Jangan Lupakan Doa Ini di Pagi Hari

loading...
Jangan Lupakan Doa Ini di Pagi Hari
Doa sangat penting kita panjatkan di berbagai waktu dan kesempatan. Salah satunya, doa ketika memulai aktivitas di pagi hari. Foto ilustrasi/ist
Doa adalah percakapan antara seorang hamba kepada Tuhan , antara seorang kekasih kepada yang dikasihinya. Kata doa berasal dari kata dâ’a, yad’u, du’âan atau da’watan; yang berarti undangan, seruan, atau panggilan . Ketika berdoa, kita memanggil Tuhan dan Tuhan pun memanggil kita. Pada hakikatnya berdoa adalah saling memanggil antara sepasang kekasih.

(Baca juga : Mu'adzah binti Abdillah, Perempuan yang Selalu Menghidupkan Salat Malam )

Doa mutlak diperlukan manusia, karena manusia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sekarang dan yang akan datang, padahal manusia selalu menginginkan keberhasilan dalam mencapai apa yang diinginkannya sekarang dan yang akan datang. Untuk menangkal hal-hal yang tidak baik atau merugikan dirinya pada saat sekarang dan akan datang, semua manusia sadar bahwa sesama manusia tidak akan mampu membantu dirinya menyelesaikan hal-hal yang tidak diketahui, baik sekarang maupun yang akan datang.

(Baca juga : Kenikmatan dan Kebahagiaan Ketika Sakit )

Ini berarti manusia mutlak membutuhkan pertolongan Allah. Dan Allah telah memberi petunjuk kepada kita agar memanjatkan doa kepadaNya. Dengan doa inilah Allah memberikan jalan dan pertolongan kepadanya dengan cara yang sama sekali tidak diketahui sebelumnya dan dari arah yang sama sekali tidak diduga oleh seorang hamba. Hal ini membuktikan bahwa doa merupakan sarana yang menjadi kepentingan manusia sendiri, bukan kepentingan Allah.



Karena itu, doa sangat penting kita panjatkan di berbagai waktu dan kesempatan. Salah satunya, doa ketika memulai aktivitas di pagi hari. Lantas doa seperti apa yang seharusnya kita panjatkan? Hendaknya sebagai umat Islam, kita mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah dalam berdoa.

Telah diriwayatkan oleh Ummu Salamah radhiyallahu 'anha istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa apabila datang pagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berdoa, dengan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ، وَرِزْقًا طَيِّبًا ، وَعَمَلا مُتَقَبَّلا

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang thayyib, dan amalan yang diterima". (HR Ibnu Majah dan Ahmad).

(Baca juga : Asap Setinggi 200 Meter dan Suara Gemuruh Keluar Dari Kawah Gunung Karangetang )

Kenapa Rasulullah selalu berdoa seperti itu? Ustadz DR Syafik Riza Basalamah MA mengingatkan, kita umat muslim untuk mencermati dan merenungkan doa yang dipanjatkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ini. Isi doa yang dipanjatkan beliau adalah sebagai berikut:

1. Doa yang diminta Baginda Nabi SAW adalah ilmu

Karena dengan ilmu, pintu-pintu kebaikan dibuka. Dengan ilmu, kita tahu mana yang baik dan mana yang buruk.Dengan ilmu, kita mengetahui tentang langkah apa yang harus dipilih. Dengannya kita tahu mana yang halal dan haram. Dengannya kita tahu mana yang sunnah dan mana yang bukan.

(Baca juga : Optimalisasi Aset Negara, Menkeu Mau Bangun Taman Umum )

2. Beliau meminta rezeki

Tidak sembarang rezeki, tapi rezeki yang Thayyib Karena kita hidup di dunia, kitah butuh bekal dan sarana. Rezeki yang thayyib adalah rezeki yang halal dan berkah Yang bisa menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Kadang halal tapi tidak sehat buat jasmani kita. Kadang halal tapi tidak cukup untuk kebutuhan kita. Thoyyib adalah halal dan berkah

3. Rasulullah meminta amal yang diterima

Ilmu tanpa amal adalah bak pohon tak berbuah. Ilmu tanpa amal adalah ibarat keledai yang membawa kitab-kitab dipunggunya. Berat, tiada guna bahkan merupakan suatu kebodohan. Dan yang diminta adalah amal yang diterima. Karena ada amal-amal yang ditolak

(Baca juga : Satgas Ingatkan Belajar Tatap Muka Tahun Depan Tak Akan Seperti Dulu )

Kemudian, syarat diterima amal adalah dua, yaitu ilmu (yakni) amalan kita sesuai dengan yang dicontohkan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan yang kedua ikhlas, karena Allah Jalla wa ‘Ala.

Dengan doa ini, niscaya pagi kita akan cerah, dengan bimbingan Ilahi. Yuk kita amalkan!

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

(QS. At-Taubah:67)
cover bottom ayah
preload video