Taubat Nabi Adam Diterima Berkat Menyebut Nama Nabi Muhammad
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 10:18 WIB
loading...
Betapa agungnya baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam hingga menjadi sebab dikabulkannya taubat Nabi Adam. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
Kisah pertaubatan Nabi Adam 'alaihissalam ternyata tak lepas dari keberkahan baginda Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Nabi Adam memohon taubat dan diterima Allah Ta'ala setelah bertawassul dengan nama " Muhammad ".
Dulu, Nabi Adam dan Hawa tinggal di surga-Nya Allah. Kemudian dikeluarkan dari surga dan terpisah dengan Hawa. Beliau termasuk Nabi yang menanti kelahiran Rasulullah صلى الله عليه وسلم pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. (Baca Juga: Mengenal Rasulullah SAW Lebih Dekat, Berikut Biografinya )
Berdasarkan riwayat Ibnu Umar, ketika diusir dari surga, Nabi Adam diturunkan di bukit Shafa, sedangkan Hawa di Marwah. Sementara menurut Ibnu Abbas, Nabi Adam diturunkan di India dan Hawa di Jeddah. Mereka pun dipertemukan Allah Ta'ala di Jabal Rahmah (Padang Arafah). Usaha Nabi Adam untuk bertaubat diterima Allah pada 10 Muharram.
Namun, riwayat dari Ibnu 'Abbas menyebutkan, "Hari pertama Dzulhijjah adalah hari di mana Allah Ta'ala mengampuni Nabi Adam ." Terlepas dari perbedaan hari tersebut, baik Dzulhijjah dan Muharram, keduanya merupakan bulan haram yang diagungkan Allah.
Dai lulusan Hadhramaut Yaman, Syeikh Fikri Thoriq menceritakan, ketika Nabi Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga (karena mendekati pohon terlarang), keduanya diturunkan terpisah di muka bumi. Kemudian Nabi Adam berdoa kepada Allah: "Ya Allah, hamba memohon kepadamu atas dasar kecintaanmu kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, ampunilah aku."
"Dalam hadis riwayat Al-Baihaqi, Allah menanyakan darimana engkau tahu Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم (sebenarnya Allah Maha Tahu). Allah bertanya kepada Nabi Adam dan ini cara Allah mengajarkan keturunan Nabi Adam untuk mengenal Rasulullah صلى الله عليه وسلم," kata Syeikh Fikri saat mengisi kajian di Masjid Raya Bintaro, Tangerang Selatan.
Apa jawaban Nabi Adam? Beliau menjawab, "Ketika Engkau menciptakan aku, terlihat di tiang-tiang 'Arsy lafadz:
(Laa ilaha Illallah Muhamadur Rasulullah)
"Tidak ada satu pintu pun yang tidak tertulis lafadz itu. Tertulisnya nama itu setelah namamu ya Allah."
Kemudian dijawab oleh Allah 'Azza wa Jalla: "Kalau bukan karena cinta-Ku padanya (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) aku tidak ciptakan engkau ya Adam." (Baca Juga: Berkah Memperingati Maulid Nabi Muhammad Dapat Menolak Bala )
Jalaluddin as-Suyuthi juga mengutip riwayat bahwa sebelum memanjatkan doa, Nabi Adam bertawassul dengan nama Muhammad. Beliau bermunajat: "Ya Allah, jika Aku memohon kepada-Mu dengan nama Muhammad , apakah Engkau sudi mengampuni dosaku?" Allah menjawab, "Siapa Muhammad?". Adam berkata: "Maha Suci Engkau, ketika Engkau ciptakan aku, aku tengadahkan wajahku menghadap arasy-Mu dan di sana tertulis kalimat لا اله الا الله محمد رسول الله, maka Aku tahu bahwa tidak ada seorang pun yang lebih tinggi derajatnya di sisi-Mu kecuali dia yang namanya bersanding dengan nama-Mu." Allah menjawab: "Hai Adam , dia adalah Nabi terakhir dari keturunanmu. Jika bukan karena dia, aku tidak akan menciptakanmu".
Dulu, Nabi Adam dan Hawa tinggal di surga-Nya Allah. Kemudian dikeluarkan dari surga dan terpisah dengan Hawa. Beliau termasuk Nabi yang menanti kelahiran Rasulullah صلى الله عليه وسلم pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. (Baca Juga: Mengenal Rasulullah SAW Lebih Dekat, Berikut Biografinya )
Berdasarkan riwayat Ibnu Umar, ketika diusir dari surga, Nabi Adam diturunkan di bukit Shafa, sedangkan Hawa di Marwah. Sementara menurut Ibnu Abbas, Nabi Adam diturunkan di India dan Hawa di Jeddah. Mereka pun dipertemukan Allah Ta'ala di Jabal Rahmah (Padang Arafah). Usaha Nabi Adam untuk bertaubat diterima Allah pada 10 Muharram.
Namun, riwayat dari Ibnu 'Abbas menyebutkan, "Hari pertama Dzulhijjah adalah hari di mana Allah Ta'ala mengampuni Nabi Adam ." Terlepas dari perbedaan hari tersebut, baik Dzulhijjah dan Muharram, keduanya merupakan bulan haram yang diagungkan Allah.
Dai lulusan Hadhramaut Yaman, Syeikh Fikri Thoriq menceritakan, ketika Nabi Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga (karena mendekati pohon terlarang), keduanya diturunkan terpisah di muka bumi. Kemudian Nabi Adam berdoa kepada Allah: "Ya Allah, hamba memohon kepadamu atas dasar kecintaanmu kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, ampunilah aku."
"Dalam hadis riwayat Al-Baihaqi, Allah menanyakan darimana engkau tahu Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم (sebenarnya Allah Maha Tahu). Allah bertanya kepada Nabi Adam dan ini cara Allah mengajarkan keturunan Nabi Adam untuk mengenal Rasulullah صلى الله عليه وسلم," kata Syeikh Fikri saat mengisi kajian di Masjid Raya Bintaro, Tangerang Selatan.
Apa jawaban Nabi Adam? Beliau menjawab, "Ketika Engkau menciptakan aku, terlihat di tiang-tiang 'Arsy lafadz:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ ٱللَّٰهِ
(Laa ilaha Illallah Muhamadur Rasulullah)
"Tidak ada satu pintu pun yang tidak tertulis lafadz itu. Tertulisnya nama itu setelah namamu ya Allah."
Kemudian dijawab oleh Allah 'Azza wa Jalla: "Kalau bukan karena cinta-Ku padanya (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) aku tidak ciptakan engkau ya Adam." (Baca Juga: Berkah Memperingati Maulid Nabi Muhammad Dapat Menolak Bala )
Jalaluddin as-Suyuthi juga mengutip riwayat bahwa sebelum memanjatkan doa, Nabi Adam bertawassul dengan nama Muhammad. Beliau bermunajat: "Ya Allah, jika Aku memohon kepada-Mu dengan nama Muhammad , apakah Engkau sudi mengampuni dosaku?" Allah menjawab, "Siapa Muhammad?". Adam berkata: "Maha Suci Engkau, ketika Engkau ciptakan aku, aku tengadahkan wajahku menghadap arasy-Mu dan di sana tertulis kalimat لا اله الا الله محمد رسول الله, maka Aku tahu bahwa tidak ada seorang pun yang lebih tinggi derajatnya di sisi-Mu kecuali dia yang namanya bersanding dengan nama-Mu." Allah menjawab: "Hai Adam , dia adalah Nabi terakhir dari keturunanmu. Jika bukan karena dia, aku tidak akan menciptakanmu".
Lihat Juga :