Mudir Ali Sabri: Laki-laki dan Guru
Jum'at, 15 Januari 2021 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu dari teman sang tukang menjelaskan, "Ia melakukan ini untuk alasan-alasan tertentu. Ini demi kebaikan orang lain."
"Lalu mengapa ia tidak berbicara untuk dirinya sendiri, menjelaskannya secara rinci kepada kita semua?" mereka berteriak.
Tukang batu, mengorbankan waktunya yang dibutuhkan untuk membangun, menghampiri mereka dan mengatakan:
"Aku ke sini untuk menjelaskan kepadamu apa yang aku lakukan dan mengapa."
Baca juga: Kaum Sufi Itu Seperti Khidr, Orang Berbaju Hijau yang Berkelana di Muka Bumi
Tiba-tiba mereka berteriak, "Lihat, setelah tahu orang sewaannya tidak dapat meyakinkan kita, ia datang sendiri, mencoba menipu kita! Jangan dengarkan ia."
Si tukang kembali melanjutkan pekerjaannya, sementara yang lain berseru di belakangnya:
"Lihat bagaimana ia menyelinap pergi ... ia tidak dapat membingungkan kita, karena kita orang-orang yang berpikiran jernih."
Salah seorang, yang memiliki pemikiran lebih adil daripada yang lain, berkata:
"Tidak dapatkah kita sedikit menyesuaikan dalam masalah ini; barangkali ia benar-benar mencoba melakukan sesuatu yang baik. Di lain pihak, jika tidak, barangkali kita dapat menentukan situasi ini berdasar kenyataan, bukan pendapat."
Baca juga: Qalandar Puri: Betapa Anehnya Manusia
"Lalu mengapa ia tidak berbicara untuk dirinya sendiri, menjelaskannya secara rinci kepada kita semua?" mereka berteriak.
Tukang batu, mengorbankan waktunya yang dibutuhkan untuk membangun, menghampiri mereka dan mengatakan:
"Aku ke sini untuk menjelaskan kepadamu apa yang aku lakukan dan mengapa."
Baca juga: Kaum Sufi Itu Seperti Khidr, Orang Berbaju Hijau yang Berkelana di Muka Bumi
Tiba-tiba mereka berteriak, "Lihat, setelah tahu orang sewaannya tidak dapat meyakinkan kita, ia datang sendiri, mencoba menipu kita! Jangan dengarkan ia."
Si tukang kembali melanjutkan pekerjaannya, sementara yang lain berseru di belakangnya:
"Lihat bagaimana ia menyelinap pergi ... ia tidak dapat membingungkan kita, karena kita orang-orang yang berpikiran jernih."
Salah seorang, yang memiliki pemikiran lebih adil daripada yang lain, berkata:
"Tidak dapatkah kita sedikit menyesuaikan dalam masalah ini; barangkali ia benar-benar mencoba melakukan sesuatu yang baik. Di lain pihak, jika tidak, barangkali kita dapat menentukan situasi ini berdasar kenyataan, bukan pendapat."
Baca juga: Qalandar Puri: Betapa Anehnya Manusia
Lihat Juga :