمَوَالِيهِ، ثُمَّ قَامَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي عُتْبَةَ مَوْلَاهُ فَيُصَلَّى بِهِمْ رَكْعَتَيْنِ، يُكَبِّرُ فِيهِمَا. وَلِأَنَّهُ قَضَاءُ صَلَاةٍ، فَكَانَ عَلَى صِفَتِهَا، كَسَائِرِ الصَّلَوَاتِ
"Jika dia tdk bisa slat Id bersama imam di Bashrah, maka dia kumpulkan keluarganya dan para pelayannya, lalu berdirilah Abdullah bin 'Utbah -pelayannya- mengimami mereka sebanyak dua rakaat, dia bertakbir pada dua rakaat itu. Karena ini qadha salat, maka caranya sama seperti salat-salat lainnya. (Al Mughni, 2/290)
Khutbah Salat Id Hukumnya Sunnah
Ada pun khutbah 'Id hukumnya sunnah, bukan kewajiban. Apabila dikerjakan tentu sangat bagus, jika tidak ada khutah, salat Id tetap sah.
Dalam Al-Lajnah Ad Daimah:
صلاة العيدين فرض كفاية؛ إذا قام بها من يكفي سقط الإثم عن الباقين .
Salat Id itu fardhu kifayah, jika ada yang melaksanakan sebagian, maka sebagian lain tidak berdosa.
ومن فاتته وأحب قضاءها استحب له ذلك، فيصليها على صفتها من دون خطبة بعدها، وبهذا قال الإمام مالك والشافعي وأحمد والنخعي وغيرهم من أهل العلم
Bagi yang tidak melaksanakan dan dia mau mengqadhanya, maka itu sunnah baginya. Maka, salatlah seperti tata cara shalat Id, tanpa khutbah setelahnya. Inilah pendapat Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad, An Nakha'i, dan ulama lainnya. (Al-Lajnah ad-Daimah, 8/306)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu 'Anhu:
أَنَّهُ كَانَ إذَا لَمْ يَشْهَدْ الْعِيدَ مَعَ الْإِمَامِ بِالْبَصْرَةِ جَمَعَ أَهْلَهُ وَمَوَالِيهِ، ثُمَّ قَامَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي عُتْبَةَ مَوْلَاهُ فَيُصَلَّى بِهِمْ رَكْعَتَيْنِ، يُكَبِّرُ فِيهِمَا. وَلِأَنَّهُ قَضَاءُ صَلَاةٍ، فَكَانَ عَلَى صِفَتِهَا، كَسَائِرِ الصَّلَوَاتِ
"Jika dia tdk bisa slat Id bersama imam di Bashrah, maka dia kumpulkan keluarganya dan para pelayannya, lalu berdirilah Abdullah bin 'Utbah -pelayannya- mengimami mereka sebanyak dua rakaat, dia bertakbir pada dua rakaat itu. Karena ini qadha salat, maka caranya sama seperti salat-salat lainnya. (Al Mughni, 2/290)
Khutbah Salat Id Hukumnya Sunnah
Ada pun khutbah 'Id hukumnya sunnah, bukan kewajiban. Apabila dikerjakan tentu sangat bagus, jika tidak ada khutah, salat Id tetap sah.
Lihat Juga :