Ngeri, Banyak Manusia Celaka Karena Kotornya Hati
Jum'at, 01 Januari 2021 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Allah Ta’ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ﴿الحجرات : ۱۳
Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. al-Hujurat : 13).
(Baca juga: PLN Perpanjang Stimulus Covid-19 hingga Maret 2021, Ini Cara Memperolehnya )
Sesungguhnya kita dihormati orang lain karena Allah Ta’ala yang Maha Pengasih masih menutupi keburukan diri kita di hadapan mereka. Sungguh hanya Allah yang kuasa memberi kedudukan dan kehormatan kepada kita. Dan hanya Allah yang kuasa mengambilnya dari diri kita.
Namun kita juga perlu hati-hati karena bukan hanya sombong oleh kekayaan dan kedudukan yang menjadi indikasi dari kotornya hati, melainkan juga sifat minder dan rendah diri. Karena berarti dunia mendominasi hatinya. Dua sikap ini sama-sama bentuk dari cinta dunia. Sedangkan cinta dunia mendatangkan berbagai macam penyakit hati.
(Baca juga: Pernikahan Virtual, Mempelai Wanita di Wisma Atlet dan Pria di KUA Mampang, Penghulu: Sah-sah Saja )
Segala apa yang ada di alam semesta ini mutlak milik Allah. Rumah yang besar atau kecil, milik sendiri atau kontrakan, kendaraan baru atau lama, mahal atau murah, semuanya sama saja. Hakikatnya semua adalah milik Allah yang dititipkan kepada kita. Manusia hanya diberi amanah. Lantas pantaskah manusia sombong dengan benda yang bukan miliknya itu?
Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah menegaskan sungguh tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat rasa sombong meski hanya sebesar biji sawi. Allah sangat tidak menyukai orang yang sombong.
(Baca juga : Kapan Jokowi Disuntik Vaksin Corona? Istana: Tergantung Kecepatan BPOM... )
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ﴿الحجرات : ۱۳
Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. al-Hujurat : 13).
(Baca juga: PLN Perpanjang Stimulus Covid-19 hingga Maret 2021, Ini Cara Memperolehnya )
Sesungguhnya kita dihormati orang lain karena Allah Ta’ala yang Maha Pengasih masih menutupi keburukan diri kita di hadapan mereka. Sungguh hanya Allah yang kuasa memberi kedudukan dan kehormatan kepada kita. Dan hanya Allah yang kuasa mengambilnya dari diri kita.
Namun kita juga perlu hati-hati karena bukan hanya sombong oleh kekayaan dan kedudukan yang menjadi indikasi dari kotornya hati, melainkan juga sifat minder dan rendah diri. Karena berarti dunia mendominasi hatinya. Dua sikap ini sama-sama bentuk dari cinta dunia. Sedangkan cinta dunia mendatangkan berbagai macam penyakit hati.
(Baca juga: Pernikahan Virtual, Mempelai Wanita di Wisma Atlet dan Pria di KUA Mampang, Penghulu: Sah-sah Saja )
Segala apa yang ada di alam semesta ini mutlak milik Allah. Rumah yang besar atau kecil, milik sendiri atau kontrakan, kendaraan baru atau lama, mahal atau murah, semuanya sama saja. Hakikatnya semua adalah milik Allah yang dititipkan kepada kita. Manusia hanya diberi amanah. Lantas pantaskah manusia sombong dengan benda yang bukan miliknya itu?
Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah menegaskan sungguh tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat rasa sombong meski hanya sebesar biji sawi. Allah sangat tidak menyukai orang yang sombong.
(Baca juga : Kapan Jokowi Disuntik Vaksin Corona? Istana: Tergantung Kecepatan BPOM... )
Lihat Juga :