2 Nikmat Kebahagiaan Puasa yang Sering Diabaikan
Senin, 19 April 2021 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini Adab Orang Tua Terhadap Anak
Di saat inilah muncul sebuah rasa bahagia pada hati seseorang yang berpuasa. Kebahagiaan tersebut hadir karena ia mampu menuntaskan perintah Allah SWT, yaitu menahan lapar, dahaga, serta hal lain yang dapat membatalkannya.
Kemudian kebahagiaan kedua adalah kebahagian secara ruhaniah. Yaitu ketika seorang hamba mampu berjumpa dengan Sang Penciptanya sebab puasa. Kebahagiaan ini tentu hanya akan dirasakan oleh mereka yang berpuasa secara total. Dalam arti, tidak hanya menahan diri dari perihal yang bisa membatalkan puasa secara fikih semata, melainkan juga menahan lisan dari perkataan dan perbuatan yang tidak baik, juga dari hati yang lalai terhadap Allah SWT.
Baca juga: 2 Hal Ini Bikin Jokowi Belum Umumkan Reshuffle Kabinet
Kebahagiaan kedua ini disebut dengan kebahagiaan yang hakiki. Hal itu dikatakan karena seseorang bisa menghadap dan berjumpa dengan Tuhan tanpa ketakutan azab-Nya yang berat. Justru orang yang berpuasa dengan totalitas tinggi akan menjadi hamba yang saat bertemu dengan Allah, ia dalam keadaan bahagia. Karena orang tersebut menghadap Allah dengan membawa iman, Islam, ketaatan, dan hati yang selamat.
Perlu diketahui, bahwa ibadah puasa itu berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya. Karena pahala puasa hanya bisa diketahui oleh Allah SWT. Seperti disebutkan dalam hadis qudsi yang artinya “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan Aku yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung”.
Baca juga: Soal Vaksinasi, Erick Thohir: Apakah Kita Happy dengan Situasi Ini?
Dari sini, dapat disimpulkan bahwa seorang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan. Pertama kebahagiaan di dunia, yaitu ketika berbuka puasa. Lalu yang kedua adalah kebahagiaan di akhirat, yaitu ketika bertemu dengan Allah SWT dengan membawa pahala puasa. Semoga kita semua mendapatkan dua kebahagiaan tersebut, baik di dunia maupun di akhirat.
Baca juga: Kemendikbud-Kemenristek Disatukan, Ini Respons Ketua Forum Rektor Indonesia
Wallahu A'lam
Di saat inilah muncul sebuah rasa bahagia pada hati seseorang yang berpuasa. Kebahagiaan tersebut hadir karena ia mampu menuntaskan perintah Allah SWT, yaitu menahan lapar, dahaga, serta hal lain yang dapat membatalkannya.
Kemudian kebahagiaan kedua adalah kebahagian secara ruhaniah. Yaitu ketika seorang hamba mampu berjumpa dengan Sang Penciptanya sebab puasa. Kebahagiaan ini tentu hanya akan dirasakan oleh mereka yang berpuasa secara total. Dalam arti, tidak hanya menahan diri dari perihal yang bisa membatalkan puasa secara fikih semata, melainkan juga menahan lisan dari perkataan dan perbuatan yang tidak baik, juga dari hati yang lalai terhadap Allah SWT.
Baca juga: 2 Hal Ini Bikin Jokowi Belum Umumkan Reshuffle Kabinet
Kebahagiaan kedua ini disebut dengan kebahagiaan yang hakiki. Hal itu dikatakan karena seseorang bisa menghadap dan berjumpa dengan Tuhan tanpa ketakutan azab-Nya yang berat. Justru orang yang berpuasa dengan totalitas tinggi akan menjadi hamba yang saat bertemu dengan Allah, ia dalam keadaan bahagia. Karena orang tersebut menghadap Allah dengan membawa iman, Islam, ketaatan, dan hati yang selamat.
Perlu diketahui, bahwa ibadah puasa itu berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya. Karena pahala puasa hanya bisa diketahui oleh Allah SWT. Seperti disebutkan dalam hadis qudsi yang artinya “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan Aku yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung”.
Baca juga: Soal Vaksinasi, Erick Thohir: Apakah Kita Happy dengan Situasi Ini?
Dari sini, dapat disimpulkan bahwa seorang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan. Pertama kebahagiaan di dunia, yaitu ketika berbuka puasa. Lalu yang kedua adalah kebahagiaan di akhirat, yaitu ketika bertemu dengan Allah SWT dengan membawa pahala puasa. Semoga kita semua mendapatkan dua kebahagiaan tersebut, baik di dunia maupun di akhirat.
Baca juga: Kemendikbud-Kemenristek Disatukan, Ini Respons Ketua Forum Rektor Indonesia
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :