Ummul Khair, Perempuan Pemberani yang Lisannya Hanya Menyuarakan Kebenaran

loading...
Ummul Khair, Perempuan Pemberani yang Lisannya Hanya Menyuarakan Kebenaran
Ummul Khair, seorang perempuan saleha, dari kalangan shahabiyah ataupun tabiin. Ia menjadikan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa taala sebagai poros hidupnya. Foto ilustrasi/ist
Kisah kebaikan muslimah saleha ini tak lekang dimakan zaman . Ia dikenal sebagai salah satu tabi'iyah (tabi'in perempuan) yang pemberani, lisannya hanya menyuarakan kebenaran , kata-katanya bijak penuh makna . Namanya adalah Ummul Khair binti Al Huraisy bin Suraqah Al Bariqiyah Al Kufiyah, atau biasa dikenal Ummul Khair.

Dinukil dari kisah para shahabiyah dan tabi'in, Ummu Khair ini sangat mahir dalam berbahasa , bahkan ia dikenal dengan julukan ahli bahasa dari Kuffah. Pemikiran politiknya juga diperhitungkan oleh Muawiyah sebagai khalifah yang pusat pemerintahannya ada di Damaskus, setelah datangnya tahun jama’ah yaitu disepakatinya perjanjian damai antara Al Hasan bin Ali dan Muawiyah.

(Baca juga: Berlemah Lemah Lembut Kepada Perempuan adalah Akhlak yang Mulia )

Diceritakan bahwa suatu ketika Muawiyah selaku khalifah menulis surat kepada gubernurnya yang ada di Kuffah agar mengundang dan mempersiapkan Ummul Khair datang ke Damaskus menemui Muawiyah. Maka Gubernur Kuffah menyiapkan segala hal yang diperlukan oleh Ummul Khair untuk berangkat ke Damaskus, mulai dari kendaraan, pengawal, pelayan, dan perbekalan yang mencukupi.



Sebelum melepas Ummul Khair berangkat ke Damaskus, Gubernur Kuffah mengatakan, “ Amirul Mukminin Muawiyah akan memberikan penghargaan padaku jika engkau mengatakan yang baik tentang diriku, begitupun sebaliknya, jika engkau katakan tidak baik, maka aku akan mendapat hukuman”.

(Baca juga: Meterai Rp3.000 dan 6.000 Masih Berlaku Sampai Akhir 2021, Tapi Ada Syarat )

Maka Ummul Khair menjawabnya tanpa basa-basi, lugas dan tegas, “ Hai laki-laki, demi Allah, janganlah engkau berharap bahwa sikap baikmu kepadaku akan membuatku menilai baik sebuah kebatilan. Janganlah engkau berputus asa bahwa apa yang kutahu tentang dirimu akan membuatku berbicara yang tidak benar tentang dirimu”.

Ini menunjukkan bahwa Ummul Khair seseorang yang berpegang teguh pada kebenaran, tidak bisa digoyahkan dengan kesenangan dunia. Beliau akan mengungkapkan kebenaran apa adanya. Ibarat tulisan maka titik dan komanya tidak bergeser sedikitpun.

Kemudian Ummul Khair berangkat meninggalkan Kuffah dan menuju Damaskus untuk menemui Amirul mukminin. Sesampainya di Damaskus, Ummul Khair ditempatkan di sebuah rumah khusus wanita selama 3 hari dan hari ke 4 menemui khalifah Muawiyah. Saat Ummul Khair masuk ruangan Khalifah Muawiyah sudah berkumpul bersama pejabat-pejabatnya.
halaman ke-1
cover top ayah
اَفَحَسِبۡتُمۡ اَنَّمَا خَلَقۡنٰكُمۡ عَبَثًا وَّاَنَّكُمۡ اِلَيۡنَا لَا تُرۡجَعُوۡنَ
Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

(QS. Al-Mu’minun:115)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video