Berakhlak yang Baik Menjadi Pemberat Timbangan
Rabu, 02 Desember 2020 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah menyebutkan bahwa akhlak yang baik terhadap sesama manusia ada tiga, yaitu:
1. Tidak mengganggu (كَفُّ الْأَذَى)
Hendaknya seorang muslim tidak mengganggu manusia lainnya, terutama terhadap orang-orang dekat dengannya.
(Baca juga : Bawaslu Ungkap Modus Baru Politik Uang Berkedok Kupon di Pilbup Bandung )
Diriwayatkan dari Abu Syuraih, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda;
وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، قِيْلَ : وَمَنْ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ؟ قَالَ : اَلَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارَهُ بَوَائِقَهُ
“Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman.” Ditanyakan, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari)
2.Bersikap dermawan (بَذْلُ النَّدَى)
"Hendaknya seorang muslim bersikap dermawan terhadap muslim yang lainnya. Dan Rasulullah adalah orang yang sangat dermawan, bahkan beliau lebih dermawan dari pada angin yang berhembus," (HR. Bukhari dan Muslim).
Termasuk bentuk kedermawanan adalah dengan memaafkan kesalahan manusia yang lainnya.
(Baca juga : Rumah Dinas Gubernur DKI yang Jadi Tempat Isolasi Anies Baswedan Sudah Berusia 114 Tahun )
3. Bersikap ramah (طَلَاقَةُ الْوَجْهِ)
Hendaknya seorang muslim bersikap ramah ketika bertemu dengan saudaranya. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Dzar radhiyallahu'anhu ia berkata, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku;
لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Janganlah engkau meremehkan suatu kebaikan apapun, walaupun engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang ceria.” (HR. Muslim)
Wallahu A'lam
1. Tidak mengganggu (كَفُّ الْأَذَى)
Hendaknya seorang muslim tidak mengganggu manusia lainnya, terutama terhadap orang-orang dekat dengannya.
(Baca juga : Bawaslu Ungkap Modus Baru Politik Uang Berkedok Kupon di Pilbup Bandung )
Diriwayatkan dari Abu Syuraih, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda;
وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، قِيْلَ : وَمَنْ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ؟ قَالَ : اَلَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارَهُ بَوَائِقَهُ
“Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman.” Ditanyakan, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari)
2.Bersikap dermawan (بَذْلُ النَّدَى)
"Hendaknya seorang muslim bersikap dermawan terhadap muslim yang lainnya. Dan Rasulullah adalah orang yang sangat dermawan, bahkan beliau lebih dermawan dari pada angin yang berhembus," (HR. Bukhari dan Muslim).
Termasuk bentuk kedermawanan adalah dengan memaafkan kesalahan manusia yang lainnya.
(Baca juga : Rumah Dinas Gubernur DKI yang Jadi Tempat Isolasi Anies Baswedan Sudah Berusia 114 Tahun )
3. Bersikap ramah (طَلَاقَةُ الْوَجْهِ)
Hendaknya seorang muslim bersikap ramah ketika bertemu dengan saudaranya. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Dzar radhiyallahu'anhu ia berkata, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku;
لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Janganlah engkau meremehkan suatu kebaikan apapun, walaupun engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang ceria.” (HR. Muslim)
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :