Ketika Tumpukan Mayat Muslim Bergelimpangan di Sekitar Kaki Unta Siti Aisyah

Sabtu, 30 Januari 2021 - 10:30 WIB
loading...
Ketika Tumpukan Mayat...
Ilustrasi/Ist
A A A
Perang Unta atau Waq'atul Jamal antara sesama kaum muslimin, sudah tak dapat dihindarkan lagi. Dalam tulisannya tentang Waq'atul Jamal, Al-Madainiy dan Al-Waqidiy yang dikutip buku " Sejarah Hidup Imam Ali ra " karya H.M.H. Al Hamid Al Husai antara lain memaparkan bahwa dua pasukan saling berhadapan, pasukan Thalhah dan penduduk Bashrah, terus menerus dibakar semangatnya dengan syair-syair agitasi.

Baca juga: Perang Unta: Syahidnya Dua Sahabat Nabi, Thalhah dan Zubair

Mereka dikerahkan untuk mengarungi pertempuran sengit melawan Ali bin Abu Thalib r.a. dan pasukannya. Di tengah-tengah pertempuran sedang berlangsung sengit, muncul Auf bin Qhatan Adh Dhabiy. Ia berteriak: "Tidak ada pihak yang harus dituntut atas kematian Utsman selain Ali bin Abi Thalib dan anak-anaknya!"

Sejalan dengan itu ia menarik tali kekang unta yang dikendarai Sitti Aisyah r.a. sambil bersyair:

Hai ibu…, hai ibu, tanah air telah lepas dariku.
Aku tak ingin kuburan dan tak ingin kain kafan.
Di sinilah medan laga bagi Auf bin Qhatan.
Jika Ali lepas dari tangan, matilah aku.
Atau jika dua anaknya, Hasan dan Husein, lepas...
Baiklah aku mati merintih bagaikan pahlawan!

Dengan pedang teracung di tangan ia maju menerjang. Belum sempat pedangnya menjatuhkan korban di pihak lawan, ia sendiri sudah tersungkur terbelah setengah badan dan menggelepar bergumul dengan pasir.

Baca juga: Jelang Pecah Perang, Surat Ali bin Abu Thalib dan Siti Aisyah yang Menggetarkan

Tali kekang yang lepas dari tangannya, segera diambil oleh Abdullah bin Abza. Ketika itu barang siapa yang benar-benar berani bertempur sampai mati, ia pasti maju mendekati unta Sitti Aisyah r.a. dan memegang tali kekangnya.

Sambil mendendangkan syair, Abdullah bin Abza tampil menghunus pedang dan mulai menyerang pasukan Ali bin Abu Thalib. Dengan syair juga ia menantang Ali bin Abu Thalib:

Mereka kuserang, tetapi tak kulihat ayah si Hasan
Aduhai....itu merupakan kesedihan di atas kesedihan


Mendengar tantangan Abdullah bin Abza, Ali bin Abu Thalib segera keluar dari barisan untuk melakukan serangan dengan tombak. Beberapa saat perang tanding berlangsung.

Baca juga: Kisruh Pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib: Soal Unta, Siti Aisyah Dibohongi

Setelah beberapa kali ayunan pedang Abdullah bin Abza gagal menyentuh tubuh Ali bin Abu Thalib, tiba-tiba ujung tombak yang runcing mengkilat sudah menancap di tengah-tengah dadanya.

Ia jatuh tersungkur. Beberapa detik sebelum Abdullah menarik nafas terakhir, Ali bin Abu Thalib menghampirinya sambil bertanya: "Sudahkah engkau melihat ayah si Hasan? Bagaimana engkau lihat dia?"

Habis mengucapkan pertanyaan itu Ali bin Abu Thalib kembali ke pasukan.

Segenggam Kerikil
Sementara pasukan kedua belah pihak sedang bergulat mengadu senjata, banyak kepala dan tangan berjatuhan terpisah dari batang tubuhnya, Sitti Aisyah r.a. turun dari unta. Ia mengambil segenggam kerikil, lalu dicampakkan kepada pengikut-pengikut Ali bin Abu Thalib r.a. seraya berteriak: "Hancurlah muka kalian!"

Hal semacam itu dilakukan Sitti Aisyah r.a., meniru perbuatan Rasulullah SAW dalam perang Hunain. Melihat peperangan semakin dahsyat, bersama regu pasukan yang mengenakan serban hijau, terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar , Ali bin Abu Thalib r.a. maju memimpin serangan. Ia diapit oleh tiga orang putranya: Al Hasan, Al Husein, dan Muhammad Al Hanafiyah .

Baca juga: Konflik Khilafah: Kisah Suram Putra Ketiga Ali bin Abi Thalib
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Sahabat Nabi Berbuka...
Kisah Sahabat Nabi Berbuka Puasa : Keisengan Biji Kurma Ali bin Abi Thalib
Kisah Hikmah : Kerudung...
Kisah Hikmah : Kerudung Tipis Hafsah binti Abdurrahman
Rahasia Rezeki Menurut...
Rahasia Rezeki Menurut Ali bin Abi Thalib
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Uwais Al-Qarni, Pemuda Miskin yang Terkenal di Langit
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Karamah Salman Al Farisi
Salman Al Farisi : Sahabat...
Salman Al Farisi : Sahabat Nabi SAW, Ahli Perang dari Iran
Rekomendasi
Fenomena Alam yang Membuat...
Fenomena Alam yang Membuat Daratan di Bumi Terangkat Terungkap
Mengungkap Misteri di...
Mengungkap Misteri di Balik Lukisan Raja Charles II Karya Carreno de Miranda
Benarkah Struktur Aneh...
Benarkah Struktur Aneh di Bawah Laut Jepang Piramida? Berikut Keganjilannya
Artikel Terkini
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Korupsi Merupakan Karakter...
Korupsi Merupakan Karakter Orang Munafik, Dosanya Mengerikan!
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved