Setelah Diusir dari Surga, Nabi Adam dan Siti Hawa Berbuat Syirik?
Senin, 22 Februari 2021 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
1. Kisah ini tidak terdapat dalam hadis yang shahih dari Nabi padahal kisah seperti ini tidak bisa diterima kecuali berdasarkan wahyu. Ibnu Hazm mengatakan tentang kisah ini: “Riwayat khurafat, dusta dan palsu”.
2. Kalau kisah ini benar-benar mengenai Adam dan Hawa’ maka ada dua kemungkinan: Pertama: Keduanya mati dalam kesyirikan dan tidak bertaubat, maka sungguh ini adalah tuduhan dusta, sebab para Nabi terjaga dari perbuatan syirik. Kedua: Keduanya telah bertaubat dari syirik, sungguh tidak sesuai dengan keadilan Allah bila menyebut dosa mereka namun tidak menyebutkan taubat keduanya, padahal Allah apabila menyebutkan kesalahan sebagian Nabi maka Dia juga menyebutkan taubat mereka.
3. Para Nabi terjaga dari perbuatan syirik dengan kesepakatan ulama.
4. Dalam hadis syafa’at disebutkan bahwa manusia saat itu datang kepada Adam untuk meminta syafaat, lalu beliau menyampaikan udzur karena telah bermaksiat kepada Allah dengan memakan dari pohon yang terlarang. Seandainya beliau terjatuh dalam kesyirikan, tentu hal itu lebih utama untuk diutarakan saat itu.
5. Dalam kisah ini setan berkata: “Saya adalah teman kalian yang mengeluarkan kalian dari surga”. Ucapan ini bukanlah ucapan orang yang ingin menggoda dan menyesatkan, bahkan ucapan ini malah membikin tertolaknya rayuannya.
6. Ucapan Iblis “Bila tidak, niscaya akan kujadikan anakmu bertanduk dua seperti rusa”. Ada dua kemungkinan:
Pertama: Adam dan Hawa’ mempercayainya dan ini perbuatan syirik dalam rububiyyah karena tidak ada pencipta kecuali hanya Allah saja.
Kedua: Keduanya tidak percaya, tidak mungkin keduanya percaya karena keduanya tahu bahwa hal itu tidak mungkin dalam haknya.
7. Firman Allah: “Maha tinggi Allah atas apa yang mereka persekutukan” dengan dhomir jama’ (mereka), seandaianya kembali kepada Adam dan Hawa’ maka akan menggunakan dhomir mutsana (keduanya).
Beberapa point ini menguatkan bathilnya kisah ini, maka tidak boleh seorang berkeyakinan bahwa Adam dan Hawa’ terjatuh dalam kubang kesyirikan, karena para Nabi tidak mungkin melakukannya dengan kesepakatan ulama.
Dengan demikian maka tafsir yang benar tentang ayat ini adalah kembali kepada anak Adam yang berbuat syirik, karena di antara anak Adam ada yang berbuat syirik dan ada yang ahli tauhid”. (Al-Qoulul Mufid ‘ala kitab Tauhid 3/67-68)
Baca juga: Taubat Nabi Adam Diterima Berkat Menyebut Nama Nabi Muhammad
2. Kalau kisah ini benar-benar mengenai Adam dan Hawa’ maka ada dua kemungkinan: Pertama: Keduanya mati dalam kesyirikan dan tidak bertaubat, maka sungguh ini adalah tuduhan dusta, sebab para Nabi terjaga dari perbuatan syirik. Kedua: Keduanya telah bertaubat dari syirik, sungguh tidak sesuai dengan keadilan Allah bila menyebut dosa mereka namun tidak menyebutkan taubat keduanya, padahal Allah apabila menyebutkan kesalahan sebagian Nabi maka Dia juga menyebutkan taubat mereka.
3. Para Nabi terjaga dari perbuatan syirik dengan kesepakatan ulama.
4. Dalam hadis syafa’at disebutkan bahwa manusia saat itu datang kepada Adam untuk meminta syafaat, lalu beliau menyampaikan udzur karena telah bermaksiat kepada Allah dengan memakan dari pohon yang terlarang. Seandainya beliau terjatuh dalam kesyirikan, tentu hal itu lebih utama untuk diutarakan saat itu.
5. Dalam kisah ini setan berkata: “Saya adalah teman kalian yang mengeluarkan kalian dari surga”. Ucapan ini bukanlah ucapan orang yang ingin menggoda dan menyesatkan, bahkan ucapan ini malah membikin tertolaknya rayuannya.
6. Ucapan Iblis “Bila tidak, niscaya akan kujadikan anakmu bertanduk dua seperti rusa”. Ada dua kemungkinan:
Pertama: Adam dan Hawa’ mempercayainya dan ini perbuatan syirik dalam rububiyyah karena tidak ada pencipta kecuali hanya Allah saja.
Kedua: Keduanya tidak percaya, tidak mungkin keduanya percaya karena keduanya tahu bahwa hal itu tidak mungkin dalam haknya.
7. Firman Allah: “Maha tinggi Allah atas apa yang mereka persekutukan” dengan dhomir jama’ (mereka), seandaianya kembali kepada Adam dan Hawa’ maka akan menggunakan dhomir mutsana (keduanya).
Beberapa point ini menguatkan bathilnya kisah ini, maka tidak boleh seorang berkeyakinan bahwa Adam dan Hawa’ terjatuh dalam kubang kesyirikan, karena para Nabi tidak mungkin melakukannya dengan kesepakatan ulama.
Dengan demikian maka tafsir yang benar tentang ayat ini adalah kembali kepada anak Adam yang berbuat syirik, karena di antara anak Adam ada yang berbuat syirik dan ada yang ahli tauhid”. (Al-Qoulul Mufid ‘ala kitab Tauhid 3/67-68)
Baca juga: Taubat Nabi Adam Diterima Berkat Menyebut Nama Nabi Muhammad
(mhy)
Lihat Juga :