Gara-gara Harta Kekayaan, Khalifah Umar bin Khattab Menangis
Selasa, 03 November 2020 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Harta yang mereka peroleh dari tiga puluh juta, terdiri atas barang-barang berharga yang dibawa oleh mereka yang lari dari Mada'in. Di samping itu mereka juga mendapat kuda dan alat-alat perang, yang oleh pihak Persia dulu tak ada yang ditinggalkan di ibu kotanya. Juga mereka beroleh tawanan perang yang dulu tidak mereka peroleh di Mada'in.
Sesudah Sa’ad membagi-bagikan rampasan perang yang besar itu, setiap orang mendapat sembilan ribu dan sembilan ekor kuda selain yang mendapat tawanan perempuan, di antaranya ada yang biasa dibesarkan dalam hidup berkecukupan dan biasa dimanja. Cara hidup ini membuat mereka tidak mampu lari ke gunung-gunung dan dataran-dataran luas berpasir. (Baca juga: Mukzijat Musa di Sungai Tigris untuk Pasukan Muslim, Kaisar Persia Lari Terbirit-birit )
Umar menghadapi kekayaan
Seperlima hasil rampasan perang itu oleh Sa’ad dikirimkan ke Madinah bersama sebuah rombongan, di antaranya Ziyad bin Abi Sufyan. Setelah sampai ke hadapan Umar Ziyad melaporkan begitu lancar dan menarik mengenai pembebasan Jalula dan Hulwan, sehingga kata Umar kepadanya: "Dapatkah Anda menyampaikan ini kepada masyarakat seperti yang Anda katakan kepada saya ini sekarang?"
"Ya, dapat Amirulmukminin," kata Ziyad. "Di muka bumi ini tak ada orang yang lebih saya segani dari Anda, apalagi yang lain, mengapa tidak!"
Kemudian ia pergi menceritakan peristiwa itu kepada orang banyak, bagaimana peranan pahlawan-pahlawan Muslimin dalam peristiwa itu dan berapa banyak pasukan Persia yang terbunuh dan yang diperoleh dari mereka — dengan gaya bahasa yang begitu kuat dan amat menarik.
Karena kagum, Umar berkata: "Inilah orator dengan suaranya yang benar-benar nyaring dan lancar.
Tersentuh oleh pujian ini Ziyad berkata: "Pasukan kitalah yang membuat lidah ini lancar."
Setelah beberapa pemuka memberi isyarat kepada Amirulmukminin supaya hasil rampasan perang itu disimpan dalam baitulmal, maka katanya: "Sebelum malam tiba barang-barang ini sudah akan saya bagikan." (Baca juga: Hadapi Muslim, Pasukan Persia Anggap Berperang dengan Jin )
Barang-barang rampasan perang itu diletakkan di ruangan Masjid dengan dijaga oleh Abdur-Rahman bin Auf dan Abdullah bin Arqam. Keesokan harinya selesai Umar mengimami salat subuh dan matahari sudah mulai terbit ia meminta barang-barang rampasan perang itu diperlihatkan. Tetapi setelah melihat segala macam permata yakut, zamrud, berlian, emas dan perak, ia menangis: "Apa yang membuat Anda menangis, Amirulmukminin?" tanya Abdur-Rahman bin Auf. "Sungguh semua ini harus kita syukuri."
"Bukan ini yang membuat saya menangis," jawab Umar. "Demi Allah, jika Allah memberikan yang semacam ini kepada suatu bangsa, pasti mereka akan saling mendengki, saling membenci. Dan bila suatu bangsa sudah saling mendengki, permusuhan antara mereka akan berlarut-larut."
Sesudah Sa’ad membagi-bagikan rampasan perang yang besar itu, setiap orang mendapat sembilan ribu dan sembilan ekor kuda selain yang mendapat tawanan perempuan, di antaranya ada yang biasa dibesarkan dalam hidup berkecukupan dan biasa dimanja. Cara hidup ini membuat mereka tidak mampu lari ke gunung-gunung dan dataran-dataran luas berpasir. (Baca juga: Mukzijat Musa di Sungai Tigris untuk Pasukan Muslim, Kaisar Persia Lari Terbirit-birit )
Umar menghadapi kekayaan
Seperlima hasil rampasan perang itu oleh Sa’ad dikirimkan ke Madinah bersama sebuah rombongan, di antaranya Ziyad bin Abi Sufyan. Setelah sampai ke hadapan Umar Ziyad melaporkan begitu lancar dan menarik mengenai pembebasan Jalula dan Hulwan, sehingga kata Umar kepadanya: "Dapatkah Anda menyampaikan ini kepada masyarakat seperti yang Anda katakan kepada saya ini sekarang?"
"Ya, dapat Amirulmukminin," kata Ziyad. "Di muka bumi ini tak ada orang yang lebih saya segani dari Anda, apalagi yang lain, mengapa tidak!"
Kemudian ia pergi menceritakan peristiwa itu kepada orang banyak, bagaimana peranan pahlawan-pahlawan Muslimin dalam peristiwa itu dan berapa banyak pasukan Persia yang terbunuh dan yang diperoleh dari mereka — dengan gaya bahasa yang begitu kuat dan amat menarik.
Karena kagum, Umar berkata: "Inilah orator dengan suaranya yang benar-benar nyaring dan lancar.
Tersentuh oleh pujian ini Ziyad berkata: "Pasukan kitalah yang membuat lidah ini lancar."
Setelah beberapa pemuka memberi isyarat kepada Amirulmukminin supaya hasil rampasan perang itu disimpan dalam baitulmal, maka katanya: "Sebelum malam tiba barang-barang ini sudah akan saya bagikan." (Baca juga: Hadapi Muslim, Pasukan Persia Anggap Berperang dengan Jin )
Barang-barang rampasan perang itu diletakkan di ruangan Masjid dengan dijaga oleh Abdur-Rahman bin Auf dan Abdullah bin Arqam. Keesokan harinya selesai Umar mengimami salat subuh dan matahari sudah mulai terbit ia meminta barang-barang rampasan perang itu diperlihatkan. Tetapi setelah melihat segala macam permata yakut, zamrud, berlian, emas dan perak, ia menangis: "Apa yang membuat Anda menangis, Amirulmukminin?" tanya Abdur-Rahman bin Auf. "Sungguh semua ini harus kita syukuri."
"Bukan ini yang membuat saya menangis," jawab Umar. "Demi Allah, jika Allah memberikan yang semacam ini kepada suatu bangsa, pasti mereka akan saling mendengki, saling membenci. Dan bila suatu bangsa sudah saling mendengki, permusuhan antara mereka akan berlarut-larut."
Lihat Juga :