Presiden PKS Berharap Puasa Ramadhan Ini Berdampak Positif untuk Bangsa
Jum'at, 07 Mei 2021 - 18:08 WIB
loading...
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Hanya dalam hitungan akan berpisah dengan bulan suci Ramadhan 1422 H. Momen sepuluh hari terakhir memiliki keutamaan yang sangat besar untuk mengoptimalkan ibadah kita kepada Allah SWT. Saat dimana doa tidak berjarak di hadapan Allah SWT.
Baca juga: Inilah Minuman Favorit Rasulullah, Cocok Dikonsumsi di Bulan Ramadhan
"Jangan sampai momen ini terlewatkan begitu saja karena belum tentu kita bisa bertemu dengan Ramadhan berikutnya. Mari memohon ampunan sekaligus petunjuk untuk keselamatan diri, keluarga, bangsa dan negara yang kita cintai ini," kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, Jumat (7/5/2021).
Ahmad Syaikhu mengungkapkan, Ramadhan kali ini merupakan tahun kedua ibadah puasa di tengah suasana pandemi virus Corona (Covid-19) yang menyebabkan banyak aktivitas kehidupan terganggu karena keterbatasan mobilitas yang kita lakukan.
Baca juga: Dubes Al Busyra Berbagi Cerita Ramadhan dan Warga Indonesia di Ethiopia
"Allah SWT menjadikan Covid-19 sebagai ujian sekaligus peringatan bagi umat manusia agar manusia memperbaiki diri dan kehidupan secara kolektif, berbangsa dan bernegara bahkan dunia," ungkapnya.
"Pandemi Covid-19 awalnya merupakan masalah kesehatan. Dalam waktu singkat memiliki efek domino yang sangat cepat, menjalar menjadi masalah ekonomi, sosial dan politik yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia. Bahkan memasuki tahun kedua penyebarannya, Covid-19 telah menjadi game changer bagi perjalanan bangsa-bangsa ke depan; apakah akan keluar menjadi bangsa pemenang atau sebaliknya akan semakin terpuruk," tambahnya.
Baca juga: Tata Cara Sholat Qadha di Jumat Terakhir Ramadhan
Kemudian sambung mantan Wakil Wali Kota Bekasi ini, pemberian vaksin kepada seluruh masyarakat menjadi harapan yang besar untuk bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Tetapi memasuki Ramadhan tahun ini, penyebaran Covid-19 masih terus berlangsung.
"Seolah-olah memberikan pesan yang kuat kepada kita, sebenarnya episentrum permasalahan yang kita hadapi saat ini ada pada diri kita sebagai manusia. Jadi, vaksin hanya sebagai sebuah instrument untuk memberikan daya tahan bagi tubuh kita dalam menghadapi Covid-19. Tetapi lebih dari itu, memperbaiki kualitas kemanusiaan kita jauh lebih penting, menjadi solusi permanen untuk keselamatan umat manusia di muka bumi ini," jelasnya.
Baca juga: Inilah Minuman Favorit Rasulullah, Cocok Dikonsumsi di Bulan Ramadhan
"Jangan sampai momen ini terlewatkan begitu saja karena belum tentu kita bisa bertemu dengan Ramadhan berikutnya. Mari memohon ampunan sekaligus petunjuk untuk keselamatan diri, keluarga, bangsa dan negara yang kita cintai ini," kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, Jumat (7/5/2021).
Ahmad Syaikhu mengungkapkan, Ramadhan kali ini merupakan tahun kedua ibadah puasa di tengah suasana pandemi virus Corona (Covid-19) yang menyebabkan banyak aktivitas kehidupan terganggu karena keterbatasan mobilitas yang kita lakukan.
Baca juga: Dubes Al Busyra Berbagi Cerita Ramadhan dan Warga Indonesia di Ethiopia
"Allah SWT menjadikan Covid-19 sebagai ujian sekaligus peringatan bagi umat manusia agar manusia memperbaiki diri dan kehidupan secara kolektif, berbangsa dan bernegara bahkan dunia," ungkapnya.
"Pandemi Covid-19 awalnya merupakan masalah kesehatan. Dalam waktu singkat memiliki efek domino yang sangat cepat, menjalar menjadi masalah ekonomi, sosial dan politik yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia. Bahkan memasuki tahun kedua penyebarannya, Covid-19 telah menjadi game changer bagi perjalanan bangsa-bangsa ke depan; apakah akan keluar menjadi bangsa pemenang atau sebaliknya akan semakin terpuruk," tambahnya.
Baca juga: Tata Cara Sholat Qadha di Jumat Terakhir Ramadhan
Kemudian sambung mantan Wakil Wali Kota Bekasi ini, pemberian vaksin kepada seluruh masyarakat menjadi harapan yang besar untuk bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Tetapi memasuki Ramadhan tahun ini, penyebaran Covid-19 masih terus berlangsung.
"Seolah-olah memberikan pesan yang kuat kepada kita, sebenarnya episentrum permasalahan yang kita hadapi saat ini ada pada diri kita sebagai manusia. Jadi, vaksin hanya sebagai sebuah instrument untuk memberikan daya tahan bagi tubuh kita dalam menghadapi Covid-19. Tetapi lebih dari itu, memperbaiki kualitas kemanusiaan kita jauh lebih penting, menjadi solusi permanen untuk keselamatan umat manusia di muka bumi ini," jelasnya.
Lihat Juga :