Benarkah Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyah Mengembangkan Doktrin Takfir?
Selasa, 09 Maret 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Syaikh Abdul Lathif dalam Minhaj Ta’sis menjelaskan tentang kehati-hatian kakeknya, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dalam takfir:
“Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab termasuk manusia yang sangat hati-hati dalam melontarkan kata kafir, sehingga beliau tidak menetapkan kafirnya orang jahil yang berdoa kepada selain Allah, apabila belum ada yang menasihatinya dan menegakkan hujjah padanya.”
Syaikh al-Albani berkata: “Karena itu, saya menasihatkan kepada para pemuda agar hati-hati dalam memvonis bid’ah dan kafir kepada para ulama, hendaknya bagi mereka untuk meneruskan perjalanan menuntut ilmu hingga mereka benar-benar matang, hendaknya mereka tidak tertipu dengan diri mereka, dan hendaknya mereka mengetahui kedudukan ulama.” (Lihat Silsilah Ahadits ash-Shahihah No. 3048)
Beliau juga mengatakan: “Tidak semua orang yang jatuh dalam kekufuran berarti dia pasti kafir.”
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata: "Hendaknya seorang manusia bersikap hati-hati dari mengkafirkan orang yang tidak dikafirkan oleh Allah dan rasul-Nya atau melontarkan permusuhan Allah kepada seorang yang bukan musuh Allah dan rasul-Nya. Hendaknya dia menahan lidahnya karena lidah adalah sumber bencana.”
Baca juga: Merinding! Beginilah Sakaratul Maut yang Dialami Orang Kafir
“Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab termasuk manusia yang sangat hati-hati dalam melontarkan kata kafir, sehingga beliau tidak menetapkan kafirnya orang jahil yang berdoa kepada selain Allah, apabila belum ada yang menasihatinya dan menegakkan hujjah padanya.”
Syaikh al-Albani berkata: “Karena itu, saya menasihatkan kepada para pemuda agar hati-hati dalam memvonis bid’ah dan kafir kepada para ulama, hendaknya bagi mereka untuk meneruskan perjalanan menuntut ilmu hingga mereka benar-benar matang, hendaknya mereka tidak tertipu dengan diri mereka, dan hendaknya mereka mengetahui kedudukan ulama.” (Lihat Silsilah Ahadits ash-Shahihah No. 3048)
Beliau juga mengatakan: “Tidak semua orang yang jatuh dalam kekufuran berarti dia pasti kafir.”
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata: "Hendaknya seorang manusia bersikap hati-hati dari mengkafirkan orang yang tidak dikafirkan oleh Allah dan rasul-Nya atau melontarkan permusuhan Allah kepada seorang yang bukan musuh Allah dan rasul-Nya. Hendaknya dia menahan lidahnya karena lidah adalah sumber bencana.”
Baca juga: Merinding! Beginilah Sakaratul Maut yang Dialami Orang Kafir
(mhy)
Lihat Juga :