Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Tegaskan Wali Tak Terjangkau Nalar Manusia Biasa

loading...
Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Tegaskan Wali Tak Terjangkau Nalar Manusia Biasa
Poster Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani/Foto/Ilustrasi/Shopee
Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitabnya berjudul Futuh Al-Ghaib banyak memberi nasehat kepada umat Islam. Beliau menegaskan para wali dan badal, yang tak terjangkau nalar manusia dan kebiasaan. Perwujudan ini terbentuk: jalal (keagungan), dan jamal (keindahan). Kehendak-Nya terwujud. Secara kasyf (penglihatan rohani) dan musyahida (pengalaman-pengalaman rohani). (Baca juga: Resep Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani untuk Capai Tingkatan Wali )

"Jalal menghasilkan kegelisahan, pemahaman yang menggundahkan, dan sedemikian menguasai hati, sehingga gejala-gejalanya tampak pada jasmani," tuturnya.

Diriwayatkan bila Rasulullah salat, dari hatinya terdengar gemuruh, bak air mendidih di dalam ketel, karena intensitas ketakutan yang timbul dari penglihatan beliau akan Kekuasaan dan KebesaranNya. Diriwayatkan bahwa pilihan Allah, Nabi Ibrahim AS dan Umar sang Khalifah RA, juga mengalami keadaan yang serupa.

Mengalami perwujudan keindahan Ilahi merupakan refleksi-Nya pada hati manusia yang mewujudkan nur, keagungan, kata-kata manis, ucapan penuh kasih-sayang, dan kegembiraan atas kelimpahan keruniaNya, maqam yang tinggi, dan keakraban denganNya — yang kepadaNya segala urusan mereka kembali — dan atas takdir yang telah ditetapkanNya jauh di masa lampau. (Baca juga: Mengalami Kesulitan Hidup? Begini Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani )

Inilah karunia dan rahmatNya, dan pengukuhan atas mereka di dunia ini, sampai waktu tertentu. Ini dilakukan agar mereka tak melampaui kadar cinta yang layak dalam keinginan mereka akan hal itu, dan karenanya, hati mereka takkan berputus asa, kendati mereka jumpai berbagai hambatan atau bahkan terkulaikan oleh hebatnya ibadah mereka sampai datangnya kematian. Ia melakukan ini berdasarkan kelembutan, kasih sayang dan kehormatan, juga untuk melatih agar hati mereka lembut, karena Dia bijaksana, mengetahui, lembut terhadap mereka.

Diriwayatkan, bahwa Nabi SAW sering berkata kepada Hadhrat Bilal sang muadzin: “Wahai Bilal, gembirakanlah hati kami,” Maksud beliau, hendaklah ia serukan azan agar beliau bisa salat, guna merasakan perwujudan-perwujudan rahmat Ilahi, sebagaimana telah kita bicarakan. Itulah sebabnya Nabi SAW bersabda: “Dan mataku sejuk, bila aku salat.” (Baca juga: Kisah Terompah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang Bikin Perampok Mati Ketakutan )

Penjaga Pintu Hati
Selanjutnya dalam risalah yang lain dan pada kitab yang sama, Syaikh Abdul Qadir memberi nasehat, "Keluarlah dari kedirian. Jauhilah dia, dan pasrahkanlah segala sesuatu kepada Allah. Jadilah penjaga pintu hatimu. Patuhilah senantiasa perintah-perintah-Nya, hormatilah larangan-larangan-Nya, dengan menjauhkan segala yang diharamkan-Nya."

"Jangan biarkan kedirianmu masuk ke dalam hatimu, setelah keterbuanganmu. Mengusir kedirian dari hati, haruslah disertai pertahanan terhadapnya, dan menolak pematuhan kepadanya dalam segala keadaan," lanjutnya..

Mengizinkan ia masuk ke dalam hati, menurut Syaikh, berarti rela mengabdi kepadanya, dan berintim dengannya. "Maka, jangan menghendaki segala yang bukan kehendak Allah. Segala kehendak yang bukan kehendak Allah, adalah kedirian, yang adalah rimba kejahilan, dan hal itu membinasakanmu, dan penyebab keterasingan dari-Nya. Karena itu, jagalah perintah Allah. Jauhilah larangan-Nya, berpasrahlah selalu kepada-Nya dalam segala yang telah ditetapkanNya, dan jangan sekutukan Dia dengan sesuatu pun."

Jangan berkehendak diri, agar tak tergolong orang-orang musyrik. Allah berfirman: “Barang siapa mengharap penjumpaan (liqa) dengan Tuhannya, maka hendaklah mengerjakan amal saleh dan tidak menyekutukanNya.” (QS 18.Al Kahfi: 110)

Kesyirikan tak hanya penyembahan berhala. Pemanjaan nafsu jasmani, dan menyamakan segala yang ada di dunia dan akhirat dengan Allah, juga syirik. Sebab selain Allah adalah bukan Tuhan. Bila kau tenggelamkan dalam sesuatu selain Allah berarti kau menyekutukanNya.
halaman ke-1
cover top ayah
اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ الَّذِيۡنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتۡ قُلُوۡبُهُمۡ وَاِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتُهٗ زَادَتۡهُمۡ اِيۡمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُوۡنَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,

(QS. Al-Anfal:2)
cover bottom ayah
preload video