Beginilah Kecintaan Sahabat Rasulullah kepada Ahlul Bait
Selasa, 06 April 2021 - 13:14 WIB
loading...
A
A
A
"Dan ahli baitku (keluargaku). Aku ingatkan kalian kepada Allah tentang ahli baitku (beliau mengucapkan sebanyak tiga kali)." (HR Muslim, 2408)
Dalam beberapa kesempatan dan waktu Rasulullah juga mewanti-wanti hal ini. Ini menunjukkan bahwa betapa pesan, wasiat Rasulullah menjadi suatu hal yang menancap di dada para sahabat, sehingga Abu Bakar As-Shiddiq dengan segala kelebihannya di hadapan Nabi tetap mengedepankan kepentingan keluarga Nabi.
فَتَشَهَّدَ عَلِيٌّ فَقَالَ إِنَّا قَدْ عَرَفْنَا فَضْلَكَ وَمَا أَعْطَاكَ اللَّهُ وَلَمْ نَنْفَسْ عَلَيْكَ خَيْرًا سَاقَهُ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَكِنَّكَ اسْتَبْدَدْتَ عَلَيْنَا بِالْأَمْرِ وَكُنَّا نَرَى لِقَرَابَتِنَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصِيبًا حَتَّى فَاضَتْ عَيْنَا أَبِي بَكْرٍ فَلَمَّا تَكَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَرَابَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ إِلَيَّ أَنْ أَصِلَ مِنْ قَرَابَتِي وَأَمَّا الَّذِي شَجَرَ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ مِنْ هَذِهِ الْأَمْوَالِ فَلَمْ آلُ فِيهَا عَنْ الْخَيْرِ وَلَمْ أَتْرُكْ أَمْرًا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُهُ فِيهَا إِلَّا صَنَعْتُهُ
"Ali karramallahu wajhah berkata: 'Kami tahu keutamaanmu dan apa yang telah Allah kurniakan kepadamu, kami bukan berarti dengki terhadap kebaikan yang telah Allah berikan padamu, namun rupanya engkau hanya menggunakan logikamu sendiri memperlakukan kami, kami punya pendapat, selayaknya kami peroleh bagian karena kedekatan kekerabatan kami dari Rasulullah hingga kedua mata Abu Bakar menangis. Ketika Abu Bakar bicara, Abu Bakar sampaikan; 'Kekerabatan Rasulullah lebih saya cintai daripada aku menyambung kekerabatanku, adapun percekcokan antara aku dan kalian dari harta ini, saya tidak pernah mengingkari kebaikan, tidaklah kutinggalkan sebuah perkara yang kulihat Rasulullah ﷺ melakukannya." (HR Bukhari, No 3411, 3712)
Tidak Mencela Ahlul Bait
Pada kesempatan yang lain juga Abu Bakar sedemikian mencintai, mengagungkan, dan memuliakan Hasan dan Husain dan sesekali bersenda gurau, sebagaimana yang diriwayatkan dalam satu hadits:
قَالَ أَبُو بَكْرٍ: ارْقُبُوا مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَهْلِ بَيْتِهِ
"Jagalah Muhammad صلى الله عليه وسلم terhadap ahli baitnya." (HR Bukhari: 3713)
Maksudnya adalah menjaga beliau dengan tidak mencela dan menyakiti ahli bait.
قَالَ: رَأَيْتُ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَحَمَلَ الْحَسَنَ وَهُوَ يَقُولُ: بِأَبِي شَبِيهٌ بِالنَّبِي لَيْسَ شَبِيهٌ بِعَلِي وَعَلِيٌّ يَضْحَكُ
"Saya melihat Abu Bakar sedang membopong Hasan, dan berkata: 'Demi bapakku, (dia) Hasan mirip Nabi, dan tidak (ada) kemiripan dengan Ali, dan Ali tertawa." (HR Muslim: 3750)
Dalam beberapa kesempatan dan waktu Rasulullah juga mewanti-wanti hal ini. Ini menunjukkan bahwa betapa pesan, wasiat Rasulullah menjadi suatu hal yang menancap di dada para sahabat, sehingga Abu Bakar As-Shiddiq dengan segala kelebihannya di hadapan Nabi tetap mengedepankan kepentingan keluarga Nabi.
فَتَشَهَّدَ عَلِيٌّ فَقَالَ إِنَّا قَدْ عَرَفْنَا فَضْلَكَ وَمَا أَعْطَاكَ اللَّهُ وَلَمْ نَنْفَسْ عَلَيْكَ خَيْرًا سَاقَهُ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَكِنَّكَ اسْتَبْدَدْتَ عَلَيْنَا بِالْأَمْرِ وَكُنَّا نَرَى لِقَرَابَتِنَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصِيبًا حَتَّى فَاضَتْ عَيْنَا أَبِي بَكْرٍ فَلَمَّا تَكَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَرَابَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ إِلَيَّ أَنْ أَصِلَ مِنْ قَرَابَتِي وَأَمَّا الَّذِي شَجَرَ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ مِنْ هَذِهِ الْأَمْوَالِ فَلَمْ آلُ فِيهَا عَنْ الْخَيْرِ وَلَمْ أَتْرُكْ أَمْرًا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُهُ فِيهَا إِلَّا صَنَعْتُهُ
"Ali karramallahu wajhah berkata: 'Kami tahu keutamaanmu dan apa yang telah Allah kurniakan kepadamu, kami bukan berarti dengki terhadap kebaikan yang telah Allah berikan padamu, namun rupanya engkau hanya menggunakan logikamu sendiri memperlakukan kami, kami punya pendapat, selayaknya kami peroleh bagian karena kedekatan kekerabatan kami dari Rasulullah hingga kedua mata Abu Bakar menangis. Ketika Abu Bakar bicara, Abu Bakar sampaikan; 'Kekerabatan Rasulullah lebih saya cintai daripada aku menyambung kekerabatanku, adapun percekcokan antara aku dan kalian dari harta ini, saya tidak pernah mengingkari kebaikan, tidaklah kutinggalkan sebuah perkara yang kulihat Rasulullah ﷺ melakukannya." (HR Bukhari, No 3411, 3712)
Tidak Mencela Ahlul Bait
Pada kesempatan yang lain juga Abu Bakar sedemikian mencintai, mengagungkan, dan memuliakan Hasan dan Husain dan sesekali bersenda gurau, sebagaimana yang diriwayatkan dalam satu hadits:
قَالَ أَبُو بَكْرٍ: ارْقُبُوا مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَهْلِ بَيْتِهِ
"Jagalah Muhammad صلى الله عليه وسلم terhadap ahli baitnya." (HR Bukhari: 3713)
Maksudnya adalah menjaga beliau dengan tidak mencela dan menyakiti ahli bait.
قَالَ: رَأَيْتُ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَحَمَلَ الْحَسَنَ وَهُوَ يَقُولُ: بِأَبِي شَبِيهٌ بِالنَّبِي لَيْسَ شَبِيهٌ بِعَلِي وَعَلِيٌّ يَضْحَكُ
"Saya melihat Abu Bakar sedang membopong Hasan, dan berkata: 'Demi bapakku, (dia) Hasan mirip Nabi, dan tidak (ada) kemiripan dengan Ali, dan Ali tertawa." (HR Muslim: 3750)
Lihat Juga :