Sayyidah Maimunah, Wanita Terakhir yang Dinikahi Rasulullah
Jum'at, 22 Mei 2020 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, saudara Asma binti Umais. Selain saudari istri pamannya Abbas, Ummu Fadhl, Sayyidah Maimunah juga saudari—tidak sekandung- dari Asma binti Umais, istri Ja’far bin Abi Thalib, keponakannya. Hubungan itu membuat Nabi tidak wajar menolak Sayyidah Maimunah.
Ketiga, memperkuat hubungan dengan suku-suku lain di Makkah. Saudari-saudari sekandung Sayyidah Maimunah menikah dengan pembesar Makkah. Lubabah al-Kubra, Abbas bin Abdul Muthalib; dan Lubabah as-Shugra, istri al-Walid bin Mughirah dan ibu Khalid bin Walid, merupakan saudari Sayyidah Maimunah.
Baca juga: Istri Rasulullah: Sayyidah Zainab, Hanya Tiga Bulan Bersama Nabi
Begitu juga dengan saudara-saudara tidak sekandungnya. Antara lain Asma binti Umasi yang merupakan istri dari Ja’far bin Abi Thalib—yang ketika wafat- dinikahi Abu Bakar, dan lalu kemudian dinikahi Ali bin Abi Thalib; dan Salman bin Umais yang merupakan istri paman Nabi Muhammad, Hamzah bin Abdul Muthalib.
Dengan demikian, Sayyidah Maimunah memiliki jaringan memiliki hubungan kekerabatan dengan suku-suku terpandang di jazirah Arab, mengingat para menantu ibunya, Hindu bin Auf, adalah para pembesar di sukunya masing-masing.
Dengan menikahi Sayyidah Maimunah, siapa tahu para tokoh Makkah akan memeluk Islam dan posisi Nabi semakin kuat karena menjalin kekeluargaan dengan suku-suku terpandang di jazirah Arab. Dan betul saja, beberapa saat setelah perkawinan itu, Khalid bin Walid , akhirnya memeluk Islam. Nantinya, Khalid ini dikenal sebagai pahlawan Islam karena kecakapannya dalam menghancurkan musuh-musuh Islam di medan perang. (Baca juga: Khalifah Umar Pecat Khalid bin Walid demi Selamatkan Tauhid Umat )
Sayyidah Maimunah dikenal taat beragama, lembut namun tegas, dan bijaksana. Sayyidah Aisyah—istri Nabi yang lainnya- mengatakan bahwa Sayyidah Maimunah adalah wanita yang paling bertakwa dan selalu menjaga silaturahim di antara mereka.
Pada saat Nabi Muhammad sakit—sebelum wafat, beliau dirawat di rumah Sayyidah Maimunah. Namun ketika sakit Nabi semakin parah, beliau akhirnya dipindahkan ke kamar Sayyidah Aisyah yang ada di samping Masjid Nabawi, sesuai kesepakatan semua istri Nabi. Sayyidah Maimunah rela akan hal itu.
Baca juga: Sayyidah Ummu Salamah, Istri Nabi Nan Rupawan dan Berumur Panjang
Sayyidah Maimunah begitu terkenang dengan Saraf, daerah di mana dia dan Nabi Muhammad melangsungkan ‘bulan madu’. Sampai-sampai sebelum wafat, Sayyidah Maimunah berpesan agar dimakamkan di sana.
Pada masa pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan, bertepatan dengan perjalanan kembali dari haji—di suatu tempat dekat Saraf—Maimunah merasa ajalnya sudah tiba. Ketika itu dia berusia 80 tahun, bertepatan dengan tahun ke-61 Hijriyah. Dia dimakamkan di tempat itu juga sebagaimana wasiat yang dia sampaikan. Dan yang memimpin salat jenazahnya adalah Abdullah bin Abbas.
