Maqam Ibrahim: Batu Kecil yang Mendapat Penjagaan Khusus dari Allah SWT
Minggu, 09 Mei 2021 - 04:14 WIB
loading...
A
A
A
Firman Allah yang menjelaskan bukti bahwa Ka’bah ada di Kota Makkah, yaitu keberadaan maqam Ibrahim. “Di sana ada bukti yang sangat jelas, yaitu maqam Ibrahim…” ( QS Ali Imran: 97 )
Batu yang putih itu menjadi pijakan Nabi Ibrahim saat meninggikan bangunan Ka'bah, sehingga di atasnya tercetak relief cekungan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS.
Namun, seiring waktu berjalan, banyak tangan-tangan yang mengusap Maqam Ibrahim saat thawaf, sehingga bekas telapak kaki itu hilang. Ada yang berasumsi bahwa batu tersebut dipahat lagi sehingga bekas telapak kaki Nabi Ibrahim terlihat lagi.
Baca juga: Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam
Saat ini, Maqam Ibrahim di masjidil haram diletakkan dalam sebuah bangunan kaca berlapis emas, untuk melindunginya. Barang siapa yang ingin melihatnya bisa mengintipnya dari kaca yang melindunginya.
Salah satu fungsi dari Maqam Ibrahim adalah sebagai tempat salat.
Pada suatu hari Umar bin Khattab bertanya kepada Nabi Muhammad, "Bagaimana jika kita jadikan tempat ini sebagai tempat salat?"
Kemudian turun firman Allah SWT: "Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat" (Al-Baqarah ayat 125).
Rasulullah mencontohkan untuk melaksanakan salat sunnah 2 rakaat setelah thawaf, utamanya di belakang Maqam Ibrahim. Hal ini diyakini sebagai amalan yang besar pahalanya, sehingga para jamaah umrah berlomba-lomba untuk melakukan shalat sunah di tempat ini.
Mereka meyakini bahwa salat sunnah thawaf dan berdoa di Maqam Ibrahim berpeluang mendapatkan pahala yang besar dan doanya dikabulkan. Hal ini tidak salah, karena Nabi Ibrahim juga berdoa sangat panjang dan lama di tempat ini.
Batu yang putih itu menjadi pijakan Nabi Ibrahim saat meninggikan bangunan Ka'bah, sehingga di atasnya tercetak relief cekungan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS.
Namun, seiring waktu berjalan, banyak tangan-tangan yang mengusap Maqam Ibrahim saat thawaf, sehingga bekas telapak kaki itu hilang. Ada yang berasumsi bahwa batu tersebut dipahat lagi sehingga bekas telapak kaki Nabi Ibrahim terlihat lagi.
Baca juga: Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam
Saat ini, Maqam Ibrahim di masjidil haram diletakkan dalam sebuah bangunan kaca berlapis emas, untuk melindunginya. Barang siapa yang ingin melihatnya bisa mengintipnya dari kaca yang melindunginya.
Salah satu fungsi dari Maqam Ibrahim adalah sebagai tempat salat.
Pada suatu hari Umar bin Khattab bertanya kepada Nabi Muhammad, "Bagaimana jika kita jadikan tempat ini sebagai tempat salat?"
Kemudian turun firman Allah SWT: "Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat" (Al-Baqarah ayat 125).
Rasulullah mencontohkan untuk melaksanakan salat sunnah 2 rakaat setelah thawaf, utamanya di belakang Maqam Ibrahim. Hal ini diyakini sebagai amalan yang besar pahalanya, sehingga para jamaah umrah berlomba-lomba untuk melakukan shalat sunah di tempat ini.
Mereka meyakini bahwa salat sunnah thawaf dan berdoa di Maqam Ibrahim berpeluang mendapatkan pahala yang besar dan doanya dikabulkan. Hal ini tidak salah, karena Nabi Ibrahim juga berdoa sangat panjang dan lama di tempat ini.
Lihat Juga :