Kain Kafan Sayyidah Khadijah, Satu dari Surga dan Satunya Rida' Rasulullah

loading...
Kain Kafan Sayyidah Khadijah, Satu dari Surga dan Satunya Rida Rasulullah
Sayyidah Sayyidah Khadijah Al-Kubro adalah istri paling dicintai Rasulullah dan menjadi wanita pertama yang memeluk Islam. Foto/Ist
Sepeninggal Sayyidah Khadijah Al-Kubro pada hari ke-11 Ramadhan Tahun ke-10 kenabian membuat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat terpukul. Alangkah pedihnya perasaan Rasulullah karena dua orang yang dicintainya yaitu istri tercinta Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha dan pamannya Abu Thalib berpulang ke rahmat Allah.

Tahun itu pun disebut sebagai 'Amul Huzni (tahun kesedihan) dalam perjalanan hidup Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Ada kisah menarik sebelum Sayyidah Khadijah Binti Khuwailid wafat. Menjelang ajalnya, Beliau meminta Rasulullah agar berkenan memberikan kain rida' (sorban)nya sebagai kain kafannya.

Dikisahkan, tatkala sakitnya bertambah parah beliau berkata kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah dengarkanlah wasiatku"

Pertama, "Sesungguhnya aku telah kurang dalam memenuhi hak mu, maka maafkan aku wahai Rasul Allah."

Maka Rasul صلى الله عليه وسلم berkata: "Tidak wahai istriku, aku tidak pernah melihat darimu kekurangan apapun, kau telah bersungguh-sungguh dan telah lelah di rumahku, dan kau telah menyumbangkan harta mu di jalan Allah."



Kedua, Aku berwasiat untuk ini –Khadijah mengisyaratkan ke Fathimah– sesungguhnya dia akan menjadi anak yatim dan asing. Maka jangan sampai ada perempuan Quraisy yang mengganggunya, menamparnya, dan meneriakinya dan jangan sampai ada yang membuatnya benci.

Ketiga, Sesungguhnya aku takut dari siksa kubur, dan aku ingin Rida yang engkau pakai tatkala engkau menerima Wahyu untuk mengkafaniku. Maka Rasulullah bergegas untuk mengambil Rida nya, dan seketika Sayyidatuna Khadijah sangat senang.

Tatkala beliau wafat, Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang langsung menyiapkan keperluan dan memandikannya. Dan ketika Rasulullah mengkafani beliau, Malaikat Jibril turun dan berkata:

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah kirim salam untukmu, dan mengkhususkan penghormatan buatmu, dan berpesan kepada mu, wahai Muhammad, sesungguhnya kafan Khadijah dari-Ku, karena ia telah mengeluarkan hartanya di jalan-Ku."

Dan Jibril membawa kafan tersebut seraya berkata: "Wahai Rasulullah ini kafan Khadijah, dan ini adalah termasuk dari kafan-kafan surga yang dihadiahi untuknya".

Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم pun mengkafani dengan Rida beliau terlebih dahulu kemudian dilapisi oleh kafan yang dibawa oleh Malaikat Jibril tersebut. Begitulah kemuliaan Sayydidah Khadijah di sisi Allah dan Rasul-Nya. Semoga kita bisa meneladani perjuangan beliau membela Nabi dan membela Islam.

Sumber:
Manaqib Sayyidah Ummil Mu'minin Khadijah Al-Kubro, karangan Assayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani

Baca Juga: 11 Ramadhan, Momen Paling Menyedihkan Bagi Rasulullah
(rhs)
cover top ayah
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ  لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوۡمٌ‌ؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ‌ؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖ‌ؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ‌‌ۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا ‌ۚ وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

(QS. Al-Baqarah:255)
cover bottom ayah
preload video