Pentingnya Sikap Kehati-hatian
Senin, 07 Desember 2020 - 06:22 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Vaksin dan UU Ciptaker Jadi Game Changer Ekonomi Nasional 2021 )
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ
وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا ﴿٧
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.” (QS. al-Isra’ : 7).
(Baca juga : Hoaks Pilkada Bisa Bersifat Lokal dan Menyebar lewat Mulut )
Aa Gym juga menyoroti bahwa sesungguhnya kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada pelakunya. Begitu pula keburukan. Kita harus menyadari seyakin-yakinnya kalau kita berbuat baik, yang paling beruntung adalah diri kita sendiri. Keburukan yang kita lakukan pun pasti akan kembali kepada diri kita. Kita tidak boleh merasa aman meskipun dalam kesendirian. Orang-orang yang matanya tidak terjaga akan kehilangan manisnya iman dan lezatnya ibadah.
Bagaimana caranya menjaga pikiran? Supaya setiap berpikir jadi zikir. Diamnya pun jadi zikir. Tanyakan kepada diri secara mendalam, apakah yang kita katakan manfaat atau tidak? Niatnya apa, zalim atau tidak. Begitu pun hati-hati dalam menulis. Jangan sampai kita tergesa-gesa. Banyak kelalaian yang harus kita diperbaiki. Kalau tidak hati-hati bisa su’ul khatimah. Na’udzubillah.
(Baca juga : Netizen Kritik Serdy Ephy Fano, Diego Michiels Beri Dukungan )
Jika disimpulkan sikap hati-hati itu tahapannya, pertama pikirkan dengan matang, kedua rasa-rasakan di hati, ketiga tanya kepada ahlinya, lalu istikharah. Dan akhirnya sempurnakan dengan tawakal kepada Allah Ta’ala semata. Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ
وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا ﴿٧
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.” (QS. al-Isra’ : 7).
(Baca juga : Hoaks Pilkada Bisa Bersifat Lokal dan Menyebar lewat Mulut )
Aa Gym juga menyoroti bahwa sesungguhnya kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada pelakunya. Begitu pula keburukan. Kita harus menyadari seyakin-yakinnya kalau kita berbuat baik, yang paling beruntung adalah diri kita sendiri. Keburukan yang kita lakukan pun pasti akan kembali kepada diri kita. Kita tidak boleh merasa aman meskipun dalam kesendirian. Orang-orang yang matanya tidak terjaga akan kehilangan manisnya iman dan lezatnya ibadah.
Bagaimana caranya menjaga pikiran? Supaya setiap berpikir jadi zikir. Diamnya pun jadi zikir. Tanyakan kepada diri secara mendalam, apakah yang kita katakan manfaat atau tidak? Niatnya apa, zalim atau tidak. Begitu pun hati-hati dalam menulis. Jangan sampai kita tergesa-gesa. Banyak kelalaian yang harus kita diperbaiki. Kalau tidak hati-hati bisa su’ul khatimah. Na’udzubillah.
(Baca juga : Netizen Kritik Serdy Ephy Fano, Diego Michiels Beri Dukungan )
Jika disimpulkan sikap hati-hati itu tahapannya, pertama pikirkan dengan matang, kedua rasa-rasakan di hati, ketiga tanya kepada ahlinya, lalu istikharah. Dan akhirnya sempurnakan dengan tawakal kepada Allah Ta’ala semata. Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :