Harga, Gelar, dan Tempat Timur Lenk di Akherat, Menurut Nasruddin
Sabtu, 16 Mei 2020 - 15:13 WIB
loading...
Saya yakin Anda akan ditempatkan bersama Firaun dari Mesir, raja Namrudz dari Babilon, kaisar Nero dari Romawi, dan juga Jenghis Khan. Ilustrasi/Ist
A
A
A
Nasruddin Hoja adalah seorang sufi yang hidup di kawasan sekitar Turki pada abad-abad kekhalifahan Islam hingga penaklukan Bangsa Mongol di bawah panglima Timur Lenk yang kejam. Timur Lenk banyak sekali melakukan penghancuran kebudayaan, tetapi dengan berbagai kecerdikan, Nasruddin dapat melewati masa suram itu. (Baca juga:
Timur Lenk Minta Nasruddin Hoja Mengajari Keledai Membaca )
TIMUR LENK mulai mempercayai Nasruddin, sehingga kadang mengajaknya berbincang soal kekuasaannya.
"Nasrudin," katanya suatu hari, "Setiap khalifah di sini selalu memiliki gelar dengan nama Allah. Misalnya: Al-Muwaffiq Billah, Al-Mutawakkil 'Alallah, Al-Mu'tashim Billah, Al-Watsiq Billah, dan lain-lain. Menurutmu, apakah gelar yang pantas untukku?"
Baca juga: Abu Nawas Jalankan Perintah Baginda Mengajar Lembu Mengaji
Cukup sulit, mengingat Timur Lenk adalah penguasa yang bengis. Tapi tak lama, Nasrudin menemukan jawabannya. "Saya kira, gelar yang paling pantas untuk Anda adalah Naudzu-Billah saja."
Baca juga: Lolos Dari Maut, Abu Nawas Mengolah Ladang dari Dalam Penjara
Timur Lenk masih meneruskan perbincangan dengan Nasrudin soal kekuasaannya.
"Nasrudin! Kalau setiap benda yang ada di dunia ini ada harganya, berapakah hargaku ?"
Kali ini Nasrudin menjawab sekenanya, tanpa banyak berpikir. "Saya taksir, sekitar 100 dinar saja"
Baca juga: Kisah Bijak: Orang-Orang Buta dan Gajah
Timur Lenk membentak Nasrudin, "Keterlaluan! Apa kau tahu bahwa ikat pinggangku saja harganya sudah 100 dinar."
Timur Lenk Minta Nasruddin Hoja Mengajari Keledai Membaca )
TIMUR LENK mulai mempercayai Nasruddin, sehingga kadang mengajaknya berbincang soal kekuasaannya.
"Nasrudin," katanya suatu hari, "Setiap khalifah di sini selalu memiliki gelar dengan nama Allah. Misalnya: Al-Muwaffiq Billah, Al-Mutawakkil 'Alallah, Al-Mu'tashim Billah, Al-Watsiq Billah, dan lain-lain. Menurutmu, apakah gelar yang pantas untukku?"
Baca juga: Abu Nawas Jalankan Perintah Baginda Mengajar Lembu Mengaji
Cukup sulit, mengingat Timur Lenk adalah penguasa yang bengis. Tapi tak lama, Nasrudin menemukan jawabannya. "Saya kira, gelar yang paling pantas untuk Anda adalah Naudzu-Billah saja."
Baca juga: Lolos Dari Maut, Abu Nawas Mengolah Ladang dari Dalam Penjara
Timur Lenk masih meneruskan perbincangan dengan Nasrudin soal kekuasaannya.
"Nasrudin! Kalau setiap benda yang ada di dunia ini ada harganya, berapakah hargaku ?"
Kali ini Nasrudin menjawab sekenanya, tanpa banyak berpikir. "Saya taksir, sekitar 100 dinar saja"
Baca juga: Kisah Bijak: Orang-Orang Buta dan Gajah
Timur Lenk membentak Nasrudin, "Keterlaluan! Apa kau tahu bahwa ikat pinggangku saja harganya sudah 100 dinar."
Lihat Juga :