Belajar Adab dari Rumah Tangga Rasulullah SAW
Kamis, 05 November 2020 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Rumah tangga Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم berhias adab, menjaga dan mensyukuri nikmat. Beliau mengarahkan semua istrinya untuk menghormati dan menghargai dengan sungguh-sungguh. Setiap istri Nabi mendapat pelajaran tata krama dari beliau sendiri di bawah bimbingan dan asuhan beliau. Mereka tidak menunjukkan pembicaraan kecuali yang baik.
Usai menikah dengan Sayyidah Zainab binti Jahsy, Rasulullah صلى الله عليه وسلم lalu mengunjungi kamar Sayyidah Aisyah kemudian berkeliling ke bilik istri-istri beliau. Kehidupan keluarga Nabi berjalan mulus. Tak ada ketegangan antara Nabi dan semua istri beliau. Mereka memperlakukan Nabi secara manusiawi dalam segala hal.
Ini menandakan bahwa Nabi adalah seorang manusia, kecuali saat Nabi menerima wahyu. Dalam situasi itu beliau benar-benar menyatukan diri. Salah satu bukti kemanusiaan Nabi adalah mencintai istri-istrinya dengan tulus. Kadang di depan beliau mereka adu mulut dan berteriak-teriak kecil tetapi tentu saja hal itu dilakukan dengan baik tidak keluar dari batas kesopanan.
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Sayyidina Umar radhiyallahu 'anhu pernah masuk ke rumah beliau kebetulan beberapa istri beliau sedang terlibat adu mulut begitu melihat Umar datang mereka sontak berhenti dengan heran. Umar berkata, "Kalian takut kepadaku tetapi tidak takut pada Rasulullah صلى الله عليه وسلم."
Mereka menjawab, "Ya karena kau lebih keras daripada Nabi!"
Begitulah sekelumit kehidupan rumah tangga Nabi. Beliau mengajarkan kelembutan dan kasih sayang kepada istri-istrinya. (Baca Juga: Apakah Kita Sudah Benar-benar Mencintai Rasulullah SAW? )
Wallahu A'lam
Ponpes Sultan Fatah Semarang
Usai menikah dengan Sayyidah Zainab binti Jahsy, Rasulullah صلى الله عليه وسلم lalu mengunjungi kamar Sayyidah Aisyah kemudian berkeliling ke bilik istri-istri beliau. Kehidupan keluarga Nabi berjalan mulus. Tak ada ketegangan antara Nabi dan semua istri beliau. Mereka memperlakukan Nabi secara manusiawi dalam segala hal.
Ini menandakan bahwa Nabi adalah seorang manusia, kecuali saat Nabi menerima wahyu. Dalam situasi itu beliau benar-benar menyatukan diri. Salah satu bukti kemanusiaan Nabi adalah mencintai istri-istrinya dengan tulus. Kadang di depan beliau mereka adu mulut dan berteriak-teriak kecil tetapi tentu saja hal itu dilakukan dengan baik tidak keluar dari batas kesopanan.
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Sayyidina Umar radhiyallahu 'anhu pernah masuk ke rumah beliau kebetulan beberapa istri beliau sedang terlibat adu mulut begitu melihat Umar datang mereka sontak berhenti dengan heran. Umar berkata, "Kalian takut kepadaku tetapi tidak takut pada Rasulullah صلى الله عليه وسلم."
Mereka menjawab, "Ya karena kau lebih keras daripada Nabi!"
Begitulah sekelumit kehidupan rumah tangga Nabi. Beliau mengajarkan kelembutan dan kasih sayang kepada istri-istrinya. (Baca Juga: Apakah Kita Sudah Benar-benar Mencintai Rasulullah SAW? )
Wallahu A'lam
Ponpes Sultan Fatah Semarang
(rhs)
Lihat Juga :