Dompet Dhuafa dan BNPT Bersatu Cegah Pemahaman Radikalisme
Sabtu, 24 April 2021 - 10:11 WIB
loading...
Dompet Dhuafa dan BNPT Bersatu Cegah Pemahaman Radikalisme/Dompet Dhuafa
A
A
A
Dompet Dhuafa dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersatu mencegah pemahaman radikalisme . Berlangsungnya pertemuan antara Dompet Dhuafa dan BNPT pada Senin (19/4/2021) menjadi tanda kolaborasi kedua belah pihak. Pertemuan tersebut merupakan upaya menjaga Integritas Dompet Dhuafa terhadap para donatur atas amanah dan kepercayaannya selama ini.
''Kami bersilahturami, merespons dinamika yang ada di luar. Nampak dekatnya isu
hubungan antara dana-dana donasi dengan pembiayaan terkait terorisme. Maka, kehadiran ini menjadi pesan kenyamanan bagi rekan-rekan pengelola zakat resmi dan legal di Indonesia agar tidak khawatir dalam mengelola dinamika profesional mereka, dan harus dipastikan secara legal dan sesuai prosedur yang ada di Indonesia. Ini
menjadi tanggung jawab moral kami, sebagai lembaga trend center,” ujar Bambang Suherman, selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Bekam Batalkan Puasa, Prof Syamsul Anwar: Masih Dalam Perdebatan
Disampaikan oleh Direktur BNPT, bahwa terorisme ternyata sering kali bergerak secara underground. Bergerak di bawah permukaan masyarakat. Secara diam-diam, mereka ternyata bergerak. Salah satunya melalui sumbangan-sumbangan yang mengatasnamakan yayasan, pendidikan juga seperti peduli kemanusiaan.
Bahkan mereka juga kuat dalam mengorganisir kaderisasi penerus kepada masyarakat dan anak-anak mereka sendiri. Kemudian mereka membentuk sekolah-sekolah, menjadi guru atau pengajar yang lihai. Bahkan Pendidikan Anak Usia Dini adalah landasan pendidikan anak-anak dari dasar yang ternyata juga sudah mereka bangun untuk menanamkan pemikiran-pemikiran yang bisa jadi radikal. Ini sangat potensial terhadap masyarakat sekitar.
Sehingga membuat masyarakat mudah terpapar pergerakan-pergerakan yang dianggap “nyeleneh” atau bisa menjadi bagian dari teroris itu sendiri. ''Setelah kami cek, mereka punya izin dan sk (surat keterangan) yang jelas. Tapi sayangnya tidak semua program dapat terpantau, ini sangat disayangkan,” jelas
Brigjen Eddy Hartono, selaku Direktur Penegakkan Hukum BNPT, kepada tim Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa sangat teliti dan transparan terhadap program-program yang berjalan, baik secara laporan maupun rancangan kegiatan.
Kemudian Brigjen Eddy Hartono, mengingatkan kembali, ''Kalau bisa, saya juga berharap Dompet Dhuafa bisa assesment terlebih dahulu untuk meyakinkan segala pihak”.
BNPT juga melihat dan menghimbau kepada toko-toko, supermarket, warteg-warteg maupun market digital, itu jangan diperbolehkan pihak-pihak yang kurang jelas menitipkan kotak amal maupun donasi. Minimal ada surat RT/RW sebagai pendukung bahwa pihak terkait adalah valid dan aman. Bisa jadi dari situlah pendanaan para radikal tersebut mengalir untuk kegiatan mereka membangun tindakan yang kontradiktif.
Era Demokrasi seperti ini membuat BNPT dan para pemberdaya masyarakat jadi lebih ekstra dalam melakukan pemantauan. Karena setiap orang ingin bergerak dengan kepentingan masing-masing yang berawal dari belasungkawa, donasi anak yatim, membangun negri dan lain sebagainya. Dari situlah celah untuk terorisme dapat masuk dan berkamuflase dengan masyarakat. Sehingga mereka dapat melakukan kegiatan nya secara terselubung.
''Kami bersilahturami, merespons dinamika yang ada di luar. Nampak dekatnya isu
hubungan antara dana-dana donasi dengan pembiayaan terkait terorisme. Maka, kehadiran ini menjadi pesan kenyamanan bagi rekan-rekan pengelola zakat resmi dan legal di Indonesia agar tidak khawatir dalam mengelola dinamika profesional mereka, dan harus dipastikan secara legal dan sesuai prosedur yang ada di Indonesia. Ini
menjadi tanggung jawab moral kami, sebagai lembaga trend center,” ujar Bambang Suherman, selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Bekam Batalkan Puasa, Prof Syamsul Anwar: Masih Dalam Perdebatan
Disampaikan oleh Direktur BNPT, bahwa terorisme ternyata sering kali bergerak secara underground. Bergerak di bawah permukaan masyarakat. Secara diam-diam, mereka ternyata bergerak. Salah satunya melalui sumbangan-sumbangan yang mengatasnamakan yayasan, pendidikan juga seperti peduli kemanusiaan.
Bahkan mereka juga kuat dalam mengorganisir kaderisasi penerus kepada masyarakat dan anak-anak mereka sendiri. Kemudian mereka membentuk sekolah-sekolah, menjadi guru atau pengajar yang lihai. Bahkan Pendidikan Anak Usia Dini adalah landasan pendidikan anak-anak dari dasar yang ternyata juga sudah mereka bangun untuk menanamkan pemikiran-pemikiran yang bisa jadi radikal. Ini sangat potensial terhadap masyarakat sekitar.
Sehingga membuat masyarakat mudah terpapar pergerakan-pergerakan yang dianggap “nyeleneh” atau bisa menjadi bagian dari teroris itu sendiri. ''Setelah kami cek, mereka punya izin dan sk (surat keterangan) yang jelas. Tapi sayangnya tidak semua program dapat terpantau, ini sangat disayangkan,” jelas
Brigjen Eddy Hartono, selaku Direktur Penegakkan Hukum BNPT, kepada tim Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa sangat teliti dan transparan terhadap program-program yang berjalan, baik secara laporan maupun rancangan kegiatan.
Kemudian Brigjen Eddy Hartono, mengingatkan kembali, ''Kalau bisa, saya juga berharap Dompet Dhuafa bisa assesment terlebih dahulu untuk meyakinkan segala pihak”.
BNPT juga melihat dan menghimbau kepada toko-toko, supermarket, warteg-warteg maupun market digital, itu jangan diperbolehkan pihak-pihak yang kurang jelas menitipkan kotak amal maupun donasi. Minimal ada surat RT/RW sebagai pendukung bahwa pihak terkait adalah valid dan aman. Bisa jadi dari situlah pendanaan para radikal tersebut mengalir untuk kegiatan mereka membangun tindakan yang kontradiktif.
Era Demokrasi seperti ini membuat BNPT dan para pemberdaya masyarakat jadi lebih ekstra dalam melakukan pemantauan. Karena setiap orang ingin bergerak dengan kepentingan masing-masing yang berawal dari belasungkawa, donasi anak yatim, membangun negri dan lain sebagainya. Dari situlah celah untuk terorisme dapat masuk dan berkamuflase dengan masyarakat. Sehingga mereka dapat melakukan kegiatan nya secara terselubung.
Lihat Juga :