Sebelum Syahid, Zaid Bin Haritsah Bermimpi Bidadari Surga
Minggu, 25 Oktober 2020 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
"Engkau berada di surga, wahai Zaid," jawab wanita cantik itu.
"Lalu siapakah engkau?"
"Aku adalah istrimu, istrimu untuk selamanya. Sudah lama aku menunggumu di sini," jawab perempuan itu tersenyum.
Zaid Bin Haritsah mendekat dan hendak menyentuhnya. "Jangan dulu, wahai Zaid. Sekarang belum saatnya. Engkau harus kembali ke dunia."
"Insya Allah tiga malam lagi kita akan berbuka bersama," kata wanita itu. "Semalam, semalam saja, jangan tiga malam." kata Zaid.
"Semua sudah ditentukan, wahai Zaid." [Baca Juga: Sahabat Bertanya Seperti Apakah Surga? Ini Kata Rasulullah SAW (1) ]
Itulah isi mimpi Zaid . Beliau melarang Hisyam menceritakan mimpinya tersebut kecuali Zaid telah Syahid . Tiga hari menjelang, Zaid berperang dan dalam keadaan puasa sekalipun Beliau berada di medan perang.
Zaid terkepung musuh, Hisyam yang melihatnya dari kejauhan tidakmampu berbuat banyak karena Hisyam sendiri pun tengah menghadapi musuh.
Menjelang matahari tenggelam seorang musuh berhasil melesatkan anak panah dan tepat mengenai tenggorokan Zaid . Tubuh beliau pun jatuh tersungkur.
Hisyam berlari dari kerumunan musuh dan mendekati Zaid seraya berkata: "Selamat atas buka puasamu hari ini di Surga, sahabatku,"kata Hisyam dengan derai air mata.
"Lalu siapakah engkau?"
"Aku adalah istrimu, istrimu untuk selamanya. Sudah lama aku menunggumu di sini," jawab perempuan itu tersenyum.
Zaid Bin Haritsah mendekat dan hendak menyentuhnya. "Jangan dulu, wahai Zaid. Sekarang belum saatnya. Engkau harus kembali ke dunia."
"Insya Allah tiga malam lagi kita akan berbuka bersama," kata wanita itu. "Semalam, semalam saja, jangan tiga malam." kata Zaid.
"Semua sudah ditentukan, wahai Zaid." [Baca Juga: Sahabat Bertanya Seperti Apakah Surga? Ini Kata Rasulullah SAW (1) ]
Itulah isi mimpi Zaid . Beliau melarang Hisyam menceritakan mimpinya tersebut kecuali Zaid telah Syahid . Tiga hari menjelang, Zaid berperang dan dalam keadaan puasa sekalipun Beliau berada di medan perang.
Zaid terkepung musuh, Hisyam yang melihatnya dari kejauhan tidakmampu berbuat banyak karena Hisyam sendiri pun tengah menghadapi musuh.
Menjelang matahari tenggelam seorang musuh berhasil melesatkan anak panah dan tepat mengenai tenggorokan Zaid . Tubuh beliau pun jatuh tersungkur.
Hisyam berlari dari kerumunan musuh dan mendekati Zaid seraya berkata: "Selamat atas buka puasamu hari ini di Surga, sahabatku,"kata Hisyam dengan derai air mata.
Lihat Juga :