Subhanallah, Beginilah Abu Dzar Menebus Kesalahannya kepada Bilal
Selasa, 19 Mei 2020 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
Sayang, Bilal terus menggeleng dengan mata berkaca-kaca. Kemudian sang Muadzin Rasulullah berkata, "Aku sudah memaafkanmu, semoga menjadi kebaikan bagiku di akhirat."(Baca Juga: Kisah Abu Dujanah yang Membuat Rasulullah Berderai Air Mata)
Peristiwa itu memang berasal dari kekesalan Abu Dzar kepada Bilal. Dia tak mampu menahan diri ketika Bilal membuatnya kesal dalam suatu hal. Dari lisannya terlontar kata-kata kasar. Dia berteriak melengking, "Hai, anak budak hitam!"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mendengar hardikan Abu Dzar pada Bilal itu memerah wajahnya. Dengan bergegas bagai petir menyambar, beliau menghampiri dan menegur Abu Dzar, "Engkau!" sabda beliau dengan telunjuk mengarah ke wajah Abu Dzar. "Sungguh dalam dirimu masih terdapat jahiliah!"
Demikianlah kegigihan sahabat Abu Dzar untuk menebus dosa dan kesalahannya yang membuat Allah dan Rasul-Nya ridha. Sementara sahabat Bilal dikenal sebagai sosok sahabat yang berhati mulia, berjiwa rahmah dan pemaaf. Tidak ada dendam dalam jiwanya meskipun dihardik dengan kata-kata tidak terpuji.
Sebagai sebuah muhasabah di akhir Ramadhan . Mari hitung kesalahan-kesalahan kita pada sesama. Lalu mari renungkan, dengan apa kita akan menebus kesalahan itu, agar tak jadi beban kelak di pengadilan-Nya.(Baca Juga: Berapakah Jumlah Sahabat Nabi Muhammad SAW?)
Wallahu A'lam
Peristiwa itu memang berasal dari kekesalan Abu Dzar kepada Bilal. Dia tak mampu menahan diri ketika Bilal membuatnya kesal dalam suatu hal. Dari lisannya terlontar kata-kata kasar. Dia berteriak melengking, "Hai, anak budak hitam!"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mendengar hardikan Abu Dzar pada Bilal itu memerah wajahnya. Dengan bergegas bagai petir menyambar, beliau menghampiri dan menegur Abu Dzar, "Engkau!" sabda beliau dengan telunjuk mengarah ke wajah Abu Dzar. "Sungguh dalam dirimu masih terdapat jahiliah!"
Demikianlah kegigihan sahabat Abu Dzar untuk menebus dosa dan kesalahannya yang membuat Allah dan Rasul-Nya ridha. Sementara sahabat Bilal dikenal sebagai sosok sahabat yang berhati mulia, berjiwa rahmah dan pemaaf. Tidak ada dendam dalam jiwanya meskipun dihardik dengan kata-kata tidak terpuji.
Sebagai sebuah muhasabah di akhir Ramadhan . Mari hitung kesalahan-kesalahan kita pada sesama. Lalu mari renungkan, dengan apa kita akan menebus kesalahan itu, agar tak jadi beban kelak di pengadilan-Nya.(Baca Juga: Berapakah Jumlah Sahabat Nabi Muhammad SAW?)
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :