Ramadhan Pergi, Berikut 5 Amalan yang Wajib Kita Jaga
Kamis, 20 Mei 2021 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
"Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim." (HR Ibnu Majah)
Kebutuhan kita akan ilmu sangatlah penting melebihi kebutuhan kita terhadap makan dan minum. Dengan berilmu, seseorang akan mendapatkan banyak kebaikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkan baginya ilmu agama" (HR Al-Bukhari dan Muslim)
5. Berusaha Maksimal Meninggalkan Maksiat
Ramadhan mengajarkan untuk menjauhi maksiat. Maksiat memang dilarang setiap waktu, bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Namun kala Ramadhan, kita lebih diperintahkan dengan keras untuk menjauhinya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan justru mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan." (HR. Al-Bukhari)
Di bulan Ramadhan, kita termotivasi untuk taat dan kita pun lebih mudah untuk menghilangkan maksiat. Satu bulan kita dilatih untuk hal itu. Selepas Ramadhan, semangat untuk meninggalkan perbuatan maksiat harus tetap ada. Bagaimanapun juga, maksiat akan mematikan hati dan merupakan sumber bencana di dunia dan akhirat.
Kebiasaan Ramadhan hendaknya membekas, dan terus kita lanjutkan secara kontinyu meskipun sedikit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit." (HR Muslim)
Allah Ta'ala berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِين
"Dan beribadahlah kepada Rabb-mu sampai datang kepadamu al-yaqin (ajal)” ( Al Hijr :99)
Demikian lima amalan yang sangat penting untuk kita hidupkan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang membekas. Kita juga berdoa semoga Allah senantiasa memberikan taufik kepada kita untuk senantiasa bersemangat melaksanakan ibadah selepas Ramadhan.
Baca Juga: Habib Jindan: Kepergian Ramadhan Harus Kita Tangisi
Kebutuhan kita akan ilmu sangatlah penting melebihi kebutuhan kita terhadap makan dan minum. Dengan berilmu, seseorang akan mendapatkan banyak kebaikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkan baginya ilmu agama" (HR Al-Bukhari dan Muslim)
5. Berusaha Maksimal Meninggalkan Maksiat
Ramadhan mengajarkan untuk menjauhi maksiat. Maksiat memang dilarang setiap waktu, bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Namun kala Ramadhan, kita lebih diperintahkan dengan keras untuk menjauhinya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan justru mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan." (HR. Al-Bukhari)
Di bulan Ramadhan, kita termotivasi untuk taat dan kita pun lebih mudah untuk menghilangkan maksiat. Satu bulan kita dilatih untuk hal itu. Selepas Ramadhan, semangat untuk meninggalkan perbuatan maksiat harus tetap ada. Bagaimanapun juga, maksiat akan mematikan hati dan merupakan sumber bencana di dunia dan akhirat.
Kebiasaan Ramadhan hendaknya membekas, dan terus kita lanjutkan secara kontinyu meskipun sedikit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit." (HR Muslim)
Allah Ta'ala berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِين
"Dan beribadahlah kepada Rabb-mu sampai datang kepadamu al-yaqin (ajal)” ( Al Hijr :99)
Demikian lima amalan yang sangat penting untuk kita hidupkan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang membekas. Kita juga berdoa semoga Allah senantiasa memberikan taufik kepada kita untuk senantiasa bersemangat melaksanakan ibadah selepas Ramadhan.
Baca Juga: Habib Jindan: Kepergian Ramadhan Harus Kita Tangisi
(rhs)
Lihat Juga :