Wasiat Sang Dermawan Sa’id bin al-‘Ash Menjelang Wafat
Senin, 19 April 2021 - 17:17 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
NAMA lengkapnya adalah Sa’id bin al-‘Ash bin Sa’id bin al-‘Ash bin Umayyah bin ‘Abdu Syams bin ‘Abdu Manaf al-Umawiy. Ia berasal dari keluarga pembesar Quraish, tepatnya dari Bani Umayyah. Ayahnya terbunuh di Perang Badar dalam keadaan belum Islam.
Sa’id bin al-‘Ash berusia 9 tahun ketika Rasulullah SAW wafat. Setelah itu, ia tumbuh dalam perlindungan ‘ Utsman bin ‘Affan .
Baca juga: Lima Sahabat Nabi Paling Tajir: Hidup Kaya Raya, Mati Masuk Surga
Imam Ibnu Katsir dalam al-Bidâyah wa al-Nihâyah mengatakan ia termasuk pembesar umat Islam dan dermawan yang masyhur”.
Suatu ketika, Muhammad bin Jahm al-Barmaki (gubernur pada masa Khalifah Al-Ma'mun) bermaksud menjual rumahnya. Beberapa orang berkumpul dan salah seorang di antara mereka membayar rumah itu seharga 50.000 dirham.
Muhammad bin Jahm berkata kepada si pembeli, "Ambillah rumah ini dan berbahagialah serta bersenang-senanglah!"
"Mengapa demikian?" tanya si pembeli heran.
Dijawab oleh Muhammad bin Jahm al-Barmaki, "Karena rumah ini berdampingan dengan rumah Sa’id bin al-‘Ash."
Lalu pembeli bertanya kembali, "Bagaimana perilakunya terhadap para tetangga?"
"Jika kamu meminta sesuatu dia pasti akan memberi. Bila kamu tidak meminta, dia akan menawarkan diri. Bila kamu menyakitinya ia akan membalasnya dengan kebaikan. Dan bila ia berbuat baik kepadamu, ia tidak akan menceritakannya kepada orang lain."
Sa’id bin al-‘Ash berusia 9 tahun ketika Rasulullah SAW wafat. Setelah itu, ia tumbuh dalam perlindungan ‘ Utsman bin ‘Affan .
Baca juga: Lima Sahabat Nabi Paling Tajir: Hidup Kaya Raya, Mati Masuk Surga
Imam Ibnu Katsir dalam al-Bidâyah wa al-Nihâyah mengatakan ia termasuk pembesar umat Islam dan dermawan yang masyhur”.
Suatu ketika, Muhammad bin Jahm al-Barmaki (gubernur pada masa Khalifah Al-Ma'mun) bermaksud menjual rumahnya. Beberapa orang berkumpul dan salah seorang di antara mereka membayar rumah itu seharga 50.000 dirham.
Muhammad bin Jahm berkata kepada si pembeli, "Ambillah rumah ini dan berbahagialah serta bersenang-senanglah!"
"Mengapa demikian?" tanya si pembeli heran.
Dijawab oleh Muhammad bin Jahm al-Barmaki, "Karena rumah ini berdampingan dengan rumah Sa’id bin al-‘Ash."
Lalu pembeli bertanya kembali, "Bagaimana perilakunya terhadap para tetangga?"
"Jika kamu meminta sesuatu dia pasti akan memberi. Bila kamu tidak meminta, dia akan menawarkan diri. Bila kamu menyakitinya ia akan membalasnya dengan kebaikan. Dan bila ia berbuat baik kepadamu, ia tidak akan menceritakannya kepada orang lain."
Lihat Juga :