Sedih Ketika Ramadhan Pergi Tanda Lembutnya Hati

loading...
Sedih Ketika Ramadhan Pergi Tanda Lembutnya Hati
Suasana sholat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid An-Nabawi Madinah tadi malam. Foto/dok Haramain Servant
Hari ini kita berada di pengujung bulan Ramadhan, Rabu (12/5/2021). Apakah hati kita sedih saat akan ditinggalkan Ramadhan? Jika tidak, manfaatkanlah waktu tersisa ini untuk menangis dan memohon ampun atas dosa dan kelalaian kita.

Ketahuilah, betapa lembutnya hati seseorang bila merasakan sedih dan menangis saat akan berpisah dengan Ramadhan. Ingatlah Ramadhan akan kembali tahun depan, namun kita patut khawatir karena tidak ada yang menjamin umur kita hingga tahun depan. Semoga Allah berkenan memberi kesempatan kepada kita.

قال الحبيب عبد الله بن علوي الحداد :
"لا تسكب الدمعات لرحيل رمضان ، فرمضان سيعود .
و لكن اسكب الدمعات خشية أن يعود رمضان و أنت راحل"

"Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad mengatakan: "Jangan cucurkan air matamu! karena kepergian Ramadhan. Karena Ramadhan (insya Allah) pasti akan kembali. Akan tetapi cucurkanlah air matamu karena takut ketika Ramadhan kembali tapi engkau yang pergi (ke alam kubur)."

Baca Juga: Ramadhan Segera Pergi, Kesedihan Bagi Orang-orang Beriman



Renungan di Pengujung Ramadhan
Ulama Tabi'in Imam Hasan Al-Basri berkata: "Berbuat baiklah di sisa Ramadhan niscaya diampuni kesalahan yang berlalu maka manfaatkanlah hari-hari yang tersisa karena anda tidak tau kapan bisa meraih Rahmat Allah. (Hilyah Auliya 11837)

Hari demi hari Ramadhan telah kita lalui hingga mendekati ujungnya. Maka sepatutnya kita memaksimalkan hari-hari yang tersisa ini untuk memperbanyak amal saleh, mendulang pahala, menggugurkan dosa-dosa, dan menebarkan manfaat bagi sesama.

Menangis merupakan bukti ketakwaan hati, ketinggian jiwa, kesucian sanubari dan kelembutan perasaan. Menangis karena Allah terjadi manakala seorang hamba melihat kelalaian pada dirinya, atau merasa takut akan kesudahannya yang buruk.

Dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tiga golongan yang mata mereka tidak akan melihat Neraka yaitu, mata yang berjaga-jaga di jalan Allah,
mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang menundukkan pandangannya dari apa yang diharamkan oleh Allah" (HR. Ath-Thabrani)

Habib Umar Bin Hafizh bepesan: "Keluarkanlah air matamu karena takut kepada Allah. Bersungguh-sungguhlah engkau dalam tangisanmu sekarang.Sebelum engkau menangis dengan sangat pada hari Kiamat dan tidak memberi manfaat sedikitpun bagimu."

Setiap mata akan menangis pada hari Kiamat, kecuali mata yang menangis di dunia karena takut kepada Allah. Mata yang sanggup berjaga demi berjihad di jalan Allah dan mata yang tunduk dari melihat perkara-perkara yang diharamkan Allah.

Demikian renungan di pengujung Ramadhan. Semoga Allah memberkahi hidup kita, memanjangkan usia kita dalam ketaatan hingga diberi kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan yang mulia.

Baca Juga: Ramadhan Akan Pergi, Ini 10 Keutamaan Lapar yang Jarang Diketahui
(rhs)
cover top ayah
وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌
Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.”

(QS. Al-Anbiya:87)
cover bottom ayah
preload video