Sayyidah Maimunah termasuk dari istri Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis , selain Sayyidah Aisyah dan Sayyidah Ummu Salamah. Setidaknya, ada 94 hadits yang diriwayatkannya. Riwayat lain menyebut, Sayyidah Maimunah meriwayatkan sekitar 76 hadis dari Nabi SAW. Beberapa hadis yang diriwayatkannya telah ditakhrij dalam kitab hadits Bukhari-Muslim sekitar 13 hadits; 7 hadits sama-sama disepakati oleh kedua imam (muttafaq ‘alaih), satu hadis lainnya ditulis oleh Bukhari, dan 5 hadits lainnya ditulis oleh Muslim. (Baca juga: Saudah Binti Zam'ah, Istri Nabi yang Paling Panjang Tangannya )
Ketiga, memperkuat hubungan dengan suku-suku lain di Makkah. Saudari-saudari sekandung Sayyidah Maimunah menikah dengan pembesar Makkah. Lubabah al-Kubra, Abbas bin Abdul Muthalib; dan Lubabah as-Shugra, istri al-Walid bin Mughirah dan ibu Khalid bin Walid, merupakan saudari Sayyidah Maimunah.
Baca juga: Istri Rasulullah: Sayyidah Zainab, Hanya Tiga Bulan Bersama Nabi
Begitu juga dengan saudara-saudara tidak sekandungnya. Antara lain Asma binti Umasi yang merupakan istri dari Ja’far bin Abi Thalib—yang ketika wafat- dinikahi Abu Bakar, dan lalu kemudian dinikahi Ali bin Abi Thalib; dan Salman bin Umais yang merupakan istri paman Nabi Muhammad, Hamzah bin Abdul Muthalib.
Dengan demikian, Sayyidah Maimunah memiliki jaringan memiliki hubungan kekerabatan dengan suku-suku terpandang di jazirah Arab, mengingat para menantu ibunya, Hindu bin Auf, adalah para pembesar di sukunya masing-masing.
Dengan menikahi Sayyidah Maimunah, siapa tahu para tokoh Makkah akan memeluk Islam dan posisi Nabi semakin kuat karena menjalin kekeluargaan dengan suku-suku terpandang di jazirah Arab. Dan betul saja, beberapa saat setelah perkawinan itu, Khalid bin Walid , akhirnya memeluk Islam. Nantinya, Khalid ini dikenal sebagai pahlawan Islam karena kecakapannya dalam menghancurkan musuh-musuh Islam di medan perang. (Baca juga: Khalifah Umar Pecat Khalid bin Walid demi Selamatkan Tauhid Umat )
Sayyidah Maimunah dikenal taat beragama, lembut namun tegas, dan bijaksana. Sayyidah Aisyah—istri Nabi yang lainnya- mengatakan bahwa Sayyidah Maimunah adalah wanita yang paling bertakwa dan selalu menjaga silaturahim di antara mereka.
Pada saat Nabi Muhammad sakit—sebelum wafat, beliau dirawat di rumah Sayyidah Maimunah. Namun ketika sakit Nabi semakin parah, beliau akhirnya dipindahkan ke kamar Sayyidah Aisyah yang ada di samping Masjid Nabawi, sesuai kesepakatan semua istri Nabi. Sayyidah Maimunah rela akan hal itu.
Baca juga: Sayyidah Ummu Salamah, Istri Nabi Nan Rupawan dan Berumur Panjang
Sayyidah Maimunah begitu terkenang dengan Saraf, daerah di mana dia dan Nabi Muhammad melangsungkan ‘bulan madu’. Sampai-sampai sebelum wafat, Sayyidah Maimunah berpesan agar dimakamkan di sana.
Pada masa pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan, bertepatan dengan perjalanan kembali dari haji—di suatu tempat dekat Saraf—Maimunah merasa ajalnya sudah tiba. Ketika itu dia berusia 80 tahun, bertepatan dengan tahun ke-61 Hijriyah. Dia dimakamkan di tempat itu juga sebagaimana wasiat yang dia sampaikan. Dan yang memimpin salat jenazahnya adalah Abdullah bin Abbas.
Sayyidah Maimunah termasuk dari istri Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis , selain Sayyidah Aisyah dan Sayyidah Ummu Salamah. Setidaknya, ada 94 hadits yang diriwayatkannya. Riwayat lain menyebut, Sayyidah Maimunah meriwayatkan sekitar 76 hadis dari Nabi SAW. Beberapa hadis yang diriwayatkannya telah ditakhrij dalam kitab hadits Bukhari-Muslim sekitar 13 hadits; 7 hadits sama-sama disepakati oleh kedua imam (muttafaq ‘alaih), satu hadis lainnya ditulis oleh Bukhari, dan 5 hadits lainnya ditulis oleh Muslim. (Baca juga: Saudah Binti Zam'ah, Istri Nabi yang Paling Panjang Tangannya )
(mhy)
Lihat Juga :