Syariat Islam Telah Sempurna Mengatur Perihal Rujuk
Selasa, 17 November 2020 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Nasihat yang Paling Baik Adalah Kematian )
Kedua, talak ba`in kubra, yaitu jatuhnya talak tiga. Dalam kondisi ini, jika suami ingin kembali kepada istrinya, wajib terwujud lima perkara berikut pada wanita tersebut; (1) menjalani masa iddahnya, (2) menikah dengan laki-laki lain (suami kedua), (3) pernah digauli suami keduanya, (4) ditalak suami keduanya dengan talak ba`in, atau suami keduanya wafat, dan (5) telah habis masa iddahnya.
Jika lima perkara tersebut terwujud, suami pertama berhak kembali kepada bekas istrinya dengan akad ulang dan mahar baru. Pendapat ini antara lain dinukil oleh Rawwas Qal’ahjie dalam Mu’jam Lughah Al-Fuqaha`, dan oleh Taqiyuddin Al-Husaini dan Taqiyuddin An-Nabhani, juga oleh M. Mutawalli al-Shabbagh dalam Al-Idhah fi Ahkam An-Nikah).
Masa iddah adalah masa menunggu bagi wanita yang ditalak atau yang suaminya wafat untuk mengetahui kebersihan rahimnya. (Rawwas Qal’ahjie). Masa iddah ada empat macam; Pertama, untuk wanita yang masih haid, lamanya adalah tiga quru` (QS Al-Baqarah: 228).
(Baca juga : Masih Ditutup, Reuni 212 Belum Dimungkinan Digelar di Monas )
Menurut Imam Taqiyuddin An-Nabhani, tiga quru` artinya tiga kali haid (seperti pendapat ulama mazhab Hambali dan Hanafi), bukan tiga kali suci (hal ini adalah pendapat ulama mazhab Maliki, Syafi’i, dan Ja’fari). Kedua, perempuan yang sedang hamil, masa iddahnya sampai ia melahirkan. Seperti disebutkan dalam firman Allah Ta'ala :
وَٱلَّٰٓـِٔى يَئِسْنَ مِنَ ٱلْمَحِيضِ مِن نِّسَآئِكُمْ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَٰثَةُ أَشْهُرٍ وَٱلَّٰٓـِٔى لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُو۟لَٰتُ ٱلْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَن يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًا
"Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS Ath-Thalaq : 4 ).
(Baca juga : Investasi Daerah Jadi Salah Satu Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional )
Ketiga, wanita yang sudah tak haid lagi (menopause), atau anak perempuan yang belum haid, masa iddahnya tiga bulan (QS Ath-Thalaq : 4). Keempat, wanita yang ditinggal mati suaminya, masa iddahnya 4 bulan 10 hari. (QS Al-Baqarah : 234). (dalam kitab Tanbihat ‘Ala Ahkam Tukhtashshu bi Al-Mu`minat` oelh Shalih Fauzan Al-Fauzan).
Kedua, talak ba`in kubra, yaitu jatuhnya talak tiga. Dalam kondisi ini, jika suami ingin kembali kepada istrinya, wajib terwujud lima perkara berikut pada wanita tersebut; (1) menjalani masa iddahnya, (2) menikah dengan laki-laki lain (suami kedua), (3) pernah digauli suami keduanya, (4) ditalak suami keduanya dengan talak ba`in, atau suami keduanya wafat, dan (5) telah habis masa iddahnya.
Jika lima perkara tersebut terwujud, suami pertama berhak kembali kepada bekas istrinya dengan akad ulang dan mahar baru. Pendapat ini antara lain dinukil oleh Rawwas Qal’ahjie dalam Mu’jam Lughah Al-Fuqaha`, dan oleh Taqiyuddin Al-Husaini dan Taqiyuddin An-Nabhani, juga oleh M. Mutawalli al-Shabbagh dalam Al-Idhah fi Ahkam An-Nikah).
Masa iddah adalah masa menunggu bagi wanita yang ditalak atau yang suaminya wafat untuk mengetahui kebersihan rahimnya. (Rawwas Qal’ahjie). Masa iddah ada empat macam; Pertama, untuk wanita yang masih haid, lamanya adalah tiga quru` (QS Al-Baqarah: 228).
(Baca juga : Masih Ditutup, Reuni 212 Belum Dimungkinan Digelar di Monas )
Menurut Imam Taqiyuddin An-Nabhani, tiga quru` artinya tiga kali haid (seperti pendapat ulama mazhab Hambali dan Hanafi), bukan tiga kali suci (hal ini adalah pendapat ulama mazhab Maliki, Syafi’i, dan Ja’fari). Kedua, perempuan yang sedang hamil, masa iddahnya sampai ia melahirkan. Seperti disebutkan dalam firman Allah Ta'ala :
وَٱلَّٰٓـِٔى يَئِسْنَ مِنَ ٱلْمَحِيضِ مِن نِّسَآئِكُمْ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَٰثَةُ أَشْهُرٍ وَٱلَّٰٓـِٔى لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُو۟لَٰتُ ٱلْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَن يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًا
"Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS Ath-Thalaq : 4 ).
(Baca juga : Investasi Daerah Jadi Salah Satu Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional )
Ketiga, wanita yang sudah tak haid lagi (menopause), atau anak perempuan yang belum haid, masa iddahnya tiga bulan (QS Ath-Thalaq : 4). Keempat, wanita yang ditinggal mati suaminya, masa iddahnya 4 bulan 10 hari. (QS Al-Baqarah : 234). (dalam kitab Tanbihat ‘Ala Ahkam Tukhtashshu bi Al-Mu`minat` oelh Shalih Fauzan Al-Fauzan).
Lihat Juga :