Cerita Ajaran: Siti Fatimah dan Binatang
Kamis, 10 Desember 2020 - 09:56 WIB
loading...
A
A
A
"Bukankah aku belum dimangsanya?" jawab lalat.
Dan itu akhir percakapan.
Baca juga: Cerita Ajaran: Perusakan Sebuah Kota dan Kuda Ajaib
Kemudian Fatimah berbicara pada ikan, "Wahai, ikan," katanya menembus air, "mengapa kau tidak berusaha keluar dari air, sedikit demi sedikit? Kudengar ada beberapa jenis ikan yang dapat melakukannya."
"Sama sekali tidak mungkin," ujar ikan, "tidak ada satu pun yang melakukan itu dan bertahan hidup. Kami dibesarkan untuk percaya bahwa itu adalah suatu dosa serta bahaya yang mematikan." Ikan itu kembali menyelam ke bayangan, tidak mau mendengar omong-kosong tersebut.
Lalu Fatimah menegur siput, "Hai, siput, kau dapat merayap keluar dari air dan mendapatkan daun-daunan segar untuk dimakan. Aku telah mendengar bahwa ada siput-siput yang dapat benar-benar melakukannya."
"Sebuah pertanyaan paling baik dijawab dengan pertanyaan apabila seekor siput yang bijak mendengarnya," ujar siput.
"Barangkali akan cukup baik jika engkau bersedia mengatakan padaku, mengapa engkau demikian tertarik dengan kesejahteraanku? Orang harus menjaga diri mereka sendiri."
"Baiklah," ujar Fatimah, "Aku menganggapnya karena jika seseorang dapat lebih memperhatikan orang lain, ia ingin membantunya mencapai puncak-puncak yang lebih tinggi."
"Tampaknya hal itu merupakan suatu gagasan yang asing bagiku," jawab siput, dan merayap ke bawah sebuah batu menjauhi jarak pendengaran.
Dan itu akhir percakapan.
Baca juga: Cerita Ajaran: Perusakan Sebuah Kota dan Kuda Ajaib
Kemudian Fatimah berbicara pada ikan, "Wahai, ikan," katanya menembus air, "mengapa kau tidak berusaha keluar dari air, sedikit demi sedikit? Kudengar ada beberapa jenis ikan yang dapat melakukannya."
"Sama sekali tidak mungkin," ujar ikan, "tidak ada satu pun yang melakukan itu dan bertahan hidup. Kami dibesarkan untuk percaya bahwa itu adalah suatu dosa serta bahaya yang mematikan." Ikan itu kembali menyelam ke bayangan, tidak mau mendengar omong-kosong tersebut.
Lalu Fatimah menegur siput, "Hai, siput, kau dapat merayap keluar dari air dan mendapatkan daun-daunan segar untuk dimakan. Aku telah mendengar bahwa ada siput-siput yang dapat benar-benar melakukannya."
"Sebuah pertanyaan paling baik dijawab dengan pertanyaan apabila seekor siput yang bijak mendengarnya," ujar siput.
"Barangkali akan cukup baik jika engkau bersedia mengatakan padaku, mengapa engkau demikian tertarik dengan kesejahteraanku? Orang harus menjaga diri mereka sendiri."
"Baiklah," ujar Fatimah, "Aku menganggapnya karena jika seseorang dapat lebih memperhatikan orang lain, ia ingin membantunya mencapai puncak-puncak yang lebih tinggi."
"Tampaknya hal itu merupakan suatu gagasan yang asing bagiku," jawab siput, dan merayap ke bawah sebuah batu menjauhi jarak pendengaran.
Lihat Juga :