Manfaat Puasa Saat Hamil : Sehat dan Bergelimang Pahala
Minggu, 13 Desember 2020 - 10:53 WIB
loading...
Janin yang ada di dalam kandungan juga akan merasakan dari dalam bahwa ibunya sedang menjalankan perintah Allah Taala sehingga diharapkan saat besar nanti janin tersebut tumbuh menjadi seorang muslim yang taat. Foto istimewa
A
A
A
Salah satu manfaat terbesar puasa adalah agar setiap orang Islam mendapat predikat muttaqin, yakni orang yang bertakwa. Karena dengan ketakwaanlah seseorang akan mendapat ridha Allah dan pahala surganya Allah Ta'ala.
Allah Ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (QS Al-Baqarah : 183).
(Baca juga : Tiga Pendapat Soal Ruhsoh Puasa bagi Perempuan Hamil )
Puasa adalah salah satu kondisi dimana setiap muslim dan mukmin harus menahan lapar serta dahaga dimulai dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Dari waktu subuh hingga adzan maghrib. Sebenarnya, puasa bukan hanya terlepas dari makanan dan juga minuman, namun lebih dari itu puasa juga bertujuan untuk menahan diri dari segara bentuk amarah, prilaku, maksiat dan beberapa hal lainnya. Maka dari itu, musuh terbesar puasa yang paling berat adalah diri sendiri.
Sebenarnya tidak ada larangan bagi siapa saja yang harus dan ingin menjalankan ibadah puasa, bahkan ibu hamil dan ibu menyusui pun dianjurkan untuk berpuasa. Mungkin ketika muslimah tengah hamil dan harus berpuasa, kondisi ini akan menjadi salah satu tantangan tersendiri. Dengan kondisi yang lemah, seorang ibu hamil harus bisa menahan diri dari rasa haus dan juga lapar.
(Baca juga : Jangan Tinggalkan Amalan Shalawat Umum dan Shalawat Khusus )
Kata Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam :
صوموا تصحوا
(shumu, tashihhu), "Berpuasalah Niscaya Kamu Akan Sehat".
Hadis ini dari riwayat Imam at-Thabarani dari Abi Hurayrah RA dan Ibn Adiyy dari Sayyidina Ali dan Ibn Abbas RA.
Allah Ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (QS Al-Baqarah : 183).
(Baca juga : Tiga Pendapat Soal Ruhsoh Puasa bagi Perempuan Hamil )
Puasa adalah salah satu kondisi dimana setiap muslim dan mukmin harus menahan lapar serta dahaga dimulai dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Dari waktu subuh hingga adzan maghrib. Sebenarnya, puasa bukan hanya terlepas dari makanan dan juga minuman, namun lebih dari itu puasa juga bertujuan untuk menahan diri dari segara bentuk amarah, prilaku, maksiat dan beberapa hal lainnya. Maka dari itu, musuh terbesar puasa yang paling berat adalah diri sendiri.
Sebenarnya tidak ada larangan bagi siapa saja yang harus dan ingin menjalankan ibadah puasa, bahkan ibu hamil dan ibu menyusui pun dianjurkan untuk berpuasa. Mungkin ketika muslimah tengah hamil dan harus berpuasa, kondisi ini akan menjadi salah satu tantangan tersendiri. Dengan kondisi yang lemah, seorang ibu hamil harus bisa menahan diri dari rasa haus dan juga lapar.
(Baca juga : Jangan Tinggalkan Amalan Shalawat Umum dan Shalawat Khusus )
Kata Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam :
صوموا تصحوا
(shumu, tashihhu), "Berpuasalah Niscaya Kamu Akan Sehat".
Hadis ini dari riwayat Imam at-Thabarani dari Abi Hurayrah RA dan Ibn Adiyy dari Sayyidina Ali dan Ibn Abbas RA.
Lihat Juga :