Larangan Menyentuh Kemaluan dengan Tangan Kanan

Kamis, 25 Februari 2021 - 12:10 WIB
loading...
Larangan Menyentuh Kemaluan...
Di antara akhlak terhadap tangan adalah dilarang menyentuh kemaluan dengan tangan kanan. Foto/ilustrasi wudhu
A A A
Islam adalah agama fitrah yang membimbing manusia kepada kebaikan. Semua perkara ibadah termasuk adab-adabnya diatur oleh syariat. Di antaranya adalah akhlak terhadap anggota tubuh.

Ada yang bertanya bagaimana hukum menyentuh kemaluan dengan tangan kanan? Berikut penjelasan Ustaz Farid Nu'man Hasan.

Baca Juga: Menyepelekan Urusan Kencing, Azab Kubur Menanti

Tangan kanan hendaknya dipakai untuk melaksanakan pekerjaan yang baik dan bersih. Inilah hikmah mengapa dilarang istinja dengan tangan kanan, agar tidak tercampurnya antara yang kotor dan bersih. Kecuali, bagi mereka yang tidak memiliki tangan kiri, atau sedang tidak berfungsi, tentunya ini 'udzur yang dimaafkan.

Dari Salman radhiallahu 'anhu, kata beliau:

لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ لِغَائِطٍ، أَوْ بَوْلٍ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ بِعَظْمٍ

Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah melarang kami buang air besar atau kencing menghadap kiblat, atau istinja dengan tangan kanan, atau istinja dengan kurang dari tiga batu, atau istinja dengan menggunakan kotoran hewan dan tulang. (HR Muslim No 262)

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan: "(janganlah istinja dengan tangan kanan) ini adalah adab dalam istinja (cebok). Para ulama telah ijma’ (sepakat) bahwa istinja dengan tangan kanan terlarang. Lalu, mayoritas ulama mengatakan larangan ini bermakna makruh tanzih, bukan haram.

Sebagian kalangan tekstualis (ahluzh zhahir) mengatakan bahwa ini diharamkan. Para sahabat kami (Syafi’iyah) juga mengisyaratkan keharamannya, namun tidak ada takwil atas isyarat mereka itu. Para sahabat kami mengatakan: disunnahkan sama sekali tidak menggunakan tangan kanan dalam urusan istinja kecuali ada udzur. Jika istinja dengan air, maka tangan kanan menyiramkan air, dan membersihkannya dengan tangan kiri. (Al Minhaj, 1/421)

Hal ini juga dilarang sebagaimana istinja. Dari Qatadah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Detail Waktu Salat Fardhu...
Detail Waktu Salat Fardhu dalam Kitab-kitab Fiqih, Kaum Muslim Wajib Tahu!
7 Etika Bekerja dalam...
7 Etika Bekerja dalam Islam, Simak di Sini!
Apakah Benar Menabrak...
Apakah Benar Menabrak Kucing Bisa Membawa Kesialan?
Belajar Menjadi Pemaaf,...
Belajar Menjadi Pemaaf, Sifat dan Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW
Hukum Wudu Pakai Air...
Hukum Wudu Pakai Air yang Terkena Limbah, Apakah Diperbolehkan?
Kemenag Dorong Integrasi...
Kemenag Dorong Integrasi Fikih dan Astronomi dalam Penentuan Hilal
Rekomendasi
Pasir Pantai Pink Garnet...
Pasir Pantai Pink Garnet Diklaim Ilmuwan Berasal dari Gunung Antartika
Imam Masjidil Haram...
Imam Masjidil Haram dari Indonesia Cuma 3 Ulama Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya
China Berhasil Abadikan...
China Berhasil Abadikan Ledakan Bintang Paling Terang di Alam Semesta
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved