Kunci Kebahagiaan Cuma Satu, Dekati Allah!
Selasa, 08 Desember 2020 - 05:59 WIB
loading...
Berzikir mengingat Allah kita akan dekat dengan-Nya, dan kedekatan kita dengan-Nya akan menjadikan hati kita tenang dan bahagia. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Di dalam Islam, masalah bukanlah sebuah beban yang akan menyusahkan bahkan menjatuhkan diri seorang hamba, melainkan sebagai sebuah tangga untuk meningkatkan keimanan pada Allah Ta'ala. Bahkan, tidak ada satu mahluk pun yang tidak mendapatkan masalah dalam hidupnya, terutama manusia. Bahkan seorang nabi sekalipun memiliki masalah yang akan mendatanginya.
Aartinya, dalam kehidupan ini, kaum muslimin mesti paham bahwa tidak semuanya berjalan dengan mulus dan bahagia . Akan ada masalah melanda. Baik itu masalah besar atau pun masalah kecil. Yang perlu dilakukan manusia hanyalah bersabar, berusaha menyelesaikan masalah dan berdoa kepada Allah agar hati menjadi tenang atas cobaan yang diberikan.
(Baca juga : Berperangai Buruk kepada Suami, Dosa Besar yang Sering Diremehkan )
Dengan memahami kondisi itu, umat Islam dianjurkan agar senantiasa memupuk kebahagiaan, apapun kondisi yang Allah takdirkan. Karena itu, Islam menganjurkan agar umatnya selalu bersyukur. Karena bersyukur adalah tanda bahagia seorang hamba yang ridha dengan takdir Allah Ta'ala. Bersukur akan memunculkan kebahagiaan. Dan bahagia adalah bagian dari hati yang sehat.
Jika hati sudah sehat, maka beban masalah seberat apapun akan terkikis oleh nikmat yang banyak diberikan Allah. Maka, kebahagiaan adalah sebuah perasaan dan keadaan yang harus ada pada setiap muslim. Sebagai manusia, sangat wajar jika muslim dan muslimah selalu berharap untuk hidup bahagia, terlepas dari segala liku-liku kehidupan yang dilalui. Bahkan, banyak dari kaum muslimin yang menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan hidup atau goal yang ingin kita capai.
(Baca juga : Menanamkan Jiwa Kreatif Anak Sesuai Syariat )
Dalam tausiyahnya, ustad M. Zainuddin yang menukil beberapa pendapat, menjelaskan bahwa kebahagiaan itu yang merasakannya adalah hati. Oleh karenanya, hati menjadi kunci kebahagiaan seseorang… Sayang, banyak orang salah jalan, dan mencari kebagiaan dengan memanjakan jasmaninya. Padahal harusnya manusia hanya membutuhkan satu kunci kebahagiaan.
Kunci tersebut adalah dekatnya seorang hamba dia dengan Allah ta’ala. Oleh karena itulah, Allah ta’ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlahlah bahwa dengan ber-zikir (mengingat-Ku); hati-hati akan menjadi tenang.” (QS Arro’d: 28).
(Baca juga : Penjelasan Al-Qur'an dan Doa Nabi Tentang Angin Kencang )
Aartinya, dalam kehidupan ini, kaum muslimin mesti paham bahwa tidak semuanya berjalan dengan mulus dan bahagia . Akan ada masalah melanda. Baik itu masalah besar atau pun masalah kecil. Yang perlu dilakukan manusia hanyalah bersabar, berusaha menyelesaikan masalah dan berdoa kepada Allah agar hati menjadi tenang atas cobaan yang diberikan.
(Baca juga : Berperangai Buruk kepada Suami, Dosa Besar yang Sering Diremehkan )
Dengan memahami kondisi itu, umat Islam dianjurkan agar senantiasa memupuk kebahagiaan, apapun kondisi yang Allah takdirkan. Karena itu, Islam menganjurkan agar umatnya selalu bersyukur. Karena bersyukur adalah tanda bahagia seorang hamba yang ridha dengan takdir Allah Ta'ala. Bersukur akan memunculkan kebahagiaan. Dan bahagia adalah bagian dari hati yang sehat.
Jika hati sudah sehat, maka beban masalah seberat apapun akan terkikis oleh nikmat yang banyak diberikan Allah. Maka, kebahagiaan adalah sebuah perasaan dan keadaan yang harus ada pada setiap muslim. Sebagai manusia, sangat wajar jika muslim dan muslimah selalu berharap untuk hidup bahagia, terlepas dari segala liku-liku kehidupan yang dilalui. Bahkan, banyak dari kaum muslimin yang menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan hidup atau goal yang ingin kita capai.
(Baca juga : Menanamkan Jiwa Kreatif Anak Sesuai Syariat )
Dalam tausiyahnya, ustad M. Zainuddin yang menukil beberapa pendapat, menjelaskan bahwa kebahagiaan itu yang merasakannya adalah hati. Oleh karenanya, hati menjadi kunci kebahagiaan seseorang… Sayang, banyak orang salah jalan, dan mencari kebagiaan dengan memanjakan jasmaninya. Padahal harusnya manusia hanya membutuhkan satu kunci kebahagiaan.
Kunci tersebut adalah dekatnya seorang hamba dia dengan Allah ta’ala. Oleh karena itulah, Allah ta’ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlahlah bahwa dengan ber-zikir (mengingat-Ku); hati-hati akan menjadi tenang.” (QS Arro’d: 28).
(Baca juga : Penjelasan Al-Qur'an dan Doa Nabi Tentang Angin Kencang )
Lihat Juga :