Rasulullah Sudah Peringatkan Utsman bin Affan Akan Terbunuh karena Fitnah
Selasa, 17 November 2020 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Di antaranya pula, apa yang telah ditentukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang waktu terjadinya fitnah tersebut, seperti yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda :”Poros Islam berputar pada 35 atau 36 atau 37 ...” ( HR. Ahmad dalam al-Musnad 1/390)
Dan Allah berkehendak hal itu terjadi pada tahun 35 H dengan dinyalakannya fitnah hingga terbunuhnya Utsman Radhiyallahu ‘anhu. (Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 2/705. oleh al-Albani)
Dan di antaranya juga, apa yang disamakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari fitnah tersebut dengan fitnah Dajjal, dari segi banyaknya manusia yang tertarik dengannya. Dan barangsiapa yang selamat dari keduanya maka dia akan selamat. (Baca juga: Inilah Sahabat Nabi yang Wajahnya Menyerupai Malaikat Jibril )
Yang demikian itu, seperti yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Hawalah Radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: ”Barangsiapa yang selamat dari 3 hal, maka dia akan selamat -3 kali diulang oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam – yaitu : wafatku, Dajjal dan terbunuhnya seorang khalifah yang bersabar di atas kebenaran dan dia pasrah”. (HR. Ahmad dalam al-Musnad 4/105)
Abdurrahman at-Tamimi mengatakan telah diketahui, bahwa khalifah yang terbunuh dalam keadaan bersabar di atas kebenaran dan pasrah untuk dibunuh adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.
Semua tanda-tanda menunjukkan bahwa khalifah yang dimaksud oleh hadis di atas adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.
Dalam hadis ini –wallahu a’lam – ada isyarat besar tentang pentingnya menyelamatkan diri dari fitnah ini, baik secara fisik maupun maknawi. Adapun secara fisik ada pada waktu terjadinya fitnah, dari menggerakkan, mengumpulkan (massa) dan membunuh serta yang lainnya.
Adapun secara maknawi, maka terjadi setelah fitnah dengan tenggelam dalam kebatilan serta berbicara tanpa haq. Maka hadits ini umum untuk umat ini, dan bukan khusus bagi yang hidup di zaman fitnah tersebut. Wallahu a’lam. (Baca juga: Zaid Bin Haritsah, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Namanya Diabadikan Al-Qur'an )
Dan Allah berkehendak hal itu terjadi pada tahun 35 H dengan dinyalakannya fitnah hingga terbunuhnya Utsman Radhiyallahu ‘anhu. (Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 2/705. oleh al-Albani)
Dan di antaranya juga, apa yang disamakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dari fitnah tersebut dengan fitnah Dajjal, dari segi banyaknya manusia yang tertarik dengannya. Dan barangsiapa yang selamat dari keduanya maka dia akan selamat. (Baca juga: Inilah Sahabat Nabi yang Wajahnya Menyerupai Malaikat Jibril )
Yang demikian itu, seperti yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Hawalah Radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: ”Barangsiapa yang selamat dari 3 hal, maka dia akan selamat -3 kali diulang oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam – yaitu : wafatku, Dajjal dan terbunuhnya seorang khalifah yang bersabar di atas kebenaran dan dia pasrah”. (HR. Ahmad dalam al-Musnad 4/105)
Abdurrahman at-Tamimi mengatakan telah diketahui, bahwa khalifah yang terbunuh dalam keadaan bersabar di atas kebenaran dan pasrah untuk dibunuh adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.
Semua tanda-tanda menunjukkan bahwa khalifah yang dimaksud oleh hadis di atas adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.
Dalam hadis ini –wallahu a’lam – ada isyarat besar tentang pentingnya menyelamatkan diri dari fitnah ini, baik secara fisik maupun maknawi. Adapun secara fisik ada pada waktu terjadinya fitnah, dari menggerakkan, mengumpulkan (massa) dan membunuh serta yang lainnya.
Adapun secara maknawi, maka terjadi setelah fitnah dengan tenggelam dalam kebatilan serta berbicara tanpa haq. Maka hadits ini umum untuk umat ini, dan bukan khusus bagi yang hidup di zaman fitnah tersebut. Wallahu a’lam. (Baca juga: Zaid Bin Haritsah, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Namanya Diabadikan Al-Qur'an )
(mhy)
Lihat Juga :