Ummu Darda : Potret Muslimah yang Zuhud dan Haus Ilmu

loading...
Ummu Darda : Potret Muslimah yang Zuhud dan Haus Ilmu
Ummu Darda, merupakan teladan yang bisa menjadi panutan dan menginspirasi muslimah zaman ini. Foto ilustrasi/ist
Nama aslinya adalah Hujaimah binti Huyay Al Awshabiyah. Namun, sosok shahabiyah ini dikenal dan populer dengan nama Ummu Darda. Ia berasal dari Washshab, yakni sebuah kabilah di Himyar.Hijaimah kecil memang sudah didik untuk mencinta ilmu . Ia senantiasa mendapatkan pelajaran langsung dari sang ayah. Bahkan ia mampu menghapal Al Qur’an dengan tepat.

Karenanya Ummu Darda ' ash-Shugra Radhiyallahu'anha, dikenal pula sebagai sosok muslimah akan sikap zuhud dan setianya terhadap sang suami. Ummu Darda ' juga merupakan sosok yang selalu haus akan ilmu.

Baca juga: Puasa Bagi Perempuan Hamil, Bagaimana Hukumnya?

Dinukil dari berbagai sumber tentang kisah-kisah para Shahabiyah Rasulullah, dikisahkan bahwa setelah sang ayah meninggal, Hujaimah menjadi yatim piatu. Ia lantas diasuh oleh oleh Abu Darda ' Radhiyallahu'anhu, seorang sahabat yang terkenal sebagai ahli ibadah. Abu Darda ' juga memiliki sifat kepemimpinan dan kebijaksanaan yang baik hingga diamanahkan oleh Khalifah Umar bin Khattab untuk memimpin Negeri Syam.

Saat diasuh oleh Abu Darda ', Hujaimah kecil sering dikutsertakan menghadiri salat berjamaah di tengah shaf laki-laki dengan mengenakan burnus, yakni sejenis pakaian yang mempunyai penutup kepala. Hujaimah juga sering diajak ikut kajian untuk membaca Al Qur’an. Barulah setelah dewasa, Abu Darda ' menyuruh Hujaimah untuk ikut di barisan perempuan.

Baca juga: Cara Menjaga Keistiqamahan

Tumbuh di lingkungan orang-orang berilmu sedari kecil membuat Hujaimah selalu haus akan pengetahuan. Dirinya sangat rajin menimba ilmu dan belajar langsung dari para mualim pada saat itu. Sebut saja Fadhalah bin Ubaid Al Anshari, Salman Al Farisi, Kaab bin Ashim Al Asy’ari, Abu Hurairah, hingga Sayyidah Aisyah binti Abu Bakkar, serta para sahabat lainnya.

Karena ketekunan dan kegigihannya dalam menimba ilmu, Abu Darda ' dibuat terpikat hingga akhirnya meminang Hujaimah. Sejak saat itulah, ia mendapat gelar Ummu Darda ' as-Sughra (yang kecil).

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Melaksanakan Zikir Pagi dan Sore?

Keduanya merupakan sosok yang zuhud serta senantiasa menambah ilmu pengatahuan. Bahkan Hujaimah menjadi salah satu ahli fiqih yang sering ditanyai mengenai suatu hal. Salah satu sahabat yakni Yunus Ibnu Maisharah mengakui sendiri sikap zuhud Hijaimah. Bersama para shahabiyah (sahabat perempuan Rasulullah) lainnya, Hujaimah selalu mengisi malam-malanya dengan salat tahajud.

“Suatu ketika, kami mendatangi Ummu Darda ', ketika itu ada beberapa perempuan di sisinya. Mereka semua adalah perempuan yang menghabiskan malam-malamnya untuk bertahajud sehingga kakinya sampai bengkak,” begitulah pengakuan Yunus Ibnu Maisharah.

Baca juga: Kisah Noni Belanda, Penunggu Gedung Tua Polsek Palmerah Jakarta Barat

Tak hanya zuhud, Hujaimah juga dikenal akan sikap setianya kepada sang suami. Hujaimah digambarkan sebagai istri yang santun, hormat dan taat kepada suami. Sikap hormatnya dapat dilihat dari ia yang memanggil Abu Darda ' dengan sebutan tuanku.
Baca juga:

Suatu ketika, Hujaimah pernah berkata kepada Abu Darda ', “Wahai Abu Darda ', sesungguhnya engkau meminangku kepada kedua orangtuaku di dunia maka mereka menikahkan aku denganmu. Dan, sekarang aku akan meminangkan diriku denganmu di akhirat.”

Kemudian Abu Darda menjawab, “Jika engkau menjadi istriku di surga, janganlah menikah lagi setelah aku meninggal dunia.”

Baca juga: Awas! Jika Kasus Covid-19 Makin Banyak, Ekonomi Bakal Sulit Bergerak

Permintaan Abu Darda ini pun dikabulkan oleh Hujaimah. Selepas Abu Darda meninggal dunia, Hujaimah tak pernah lagi menikah dengan orang lain. Padahal dirinya pada saat itu masih muda dan dikenal akan kecantikan wajahnya.

Pernah seorang sahabat, yakni Khalifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan datang kepada Hujaimah untuk meminang dirinya. Namun, Hujaimah dengan halus menolak pinangan tersebut.

Baca juga : Abu Janda Dinilai Tak Lagi Bisa Berkelit dari Proses Hukum

“Saya tidak akan menikah lagi dengan seorang pun di dunia sampai menikah dengan Abu Darda di dalam surga, insya Allah,” katanya.

Demikian kisah dari sosok muslimah yang zuhud dan berilmu. Ummu Darda, merupakan teladan yang bisa menjadi panutan dan menginspirasi muslimah zaman ini.

Baca juga: Nyamar Agar Bisa Dapat Vaksin COVID-19, Jutawan Kanada Terancam Dibui

Wallahu A'lam.
(wid)
cover top ayah
شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Baqarah:185)
cover bottom ayah
preload video