Belajar Menepati Janji Dari Para Nabi
Jum'at, 12 Februari 2021 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
Dinukil dari tulisan Ustadz Abu Muhammad Abdulmu’thi, Lc, di asysyariah, janji itu merupakan salah satu akhlak terpuji yang paling mulia. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika para rasul yang merupakan panutan umat, yang menyampaikan risalah-Nya shallallahu alaihi wa sallam kepada manusia; menghiasi diri mereka dengan akhlak mulia ini.
Baca juga: Menambal Amal yang Cacat
Inilah Ibrahim alaihis salam, bapak para nabi dan imam ahli tauhid. Allah subhanahu wa ta’ala telah menyifatinya sebagai orang yang menepati janji. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَإِبۡرَٰهِيمَ ٱلَّذِي وَفَّىٰٓ
“Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (QS an-Najm: 37)
Maksudnya, Nabi Ibrahim alaihis salam telah melaksanakan seluruh ujian dan perintah dari syariat Allah subhanahu wa ta’ala, baik yang pokok maupun cabangnya.
Baca juga: Menko PMK Ungkap Alasan Pemerintah Terapkan PPKM Mikro
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman mengenai Nabi Ismail alaihis salam,
إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلۡوَعۡدِ
“Dia benar-benar seorang yang benar janjinya.” (QS Maryam: 54)
Maksudnya, tidaklah beliau menjanjikan sesuatu, kecuali pasti beliau penuhi. Hal ini mencakup janji yang beliau ikrarkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala ataupun kepada manusia.
Oleh karena itu, tatkala beliau berjanji untuk sabar disembelih bapaknya—karena menaati perintah Allah subhanahu wa ta’ala—beliau pun menepatinya dengan mempersembahkan diri beliau untuk tunduk kepada perintah Allah subhanahu wa ta’ala (untuk disembelih). (Taisir al-Karimir Rahman)
Baca juga: Menambal Amal yang Cacat
Inilah Ibrahim alaihis salam, bapak para nabi dan imam ahli tauhid. Allah subhanahu wa ta’ala telah menyifatinya sebagai orang yang menepati janji. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَإِبۡرَٰهِيمَ ٱلَّذِي وَفَّىٰٓ
“Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (QS an-Najm: 37)
Maksudnya, Nabi Ibrahim alaihis salam telah melaksanakan seluruh ujian dan perintah dari syariat Allah subhanahu wa ta’ala, baik yang pokok maupun cabangnya.
Baca juga: Menko PMK Ungkap Alasan Pemerintah Terapkan PPKM Mikro
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman mengenai Nabi Ismail alaihis salam,
إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلۡوَعۡدِ
“Dia benar-benar seorang yang benar janjinya.” (QS Maryam: 54)
Maksudnya, tidaklah beliau menjanjikan sesuatu, kecuali pasti beliau penuhi. Hal ini mencakup janji yang beliau ikrarkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala ataupun kepada manusia.
Oleh karena itu, tatkala beliau berjanji untuk sabar disembelih bapaknya—karena menaati perintah Allah subhanahu wa ta’ala—beliau pun menepatinya dengan mempersembahkan diri beliau untuk tunduk kepada perintah Allah subhanahu wa ta’ala (untuk disembelih). (Taisir al-Karimir Rahman)
Lihat Juga :