Satu-satunya Amalan yang Pahalanya Tidak Terbatas

loading...
Satu-satunya Amalan yang Pahalanya Tidak Terbatas
Ilustrasi Khalifah Umar Bin Khattab yang bersabar ketika menjadi pemimpin kaum muslimin. Suka duka menjadi pemimpin dilaluinya dengan bersabar dan berdoa kepada Allah. Foto/dok Film Omar
Banyak jalan menuju surga dan ridha Allah Ta'ala. Ada yang masuk surga karena amalan shalatnya, hajinya, puasanya. Ada juga yang dimudahkan ke surga karena sedekahnya, silaturrahimnya dan akhlak terpujinya.

Jika seluruh amal saleh dilipatgandakan oleh Allah Ta'ala, ternyata ada satu amalan yang pahalanya tidak berbatas dan tiada terhingga. Barangsiapa yang mengamalkannya niscaya Allah sendiri yang mengganjarnya tanpa perhitungan hingga di akhirat sekalipun. Amalan apakah itu?

(Baca Juga: 4 Keutamaan Bagi Orang yang Bersabar Menghadapi Musibah)

Ketahuilah bahwa amalan itu adalah sabar. Dalam bahasa Arab, sabar atau shobaro (صَبَرَ - يَصْبِرُ) artinya menahan diri, tabah, bertahan dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. Sabar merupakan adalah pilar kebahagiaan seorang hamba.

Mengenai keutamaan sabar ini dijelaskan dalam Al-Qur'an sebagaimana firman Allah:



إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"...Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar: 10)

Ulama besar ahli fiqih dan pakar hadis kelahiran Uzbekistan, Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam Kitab Tanbihul Ghafilin menerangkan keutamaan sabar. Abu Laits berkata: "Seorang tidak akan mencapai tingkat orang-orang yang baik kecuali dengan sabar atas penderitaan kesukaran dan gangguan (kesulitan). Allah menyuruh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabar sebagaimana firman-Nya: "Fashbir kamaa shabara ulul azmi minarrusul (sabarlah sebagaimana sabarnya para Rasul yang bersemangat besar."

Said bin Jubair dari Ibn Abbas radhiyallahu 'anhu berkata Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda: "Pertama-tama orang yang akan dipanggil masuk surga ialah yang selalu memuji Allah mengucapkan Alhamdulillah atas kesenangan maupun kesulitan serta kesusahan."



Maka seorang hamba seharusnya bersabar atas apa yang menimpa dirinya dari kesulitan. Seorang mukmin juga harus meneladani Nabi Muhammad dan memperhatikan bagaimana kesabaran beliau menghadapi gangguan kaum musyrikin.

Abdullah bin Alharits meriwayatkan dari Ibn Abbas berkata: "Seorang Nabi mengeluh kepada Allah: 'Ya Tuhan, mengapa seorang hamba yang taat kepada perintah-Mu dan menjauhi larangan-larangan-Mu, Engkau hindarkan darinya dunia dan Engkau hidangkan baginua ujian bala. Sedang hamba yang kafir tidak taat bahkan melanggar larangan-Mu, Engkau jauhkan darinya bala dan Engkau lapangkan baginya dunia (rezeki)?"

Maka Allah Ta'ala menurunkan wahyu kepadanya: "Seorang mukmin berbuat dosa dan Aku hindarkan darinya dunia (rezeki) dan Aku turunkan padanya bala untuk menjadi penebus dari dosa-dosanya sehingga ia menghadap kepada-Ku dan Aku membalas hasanat-hasanatnya. Sedang orang kafir berbuat dosa, maka Aku lapangkan baginya dunia (rezeki) dan Aku jauhkannya dari bala sehingga menghadap kepada-Ku, maka Aku akan balas semua dosa-dosanya."

Imam Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ahmad Abdul Wahhab bin Muhammad Assamarqandi dari Humaid Aththawil dari Anas bin Malik berkata: "Jika Allah akan memberi seorang hamba kebaikan atau dijadikan kekasih-Nya, maka dituangkan bala atasnya dan digerojok sederas-derasnya lalu bila berdoa disambut kedua kalinya. Disambut oleh Allah (yang berbunyi): "Labbaika wasa'daika, tiadalah Aku meminta sesuatu melainkan Aku simpan di sisi-Ku untukmu yang lebih utama."

Maka apabila tiba hari Kiamat dihadapkan orang-orang ahli amal lalu ditimbang amal perbuatannya, shalatnya, puasanya, sedekahnya dan hajinya menurut timbangan masing-masing, kemudian didatangkan ahli bala dan bagi mereka tidak ada timbangan amal. Tetapi pahala itu dituangkan sederas-derasnya sebagaimana dahulu di dunia dituangkan bala. Sehingga orang-orang yang sehat itu ingin andaikan tubuh mereka diguntung-gunting dengan gunting karena melihat pahala yang diterima oleh ahli bala itu.

Itulah kebenaran firman Allah yang artinya: "Sungguh akan dibayar tunai pahala orang-orang yang sabar itu tanpa perhitungan (batas)". Subhanallah, betapa dahsyatnya pahala dan keutamaan orang bersabar. Andai kita tau besarnya pahala bersabar niscaya kita akan ridha diberi musibah dan kesulitan. Semoga kita tergolong orang-orang yang bersabar. Aamiin.

(Baca Juga: Mengapa Sabar itu Pahalanya Berlipat Ganda?)

Wallahu A'lam
(rhs)
cover top ayah
لَاۤ اِكۡرَاهَ فِى الدِّيۡنِ‌ۙ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشۡدُ مِنَ الۡغَىِّ‌ۚ فَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِالطَّاغُوۡتِ وَيُؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسۡتَمۡسَكَ بِالۡعُرۡوَةِ الۡوُثۡقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا‌‌ ؕ وَاللّٰهُ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

(QS. Al-Baqarah:256)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video