Umm al-Hasan: Kepatuhan Adalah Bagian dari Perhatian

loading...
Umm al-Hasan: Kepatuhan Adalah Bagian dari Perhatian
Ilustrasi/Ist
JIKA tidak dapat patuh, engkau tidak dapat belajar apa pun. Kepatuhan adalah bagian dari perhatian.

Engkau harus patuh kepada gurumu. Dari latihan patuh ini, engkau akan dapat belajar betapa tidak jujurnya pikiranmu.

Berkeluh-kesah dan mungkin menyesali kepatuhan, barangkali sesuatu yang dianggap pantas untuk dikerjakan. Pantas hanya untuk yang tidak pantas; mereka yang tidak dapat mencapai yang lebih tinggi.

Baca juga: Mudir Ali Sabri: Laki-laki dan Guru



Bila engkau diberi waktu, dan engkau tiba di tempat gurumu lebih awal, maka engkau tamak. Jika engkau terlambat, maka engkau tidak patuh.

Bila gurumu menyatakan bahwa untuk sementara engkau tidak perlu belajar, dan bahkan jika ia tampak meremehkan dirimu, tentunya untuk satu alasan. Ini sering dilakukan ketika belajar menjadi buruk bagi seseorang. Mencoba membuatnya berbuat yang lain kepadamu, adalah tindakan ketidakpatuhan.

Baca juga: Haidar Sirdan: Imitasi dan Kejujuran

Sholavi mengisahkan:

Pertama kali aku bertemu Pembimbingku saat aku berusia enambelas tahun. Ia setuju untuk mengajariku, dan memberiku tiga pelajaran. Aku tidak melihatnya, atau pernah mendengarnya, sampai usiaku empatpuluh satu. Kata pertamanya padaku pada peristiwa itu adalah: "Engkau dapat memulai pekerjaanmu sekarang."

Baca juga: Kisah Sufi: Ucapan Terakhir Al-Hallaj Saat Dieksekusi Mati

====
Umm al-Hasan,dinukil dari Idries Shah dalam The Way of the Sufi dan telah diterjemahkan Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha dengan judul " Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat " .
(mhy)
cover top ayah
وَوَصَّيۡنَا الۡاِنۡسَانَ بِوَالِدَيۡهِ اِحۡسَانًا‌ ؕ حَمَلَـتۡهُ اُمُّهٗ كُرۡهًا وَّوَضَعَتۡهُ كُرۡهًا‌ ؕ وَحَمۡلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوۡنَ شَهۡرًا‌ ؕ حَتّٰٓى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرۡبَعِيۡنَ سَنَةً  ۙ قَالَ رَبِّ اَوۡزِعۡنِىۡۤ اَنۡ اَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ الَّتِىۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وَالِدَىَّ وَاَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًا تَرۡضٰٮهُ وَاَصۡلِحۡ لِىۡ فِىۡ ذُرِّيَّتِىۡ ؕۚ اِنِّىۡ تُبۡتُ اِلَيۡكَ وَاِنِّىۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ
Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”

(QS. Al-Ahqaf:15)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video